Rabu, 25 November 2009

Mendaki Bukit Gunung Gede / Cibodas Bersama Orang-Orang Sholeh.

Assalamualaikum Wr. Wb. Adi Prayitno, senang menjumpai anda lagi dihari yang sangat cerah ini.

Sabtu kemarin(211109) kami Barisan Orang-Orang Soleh mencoba menjelajah Gunung Gede sampai air terjun Ciberum yang jaraknya sekitar 2-3 km dari parkiran cibodas. Tidak jauh memang, kami hanya mengambil nilai kebersamaannya saja. Bagi saya pendakian bukit ini terasa tidak begitu menyulitkan, karena jalan di sepanjang rute sudah tersedia, yang memberatkan justru karena pendakian ini diiringi hujan deras sehingga menghambat perjalanan.

Pendakian bukit disaat hujan pernah juga dilakukan beberapa tahun lalu sewaktu menyusuri Hutan di Kalimantan Barat di temani beberapa rekan beragama Islam dan penduduk setempat suku dayak yang beragama Nasrani. Saat berangkat memang cuaca sangat cerah, tapi dalam perjalanan ternyata rintik hujan turun. Dengan sigap penduduk setempat suku dayak yang nota bene beragama Nasrani segera membuatkan kami pondokan dari batang-batang kayu dengan atap dedaunan, tanpa diduga sama sekali mereka mengatakan “waktu zuhurkan sdh dekat, nanti rekan-rekan yang beragama Islam dapat sholat disini”. Subahanalloh sangat baiknya kalian gumamku, memikirkan tempat istirahat dan sholat bagi kami yang beragama Islam, semoga kalian mendapat balasan yang lebih dari Alloh swt .

Alloh tidak menyiakan-nyiakan doa kami, karena beberapa tahun kemudian kami mendengar beberapa orang dari mereka menjadi Mualaf (Melayu yang beragama Muslim). Alhamdulillah, walaupun sedang melaksanakan pendakian bukit, sholat dapat dilakukan tepat waktu tidak ada alasan dan halangan sama sekali.

Disaat liburan kuliah di Bogor juga pernah dengan sahabat-sahabat pengajian (asistensi agama Islam) melaksanakan pendakian ke kawah Gunung Salak. Mereka memang sahabat kuliahku yang sangat taat ibadahnya, disaat jam menunjukan pukul 12.00 wib, kami sudah sibuk mencari sumber air dan arah kiblat untuk melaksanakan sholat tepat waktu. Selesai sholat pendakian dilanjutkan sampai ketempat tujuan, dan cepat kembali agar tidak kesorean untuk melaksanakan sholat Azhar di masjid kampung terdekat. Mereka memang selalu ingin melaksanakan sholat di tepat waktu, bahkan disaat kuliah sdg berlangsungpun bila sdh masuk waktu sholat mereka dgn segera meninggalkan kelas untuk sholat.

Alhamdulillah Adi, kepribadian mereka menular kepada ku, sehingga hati ini kok belum tenang jika belum melaksanakan sholat di tepat waktu baik itu di saat jam kuliah, jam kerja, berpergian ke luar kota, atau pendakian bukit.

Pendakian bukit di hari sabtu kemarin mungkin merupakan pendakian yang kesekian kali, tapi kali ini kami lakukan dengan santai, penuh sendagurau.

Sampai tujuan air terjun cibereum, Mata ini celingukan kekanan kiri, yang di cari bukan tempat istirahat atau air terjun, tetapi dimana saya dapat melaksanakan sholat zhuhur, ternyata tidak tersedia musholah , waduh hati ini sdh mulai galau, maunya sih cepat-cepat turun agar segera dapat sholat neh.

Selesai pemotretan hati ini semakin galau, kamipun menuruni bukit di jalur yang sama. Maunya sih jalan dengan cepat agar dpt segera sholat dah. Tujuan utama naik gunung agar lebih dapat melihat kekuasaan Alloh, dan lebih memantapkan hati atas semua kekuasaan dan perintahNYA , ini malah sholat terlambat begini ya ? Duh jika hati bisa teriak dan menangis, mungkin akan teriak dan menangis sekencang-kencangnya.

Ya Alloh ya Tuhanku maafkan atas kesalahan, kesengajaan, dan kesia-siaan ini, atau mungkin memang hambaMu ini yang salah selalu tidak menggunakan fasilitasMu untuk menJama’ sholat. Hanya Engkau yang tahu apa yang ada dalam hati ini. HambanMU ini janji ya Alloh hanya ingin menggunakan semua fasilitasMU jika benar-benar kepepet.

Hati semakin galau dan gelisah saat kemacetan terjadi di jalan pulang, terbayang sudah sholat magrib tertinggal. Ya Alloh, perjalanan ini sudah cukup menjadi pelajaran berharga untuk tidak terulang kembali di masa datang, yang akan menghalangi kedekatanku padaMu.

Terbayang kemarahan anak-anakku jika tahu orangtuanya menyia-nyiakan waktu, padahal di rumah selalu mengingatkan mereka agar sholat tepat waktu, dan pergunakan waktu seefektif mungkin untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Seharusnya disaat-saat semacam ini biasanya kami (bersama anak-anak) sedang berkumpul atau jalan bersama. Teringat pesan istimewa: hanya amal jariah, ilmu bermanfaat, dan anak-anak sholeh yang selalu mendoakan orangtuanya yang akan membantu kehidupan kita di akhirat kelak. Duh merasa bersalah, maafkan Ayahmu ini anakku……….


Masih ingatkan Adi nasehat guru kita dari Hadi Qudsi ?

Alloh berfirman : Wahai anak cucu Adam! Aku heran, bagaimana mungkin orang yang mengetahui pasti akan mengalami kematian, masih bisa bergembira!? Aku heran, bagaimana mungkin orang yang mengetahui pasti akan dihisab, masih saja gemar menimbun harta!?

Aku heran, bagaimana mungkin orang mengetahui pasti akan dimasukan ke dalam kubur sendirian, masih bisa tertawa!? Aku heran, bagaimana mungkin orang yang mengetahui pasti datangnya hari akhirat, masih bisa santai!?

Aku heran, bagaimana mungkin orang mengetahui dunia dan isinya pasti akan sirna, masih saja merasa tenang.

Sekali lagi Ampuni kesalahan diri ini yang telah melalaikan perintahMu ya Alloh…………….