Minggu kemarin sahabat yang bekerja di PNS salah satu Departemen curhat, katanya hidupnya sekarang sudah tentram diperbantukan di LSM dengan gaji yang lebih dari cukup.
Katanya:” Kamu kan tahu, saya orangnya nggak suka makan uang suap seperti yang banyak dilakukan oleh PNS, makanya bersyukur banget bisa kerja di LSM, mudah-mudahan tidak ditarik kembali ke PNS.”
Lanjutnya:” Tapi dengan kelimpahan uang macam sekarang kok, hati masih gelisah ya. Sepertinya perlu konsul ke Psikiater neh jadinya. Apakah mungkin kurang bersyukur ya ?, atau kurang banyak bersedekah dan infaq ya? Cuma sedikit kali. Atau kurang melaksanakan perintah NYA ya?”.
Sebagai sahabat, saya nasehatkan agar disaat lapang ini, jangan lupa kita terus bersyukur atas pemberian rejekiNYA. Mensyukurinya dengan memberikan sebagian rejeki buat fakir miskin, karena diantara rejeki kita ada hak orang miskin. Sebisa mungkin disaat lapang ini, kita mampaatkan rejeki untuk berinvestasi di bidang apapun yang menguntungkan, dan sebaik-baik investasi adalah investasi di jalan Alloh.
Tulisan ini khusus untuk sahabat yang sedang gelisah, yang diperoleh dari kuliahnya Prof. Umay M.Djafar Shiedieq.
Banyak orang yang suka memberikan sedekah dan infaq, tapi diikuti dengan kata-kata “Maaf sedikit”, sebenarnya ini tidak boleh kita ungkapkan, kita tidak boleh mengucapkan kata sedikit dalam kebaikan, seperti firman Alloh QS.99(Al.Zilzalah:7-8).
7. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat Dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasannya)
8. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar Dzarrahpun niscaya Dia akan melihat (blasannya) pula.
Jangankan Rp.1000 or Rp.2.000,-, sebesar atom pun pasti akan dilihat nanti dan akan dibesarkan oleh Alloh. (Jadi jangan mengecilkan yang kecil-kecil).
Alloh melihat kebaikan Sedekah dan Infaq itu dari 9 aspek :
1. Berdasar Kadar Keimanannya. Maksudnya, keimanan seseorang tidak sama dalamnya, dangkalnya, tipisnya. Iman seseorang bisa bertambah dan berkurang . Semakin dalam kadar keimanan seseorang, maka makin besar pahalanya.
2. Berdasar Niat atau kemantapan hati. Infaq yang niat berdasarkan kata hati lillahitaallah pahalanya lebih besar dibandingkan ikut ajakan sahabatnya.
3. Berdasarkan kuantitas. Seperti orang yang sholat tahajut 8 rakaat pahalanya lebih besar dari pada 4 rakaat, maka yang berinfaq besar pahalanya juga lebih besar.
4. Berdasarkan prosentase jumlah pemilikan. Orang yang berinfaq Rp.10ribu dari 100ribu uangnya, pahalanya lebih besar dari berinfaq Rp.10ribu dgn jumlah uang Rp.1juta.
5. Berdasarkan Daya Guna. Berinfaq ke Masjid Rp.1 juta yang dimanfaatkan 500 jamaah, pahalanya lebih besar dari menyumbang Rp.1juta yang dimanfaatkan 50 jamaah.
6. Berdasarkan Masa Guna. Berinfaq lampu bohlam ternyata bermanfaat 6 bulan, pahalanya tetap mengalir 6 bulan lebih besar dari pada menyumbang lampu yang manfaatnya Cuma 6 hari.
7. Kadar Kecintaan. Q.S.3 (Ali Imran):92 Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai, dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Alloh mengetahui.
8. Berdasarkan Kadar Keikhlasan, ini sangat penting, begitu riya hilang semua pahalanya.
9. Berdasarkan kadar Kesulitan. Berinfaq dgn mengunjungi fakir miskin lebih besar pahalanya dari pada menyumbang ke tromol masjid, walau tujuannya sama.
Sahabat terus berkata:”kalau begitu kita lebih baik langsung memberikan infaq kita kepada fakir miskin dong.?”
Menurut Ulama, sebaiknya demikian. Seyogyanya seorang yang berinfaq memperhatikan kadar kesholehan, kesabaran dan ketaatan (khususnya sholat 5 waktu) penerimanya, misalnya ada 2 orang mahrum (cacat permanen), yang satu sholeh dan rajin sholat, sedangkan yang satunya tidak sholat, maka pilihlah berinfaq ke mahrum sholeh dan rajin sholat, karena Alloh menjamin orang yang rajin sholat tidak akan mati kelaparan.
Jadi sahabat, disaat lapang ini bertransaksilah, berniagalah sebelum kesempitan datang.
Sesuai Hadis Qudsi Alloh berkata : Wahai anak cucu Adam, perhatikanlah AKU, berniagalah denganKU, bertransaksilah denganKU, dan ambil untunglah sebanyak-banyaknya. AKU memiliki apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati. KekayaanKU tidak akan pernah habis dan berkurang. Sesungguhnya AKU Maha Pemberi lagi Mulia.
Reach Succes For Our Business.
Senin, 08 Februari 2010
Berniagalah dan Bertransaksilah Sahabat di saat Lapangmu kini
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
09:41
Link ke posting ini
0
komentar
Sabtu, 06 Februari 2010
Persahabatan Penuh Ikhlas hanya karena MU semata.
Assalamalaiakum Wr. Wb. Adi Prayitno. Apa kabarnya anda di hari yang indah dan menentramkan ini ? Semoga di hari indah ini, kreatifitas belajar dan bekerja anda memunculkan idea-idea cemerlang.demi keberhasilan anda di kemudian hari.
Pada kesempatan ini Cuma ingin memperkenalkan sahabat saja. Dia sahabat baikku, tapi hatiku sudah menganggapnya sebagai saudara sendiri. Dimulai dengan saling memotivasi dimilist, padahal diantara kita belum saling mengenal. Kebetulan milis mengadakan pengajian bulanan, dengan Pede saya pun datang agar dapat mengenal para pengusaha muda muslim itu. Padahal diri sendiri mah belum punya bisnis yang berarti.
Sambil mendengarkan wejangan dari para sesepuh ataupun ustat, mata ini berkeliling memperhatikan satu persatu para pebisnis, ada yg sdh familiar karena wejangan2 dalam blognya, banyak juga yang belum kenal, kalau mereka2 memperkenalkan diri sebagai pebisnis, justru diri ini memperkenalkan sebagai karyawan. Cuek, memang kenyataannya demikian.
Dari para pebisnis, ada beberapa yang menurut saya istimewa, padahal belum mengetahui keistimewaannya sih, tapi hati ini kok berkata sepertinya orang ini sholeh, baik, dan sempat berpikir apakah orang ini bisa menjadi sahabat saya kelak ? Dari beberapa kali pertemuan pengajian baru menyadari keistimewaan orang ini, tapi tanpa memandang keistimewaannya, entah mengapa hati saya kok terasa sok akrab dengannya.
Kalau mengingat namanya , mungkin kedua orang tua anak sholeh ini termotivasi nama istimewa disaat mendengar panggilan sholat atau lahir di saat panggilan sholat tiba, duh orang tua yang sangat beruntung, semoga mendapat kemudahan dan keberuntungan dalam kehidupan kini dan nanti. Amin.
Disetiap ada kesempatan kita saling berdiskusi santai via email, tidak jarang diskusi diselingi sendagurau biar tidak terlampau tegang. Karena sering berdiskusi ini, kamipun menjadi akrab, sehingga sewaktu mendengar sahabat ini menikah di Jam kerja, saya bela-belain untuk menghadirinya, padahal kalau temen yang lain menikah di hari liburpun belum tentu dapat hadir hehe (sorry ya temen-temen yang lain).
Pasca pernikahannya, kami masih sering berdiskusi via email, ya silaturahmi kami memang hanya via email karena memang dunia kita masing-masing berbeda, yang satu pebisnis yang satu karyawan biasa, sehingga praktis tidak bisa bersilaturahmi tatap muka.
Dari hari kehari makin akrab, sampai suatu hari sahabat menceritakan pengajiannya yang membuat saya menjadi sangat tertarik, shg terpikir juga ingin bergabung. Sempat canggung sih menyatakan ingin bergabung, karena mereka-mereka kan semuanya pebisnis muda berbakat, sedangkan saya kan cuma karyawan biasa. Tapi Bismillah saja, kalau untuk pengajian mah saya nggak perlu canggung-canggung seperti saat mengikuti pengajian qolbu salim. Berdasarkan pengalaman dengan pengajian-pengajian yang dulu-dulu, persaudaraan menjadi murni lillahitaalla bukan hanya persaudaraan didunia tapi juga diakhirat.
Memang terus terang saya tidak tahu lokasi pengajiannya, sehingga di hari pertama janjian dengan sahabat ini di Kalibata. Wah pak Gurunya welllcome penuh persahabatan banget melihat kehadiran kami, hmmmm seperti telah diduga sebelumnya menyenangkan sekali.
Kedekatan kami bertambah erat ketika kami bisa beritikaf bersama-sama, naik gunung sama-sama, dan Mabit sama-sama. Yah walaupun ada kendala sedikit, tidak perlu diperbesar lah, yang penting utamakan kebersamaan dan persaudaraan kita. Benar-benar deh sahabat pengajian ini luar biasa sholehnya patut diacungkan jempol.
Yang perlu diacungkan Jempol lagi, Kamis malam kemarin dia dengan ikhlas meminjamkan mobil mewahnya untuk dibawa pulang Pak Guru teriklasnya yang mobilnya ngadat, dan dia siap pulang naik ojek terbutut pun biar nggak merepotkan yang lain.
Adi, saya iri sekali dengan sikap keikhlasannya, maka dengan penuh rasa ikhlas pula saya bersedia mengantarnya sampai depan pintu rumahnya. Padahal sudah sejak lama saya berkeinginan bisa jalan bersama dalam satu kendaraan (maksudnya biar tambah dekat persahabatan kami). Dalam hati, kalau saja dia tetap menolak tawaran saya untuk mengantarnya pulang, disaat kondisi kepepet gini maka bener-bener saya omelin tuh sobat hehehe….
Sampai rumahnya saya ucapkan terima kasih banyak. Terimakasih karena sudah mau jadi sahabat diri, terimakasih karena keikhlasnya yang membuat diripun ikhlas, terima kasih sdh mau jalan dalam satu kendaraan, terimakasih sudah menyebabkan diri tambah pahala, dan terima kasih yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, tidak banyak yang bisa diri ini berikan untuk persabatan kita, hanya jabatan tangan erat dan ucapan salam Assalamualaikum Wr. Wb, sayapun pamitan pulang.
Jadi Ingat Nasehat Guru dalam kumpulan Hadist Qudsi
Alloh berfirman : Wahai anak cucu Adam! Sabar dan rendah hatilah, niscaya AKU akan meninggikan derajatmu, bersyukurlah kepadaKU, niscaya AKU akan memberikan tambahan untukmu. Mintalah ampun kepadaKU, niscaya AKU akan mengampunimu. Jika kalian memohon kepadaKU, maka AKU akan mengabulkannya. Bertaubatlah kepadaKU, niscaya AKU akan mengampunimu. Mintalah kepadaKU, maka AKU akan berikan. Bersedekahlah maka AKU akan berikan keberkahan pada rejekiMU.
Sambunglah silaturahiim, maka AKU akan memanjangkan umurmu. Mohonlah kepadaKU kesehatan terus menerus, keselamatan dalam kesendirian, tulus dalam keinginan, bersikap wara’(hati-hati dan menjaga diri dari yang haram) kepada Alloh dalam taubat, dan merasa kaya dalam qana’ah (sikap menerima)
Alhamdulillah ya Alloh, Engkau berikan persahabatan macam gini bagi diri, semoga persahabatan ini tetap langgeng penuh rasa tulus ikhlas hanya karenaMU
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
09:15
Link ke posting ini
0
komentar
Senin, 18 Januari 2010
Sikapi Sukses-Gagal Kehidupan Anda dengan Pikiran Positif
Assalamualaikum Wr.Wb. Adi prayitno, saya mau cerita neh mengenai gagal bisnis salah satu rekan KU di kota Bogor.
Rekan KU orangnya ulet sekali, dia merintis usahanya dari Nol besar. Dengan bantuan rekan-rekan dan dosen almamaternya usahanya mulai agak meningkat. Mimpi besar agar usahanya dengan cepat lebih membesar dan terkenal telah membuatnya menerima dana besar dari beberapa investor. Dengan gaya kelola bisnisnya yang lincah, kini usahanya telah tumbuh besar.
Namun malang pertumbuhan besar justru mencekik dirinya sendiri, semua sepak terjang kelola bisnisnya dikritik habis-habisan oleh investor besarnya, Investor besarnya kini sdh tidak mempercayainya lagi, bahkan investor besar siap memperkarakran semua sepak terjangnya mengelola bisnis ke pengadilan. Sebagai pemegang saham minoritas, rekan kini sangat menderita karena hampir kehilangan bisnisnya yang dirintis dari kecil, dan kini dia merasa telah gagal berbisnis.
Dengan semangatnya yang luar biasa dan dukungan banyak sahabat, rekan sekarang sedang berjuang mempertahankan merk produknya yang bernilai jual tinggi, agar tetap menjadi merk dagangnya, dan berjanji akan dibangun kembali perlahan-lahan.
Itulah cerita kehidupan, kadang kita diatas dan kadang di bawah.
Memang Kegagalan dapat terjadi dari 2 faktor yaitu factor intern (diri kita sendiri) dan factor ekstern ( luar diri).
Sebagaimana contoh di atas, banyak hal yang dapat menyebabkanya kegagalan karena diri kita sendiri, misalnya : kurang perhitungan disaat awal melangkah, kurang hati-hati dalam melakukan sesuatu, atau menganggap remeh pekerjaan tertentu.
Sedangkan kegagalan dari factor luar bisa terjadi, misalnya : gangguan orang lain, kecurangan dari rekan bisnis, atau kalah dalam persaingan.
Kalau saya pribadi sih yakin kalau sukses dan gagal itu sudah di atur oleh Alloh yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Jika sukses, Alhamdulillah, kita harus terus sujud syukur agar rejeki itu akan terus bertambah dan berlipat ganda. Jika gagal, kita harus dapat mengambil hikmahnya, yaitu :
- Yakin deh bahwa setiap tindakan kita memiliki resiko, dan kita harus tetap yakin bahwa Alloh Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pengasih , dan Maha Penyayang, tidak mungkin Alloh meninggalkan hambanya begitu saja, pasti ada maksud dari setiap hasil yang dicapai.
- Yakinlah bahwa Alloh sedang menguji daya tahan dlm berbisnis. Pelaut saja disebut pelaut handal jika telah sukses menyebrangi lautan luas bergelombang.
- Selalu sabar atas sesuatu yang tidak diinginkan dan bersyukur dengan apa yang telah terjadi.
- Yakin Alloh mempunyai kehendak dan rencana lebih baik dari pada rencana yang telah dibuat manusia. Mungkin di mata Alloh, jika kita sukses menjadi orang kaya raya, kita menjadi takabur, tidak bersyukur bahkan menjadi orang yang gila dunia, keimanan dan ketakwaan berkurang. Justru gagal telah membuat diri kita kembali ke jalan benar yang diridhoi Alloh, dan amal ibadah kita terus meningkat.
- Yakin gagal tidak saja menimpa kepada kita, tapi semua orang pasti pernah mengalami gagal, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Ada yang menyikapinya sebagai kewajaran dalam perjuangan bisa berhasil atau gagal, ada juga yang kecewa berat dan meratapi gagal.
- Yakin deh semua orang yang sekarang sukses, pernah mengalami gagal dalam hidupnya. Orang sukses yakin bahwa tidak ada yang pasti di dunia, yang ada hanya kesempatan. Tidak ada jaminan kita sukses di usaha pertama, yang ada hanya kesempatan berikutnya.
- Hanya orang yang pernah gagal yang dapat menikmati sukses, bukankah kita bisa menikmati rasa sehat, jika kita pernah merasakan sakit. Justru harus disyukuri dengan adanya gagal kita dapat menikmati sukses yang kita alami, dan ini membuat kita rendah hati di dalam sukses.
Jadi bagi rekan yang sedang mengalami gagal, jangan menyerah terus berjuang. Kini kita sendiri jadi penentu, apakah gagal itu mendorong kita terus bekerja keras atau menjadi lemah tidak berdaya. Jangan jadikan gagal sebagai batu sandungan yang menghancurkan, jadikan sebagai batu loncatan untuk terus bekerja keras, dengan rendah hati dan penuh keyakinan bahwa Alloh yang telah mengatur ini semua, serahkan saja kepada Alloh, hanya Alloh yang berhak mengatur kehidupan kita.
Ambil hikmah dari gagal kita, jadikan pelajaran terbaik,. Sadar bahwa semua tindakan kita selalu menimbulkan resiko sukses atau gagal, untuk selanjutnya jadikan pelajaran untuk berhati-hati dalam bertindak. Tidak perlu mencari kambing hitam untuk menyalahkan orang lain,buang-buang waktu dan energy, lebih baik waktu dan energy kita pergunakan untuk memikirkan langkah kedepan meraih kesempatan.
Adi, memang kita bukanlah seorang pebisnis sejati, tapi sukses- gagal itu umum terjadi di semua bidang kehidupan, bukan saja monopoli pebisnis. Mereka mungkin akan berkata:” Walah jangan nulis sukses-gagal dah sebelum mengalami sendiri di bidang usahanya sendiri.” Padahal dengan rasa syukur dan rendah hati, walau selama ini kita mengurusi usaha orang lain yang cukup besar dan jelimet ini, mudah-mudahan pengalaman mengalami sukses-gagal yang bertubi-tubi dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi orang lain. Kadang di beberapa anak perusahaan kita gagal, tapi di beberapa anak perusahaan lain kita sukses besar, sehingga komulatif perusahaan dapat terus berkembang dan maju hingga puluhan tahun.
Sekali lagi, jangan menyerah, terus berjuang menggapai sukses yang kita harapkan………
Ya Alloh, aku memohon kepadaMU keteguhan dalam segala urusan, dan aku memohon kepadaMU sikap lurus dan terpimpin. Dan aku memohon kepadaMu agar aku dapat mensyukuri nikmatMU serta berbakti kepadaMU dengan sebaik-baiknya.
Aku memohon kepadaMU lisan yang benar, hati yang bersih. Dan aku nerlindung kepadaMU dari kejahatan apa-apa yang Engkau ketahui, dan aku memohon kepadaMU dari kebaikan apa-apa yang Engkau ketahui., , dan aku memohon ampunan dari apa-apa yang Engkau ketahui, karena sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. (Hr. Turmudzi).
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
09:36
Link ke posting ini
2
komentar
Kamis, 07 Januari 2010
BERBUAT SEKARANG ATAU MENYESAL
Adi, tulisan ini sangat membakar semangat dan patut anda renungkan :
Seorang anak akan berkata :” Nanti ketika aku menjadi seorang Remaja………………….”
Saat Remaja dia akan berkata :” Nanti ketika aku menjadi Dewasa……………………”
Selanjutnya ketika telah menjadi Dewasa, dia akan berkata :”Nanti setelah aku menikah………”
Begitu seterusnya setelah menikah, dan beberapa periode dilaluinya, ternyata pikirannya selalu terus berubah.
Dia pun terus berkata :” Nanti ketika aku sudah mampu mandiri…..”
Apa yang terjadi ketika masa tua menghampirinya, dan kematian seolah berada di depan mata, Dia baru melihat ke belakang, tiupan angin sejuk seolah membakarnya.
Dia kemudian menyesal. Sungguh kehidupannya telah hilang, berlalu tanpa bisa menghiasi detik demi detik hidupnya dengan sesuatu yang berkesan.
Kalau kita saat ini berdiam diri saja atau hanya meratapi sesuatu sesuatu yang sudah jelas lepas, bisa dipastikan kita akan menyesal di kemudian hari atas sikap diam kita hari ini.
Masih ingatkan nasehat Guru mu Adi, agar isi hari-harimu dengan banyak kegiatan, jangan terus berdiam diri. Bukankah banyak orang sukses diberbagai bidang bisnis, tapi juga sukses dalam berbagai kegiatan sosial, sukses dalam bidang pendidikan (sebagai dosen), dan sukses dibidang lain. padahal waktu yang mereka miliki juga sama yaitu setahun 12 bulan 365 hari 8760 jam. mari terus berkarya, dan isi waktu-waktu mu, jangan ada penyesalan.
Renungkan ya.....................
Duh jadi ingat Kalimat Orang Bijak :
Ambilah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan.
Ambilah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi.
Ambilah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.
Ambilah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.
Ambilah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.
Ambilah waktu untuk tertawa, itu adalah music yang menggetarkan hati.
Ambilah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa berarti.
Ambilah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.
Ambilah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju surga.
“Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal sholeh, dan saling nasehat-menasehati dalam menetapi kebenaran dan nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran” (QS. Al-Ashr / 103:1-3)
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
10:10
Link ke posting ini
0
komentar
Rabu, 25 November 2009
Mendaki Bukit Gunung Gede / Cibodas Bersama Orang-Orang Sholeh.
Assalamualaikum Wr. Wb. Adi Prayitno, senang menjumpai anda lagi dihari yang sangat cerah ini.
Sabtu kemarin(211109) kami Barisan Orang-Orang Soleh mencoba menjelajah Gunung Gede sampai air terjun Ciberum yang jaraknya sekitar 2-3 km dari parkiran cibodas. Tidak jauh memang, kami hanya mengambil nilai kebersamaannya saja. Bagi saya pendakian bukit ini terasa tidak begitu menyulitkan, karena jalan di sepanjang rute sudah tersedia, yang memberatkan justru karena pendakian ini diiringi hujan deras sehingga menghambat perjalanan.
Pendakian bukit disaat hujan pernah juga dilakukan beberapa tahun lalu sewaktu menyusuri Hutan di Kalimantan Barat di temani beberapa rekan beragama Islam dan penduduk setempat suku dayak yang beragama Nasrani. Saat berangkat memang cuaca sangat cerah, tapi dalam perjalanan ternyata rintik hujan turun. Dengan sigap penduduk setempat suku dayak yang nota bene beragama Nasrani segera membuatkan kami pondokan dari batang-batang kayu dengan atap dedaunan, tanpa diduga sama sekali mereka mengatakan “waktu zuhurkan sdh dekat, nanti rekan-rekan yang beragama Islam dapat sholat disini”. Subahanalloh sangat baiknya kalian gumamku, memikirkan tempat istirahat dan sholat bagi kami yang beragama Islam, semoga kalian mendapat balasan yang lebih dari Alloh swt .
Alloh tidak menyiakan-nyiakan doa kami, karena beberapa tahun kemudian kami mendengar beberapa orang dari mereka menjadi Mualaf (Melayu yang beragama Muslim). Alhamdulillah, walaupun sedang melaksanakan pendakian bukit, sholat dapat dilakukan tepat waktu tidak ada alasan dan halangan sama sekali.
Disaat liburan kuliah di Bogor juga pernah dengan sahabat-sahabat pengajian (asistensi agama Islam) melaksanakan pendakian ke kawah Gunung Salak. Mereka memang sahabat kuliahku yang sangat taat ibadahnya, disaat jam menunjukan pukul 12.00 wib, kami sudah sibuk mencari sumber air dan arah kiblat untuk melaksanakan sholat tepat waktu. Selesai sholat pendakian dilanjutkan sampai ketempat tujuan, dan cepat kembali agar tidak kesorean untuk melaksanakan sholat Azhar di masjid kampung terdekat. Mereka memang selalu ingin melaksanakan sholat di tepat waktu, bahkan disaat kuliah sdg berlangsungpun bila sdh masuk waktu sholat mereka dgn segera meninggalkan kelas untuk sholat.
Alhamdulillah Adi, kepribadian mereka menular kepada ku, sehingga hati ini kok belum tenang jika belum melaksanakan sholat di tepat waktu baik itu di saat jam kuliah, jam kerja, berpergian ke luar kota, atau pendakian bukit.
Pendakian bukit di hari sabtu kemarin mungkin merupakan pendakian yang kesekian kali, tapi kali ini kami lakukan dengan santai, penuh sendagurau.
Sampai tujuan air terjun cibereum, Mata ini celingukan kekanan kiri, yang di cari bukan tempat istirahat atau air terjun, tetapi dimana saya dapat melaksanakan sholat zhuhur, ternyata tidak tersedia musholah , waduh hati ini sdh mulai galau, maunya sih cepat-cepat turun agar segera dapat sholat neh.
Selesai pemotretan hati ini semakin galau, kamipun menuruni bukit di jalur yang sama. Maunya sih jalan dengan cepat agar dpt segera sholat dah. Tujuan utama naik gunung agar lebih dapat melihat kekuasaan Alloh, dan lebih memantapkan hati atas semua kekuasaan dan perintahNYA , ini malah sholat terlambat begini ya ? Duh jika hati bisa teriak dan menangis, mungkin akan teriak dan menangis sekencang-kencangnya.
Ya Alloh ya Tuhanku maafkan atas kesalahan, kesengajaan, dan kesia-siaan ini, atau mungkin memang hambaMu ini yang salah selalu tidak menggunakan fasilitasMu untuk menJama’ sholat. Hanya Engkau yang tahu apa yang ada dalam hati ini. HambanMU ini janji ya Alloh hanya ingin menggunakan semua fasilitasMU jika benar-benar kepepet.
Hati semakin galau dan gelisah saat kemacetan terjadi di jalan pulang, terbayang sudah sholat magrib tertinggal. Ya Alloh, perjalanan ini sudah cukup menjadi pelajaran berharga untuk tidak terulang kembali di masa datang, yang akan menghalangi kedekatanku padaMu.
Terbayang kemarahan anak-anakku jika tahu orangtuanya menyia-nyiakan waktu, padahal di rumah selalu mengingatkan mereka agar sholat tepat waktu, dan pergunakan waktu seefektif mungkin untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Seharusnya disaat-saat semacam ini biasanya kami (bersama anak-anak) sedang berkumpul atau jalan bersama. Teringat pesan istimewa: hanya amal jariah, ilmu bermanfaat, dan anak-anak sholeh yang selalu mendoakan orangtuanya yang akan membantu kehidupan kita di akhirat kelak. Duh merasa bersalah, maafkan Ayahmu ini anakku……….
Masih ingatkan Adi nasehat guru kita dari Hadi Qudsi ?
Alloh berfirman : Wahai anak cucu Adam! Aku heran, bagaimana mungkin orang yang mengetahui pasti akan mengalami kematian, masih bisa bergembira!? Aku heran, bagaimana mungkin orang yang mengetahui pasti akan dihisab, masih saja gemar menimbun harta!?
Aku heran, bagaimana mungkin orang mengetahui pasti akan dimasukan ke dalam kubur sendirian, masih bisa tertawa!? Aku heran, bagaimana mungkin orang yang mengetahui pasti datangnya hari akhirat, masih bisa santai!?
Aku heran, bagaimana mungkin orang mengetahui dunia dan isinya pasti akan sirna, masih saja merasa tenang.
Sekali lagi Ampuni kesalahan diri ini yang telah melalaikan perintahMu ya Alloh…………….
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
09:50
Link ke posting ini
0
komentar
Selasa, 20 Oktober 2009
AIR MATA KEBAHAGIAAN ATAU KESEDIHAN DI SAAT MILAD (HUT), RENUNGKANLAH !
Air Mata Kebahagiaan atau Kesedihan di saat Milad (HUT), renungkanlah !
Assalamualaikum Wr. Wb. Adi Prayitno, di bulan Oktober ini sahabat terbaik saya berulang tahun untuk yang kesekian kalinya. Perjalanan panjang sudah dilaluinya dengan penuh suka duka sejak kecil dalam dekapan orang tua, remaja, sampai dewasa. Alhamdulillah so far so good, semoga di sepanjang hidupnya ke depan akan selalu mendapatkan kebahagiaan dan keberkahan. Amin.
Tapi kalau di pikir-pikir sebenarnya apa sih makna dari Hari Ulang Tahun (HUT / MILAD), apakah bahagia dengan bertambahnya umur atau bersedih dengan berkurangnya umur ? Bagi sebagian orang, khususnya anak-anak, HUT bermakna kebahagiaan karena dapat merayakannya bersama kawan-kawan sepermainan, bernyanyi dan berdoa semoga dipanjangkan umurnya, diberikan kebahagiaan dan keberkahan kedepan. Bagi orang dewasa justru HUT seharusnya dijadikan sebagai saat instrospeksi diri terhadap tindakan, amal ibadah kita selama setahun lalu, dan berupaya untuk lebih mendewasakan diri, merenungkan diri, dan merencanakan langkah ke depan yang lebih membahagiakan. Ya, air mata kebahagiaan dan kesedihan kadang muncul disaat HUT ini. Disarankan dalam melewati hari khusus ini sebaiknya berdoa :” Ya Alloh Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anygerahkan kepadaku dan kepada Ibu Bapakku, serta untuk mengerjakan amal sholeh yang telah Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberikan kebaikan kepada anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepadaMu, dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (Al-Ahqaf : 15).
Banyak sahabat-sahabat terbaiknya mengucapkan selamat HUT / MILAD, bahkan beberapa hari sebelumnya ada sahabat terbaiknya yang mengucapkan via sms: “Met milad my big (baca Old) sholeh brother, semoga dipanjangkan umurnya dalam keberkahan dilancarkan rejekinya, dan lebih banyak memberi manfaat untuk ummat”. Amin.
Hmmmm, doa yang membahagiakan sekali. Sahabat terbaik hanya dapat mengucapkan banyak terima kasih, karena yang bersangkutan sedang menyepikan / instrospeksi diri di suatu tempat yang indah dan menentramkan. Insya Alloh hari kamis siang sudah dapat kembali ke Jakarta, karena kamis malam akan ikut silaturahmi dengan rekan-rekan Barisan Orang Sholeh (BOS).
Adi, sebenarnya Air mata kebahagiaan atau kesedihan tidak saja terjadi pada saat HUT, bahkan ini dapat terjadi pada setiap kegiatan muslim. Rasululloh saja sering meneteskan air mata di setiap peristiwa, misalnya saat melihat kemelaratan anaknya Fatimah, saat teringat Ibundanya, saat teringat nasib ummatnya, saat melihat kasih sayang diantara para sahabatnya, atau saat menghayati isi Al Quran.
Duh Rasullulloh saja sampai demikian, kapan terakhir anda meneteskan air mata Adi Prayitno.?
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
10:43
Link ke posting ini
0
komentar
Senin, 12 Oktober 2009
BUKA TOPENG MU DAN JANGAN JADI PENIPU AGAMA
Ramadhan sudah berlalu Adi Prayitno, Idhul Fitri pada awal Syawal pun hari demi hari akan berlalu. Adi Prayitno, apakah Ramadhan mu akan berlalu dengan sia-sia ?, apakah ibadahmu selama bulan suci itu akan sirna pasca syawal dengan tindakan-tindakan bodoh penuh lumuran dosa yang engkau lakukan hari demi hari ? , Apakah engkau menyukai predikat pemintal yang menguraikan kembali kain istimewa helai demi helai ? Astafirullah, jangan Adi, dan ingatlah masa depan mu penuh gemilang dengan kebahagiaan dan keindahan.
Adi, terus terang di bulan syawal ini saya masih instropeksi diri terhadap apa-apa yang telah dilakukan sebelum Ramadhan, selama Ramadhan, dan pasca Ramadhan di bulan Syawal ini. Apakah selama ini perilaku saya laksana “Manusia Topeng” yang memerankan scenario sesuai tuntutan propesi. Di suatu saat menggunakan Topeng Iman supaya dipuji orang sebagai manusia beriman, dan di suatu saat lain menggunakan Topeng Setan untuk mengeruk keuntungan pribadi ( Astafirullah, Aku berlindung kepada Alloh dari godaan Setan yang terkutuk).
Adi, saya pernah membaca Hikmah Kehidupan yang sangat menarik, semoga ini dapat menjadi renungan mu :
Abu Hurairah ra, sebagaimana diriwayatkan Muslim dan Ahmad, berkata bahwa Nabi Saw bersabda :
1. sesungguhnya orang yang pertama yang akan diputuskan pada hari Kiamat kelak adalah orang yang mati Syahid. Maka dihadapkan kepada Alloh dan diingatkan kepadanya akan nikmat2 yang telah diberikan, dan hal itu dilakukannya. Kemudian ditanya oleh Alloh, “Lalu, apakah amalanmu dalam nikmat itu ?”
Jawabnya:” Aku telah berperang untuk Mu hingga mati syahid.”
Maka Alloh berfirman:”Dusta kamu, tapi kamu berperang untuk dikenal sebagai pahlawan yang gagah berani.” Lalu ia diseret oleh Malaikat dan diperintahkan untuk dilempar ke dalam api neraka.
2. Yang kedua dihadapkan kepada Alloh adalah orang yang belajar ilmu agama dan mengajarkannya, serta pandai membaca Alquran. Maka diberinya tentang nikmat2 yang telah ia peroleh dan ia mengakuinya. Lalu ditanya :”Apakah amalanmu di dalamnya ?”
Jawabnya :” Aku telah belajar ilmu untukMu dan mengajarkannya, serta membaca Alquran untuk Mu.”
Alloh berfirman:” Dusta Engkau, tetapi engkau belajar ilmu agar mendapat gelar alim, membaca Alquran agar mendapat gelar qari, dan engkau sdh menikmatinya di dunia:”, kemudian diperintahkan kepada Malaikat untuk mencampakannya ke dalam api neraka.
3. Orang ketiga dihadapkan kepada Alloh adalah yang diluaskan rejekinya dan diberi oleh Alloh berbagai kekayaan. Maka diberitakan kepadanya tentang nikmat yang telah diberikan oleh Alloh kepadanya, dan ia mengakuinya. Lalu ditanya:” Apakah amalanmu di dalamnya?”
Jawabnya :”Tiada suatu jalan pun yang Engkau perintahkan mendermakan harta di dalamnya, melainkan telah saya dermakan harta di dalamnya untukMu.”
Alloh berfirman:” Dusta Engkau, tetapi engkau mendermakan harta itu agar disebut Dermawan, dan telah dikenal demikian di dunia.”, maka Alloh kemtuudian memerintahkan Malaikat untuk melempar orang itu kedalam neraka.
Seseorang datang bertanya kpd Rasulullah:” Apakah yangmenjadi penyelamat kelak (di hari kiamat) ya Rasululloh.? Jawab Rasululloh:” Jangan menipu atau mempermainkan Alloh.”
Tanyanya lagi:” Apa maksudnya menipu dan mempermainkan Alloh?” Jawab Rasululloh:”Mengerjakan perintah Alloh dan ajaran Rasululloh bukan bertujuan untuk mendapat ridho Alloh, tapi untuk mencapai kepentingan 2 kpd orang lain. Karena itu berhati-hatilah kamu kepada Riya, karena riya berarti Syirik tehadap Alloh. Orang Riya itu pada hari kiamat kelak akan dipanggil di muka umum dengan nama yaitu Hai Kafir, Hai orang yg durhaka, Hai orang merugi, sia2 saja amalanmu selama di dunia dan batal (hilang) sudah pahalamu.”
Adi, takut juga ya membaca Hikmah Kehidupan ini.? Hikmah ini kok makin mengingatkan mimpi seram dulu saat masa-masa SMP. Di saat tidur siang di bulan Ramadhan setelah lelah bermain, sholat dan membaca Alquran, ada orang berkata dalam mimpi:” sok beribadah, beriman, sholat, baca Alquran, kelak kamu akan masuk Neraka.” Terbangun dan takut dengan kata-kata itu, lalu menangis sejadi-jadinya. Untung pada saat itu orang tua (Ibu) datang dari kantornya, yang menenangkan hati agar tetap tenang, sabar dan terus beribadah dengan baik.
Mimpi ini terus terniang di telinga dan kalbu sampai saat ini dan tidak akan pernah hilang dari ingatan. Mimpi ini membuatku pasrah dengan takdir Alloh, berusaha melakukan terbaik untuk mendapatkan nilai terbaik dihadapan Alloh (Ridho Alloh), selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini, berusaha mencari dan merapat ke sahabat – sahabat yang bisa memotivasi kehidupan kini dan nanti.
Demikian sekilas renunganku Adi Prayitno, disarankan segera buka dan buang seluruh Topeng-topeng mu, janganlah menjadi penipu agama Alloh, tetaplah beribadah semata untuk menggapai Ridho Alloh. Tidak lupa ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh sahabat / saudara muslim sejak SMP, SMA, kuliah di IPB, kuliah di UI, dan sahabat / saudara ku kini yang telah dengan ikhlas menemani dan mengantarkan kehidupan penuh keindahan kini dan nanti. Insya Alloh.
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
09:10
Link ke posting ini
0
komentar
Senin, 14 September 2009
Itikaf Ramadhan
Assalamualaikum Wr. Wb. Adi Prayitno
Sabtu malam kemarin merupakan malam ke 23 di bulan Ramadhan, Timing nya bagus banget neh untuk melakukan itikaf di malam-malam terakhir di bulan Ramadhan, itikaf malam ganjil besoknya libur dan bisa istirahat full di rumah. Sejak minggu lalu sudah janjian sama rekan-rekan untuk itikaf bareng di masjid At-Tiin Taman Mini Indonesia Indah.
Ternyata pemikiran saya, sama dengan pemikiran orang beriman lainnya yang ingin memanfaatkan momen-monen terakhir bulan Ramadhan. Selesai sholat Tarawih di Masjid dekat rumah, langsung berangkat ke masjid At-Tiin. Benar dugaan saya masjid At-Tiin penuh dengan manusia yang ingin mendekatkan diri ke Khaliknya, setiap sudut masjid penuh dengan orang-orang sholeh, dewasa, remaja dan anak-anak, sehingga kita (saya dan rekan2) sulit untuk mencari tempat untuk beristirahat. Mungkin karena Niat dan semangat beritikaf, saya pribadi tidak terlampau terganggu dengan banyaknya peserta itikaf, malah kok kagum ya dengan mereka-mereka. Tua, muda dan anak-anak mencoba mendekatkan diri kepada Alloh, tiduran di lantai Masjid yang keras dan dingin, padahal kalau sekedar ingin tidur nyenyak di rumahnya mungkin bisa tidur lebih nyenyak dengan springbed empuk dan bantal guling yang nyaman.
Adi, percaya nggak sih, kok saya malam itu tidak terasa mengantuk ya? Mungkin karena Itikaf ku ditemani 2 rekan yang sholeh dan ikhlas menemani saya. Terimakasih ya atas pertemanan kalian, terimakasih juga sudah mentraktir saya shahur, mudah-mudahan berkah. Sorry nggak bisa temanin di masjid sampai siang, karena janji ke anak-anak mau beliin ikan Koi di jatinegara.
Aktivitas itikaf yang sangat terasa mengharukan dan tidak terlupakan adalah saya diberi kesempatan untuk melakukan Sholat Qiyamulail berjamaah 11 rakaat, terdiri 2 rakaat sebanyak 4 kali dan 3 rakaat witir. Berhubung witir sudah dilakukan saat Sholat tarawih, sehingga hanya melakukan sholat 8 rakaat. Ternyata yang mengharukan justru sholat witirnya yang ditutup dengan doa-doa yang membuat jiwa ini terharu, sehingga hampir semua peserta sholat tidak tahan menahan tangisnya.
Ternyata sholat Qiyamullail ini membuat saya rindu untuk kembali ke masjid At-Tiin. Malam berikutnya selesai buka Puasa bersama di rumah adik di Pinangranti Mansion, dan sholat tarawih 8 rakaat. Sengaja tidak melakukan sholat witir, karena mengharap dapat melakukan witir saat qiyamullail. jam 21 saya sekeluarga (bersama istri dan anak) tiba di masjd At-Tiin, ternyata masjid At-Tiin agak sepi tidak seramai malam lalu, sehingga mudah cari posisi mantap untuk anak istri beristirahat, kalau saya niat menghabiskan waktu dilantai utama Masjid.
Selesai wudhu, saya dan fahry (jendralku) langsung ke lantai utama untuk sholat sunnah dan tadarus Alquran. Menjelang tengah malam lampu majid dimatikan, Fahry saya anjurkan untuk tidur agar besok pagi mudah dibangunkan untuk makan shahur, sedang saya bergeser ke pinggir masjid yang masih nampak terang untuk melanjutkan Tadarus diselingi dengan sholat sunnah. Sambil menunggu pengumuman sholat Qiyamullail, saya berbaring disamping fahry, memejamkan mata, sekali-kali membuka mata melirik jam di HP, dan melihat sekeliling rekan ada yang tertidur nyenyak, ada yang masih sholat, dan ada yang masih membaca quran ditengah kegelapan.
Menjelang jam 3 ada pengumuman dari panitia, tetapi bukan pengumuman pelaksanaan sholat Qiyamullail, tetapi pengumuman pengambilan nasi box bagi yang memiliki kupon. Wah agak kecewa neh hati, kok nggak ada sholat. Saya bangunkan fahry untuk pindah kebawah, sementara saya berwudhu dan sholat beberapa rakaat dengan penutup 3 rakaat witir. Selesai sholat saya turun, beli nasi bungkus dan makan shahur sekeluarga. Tidak menunggu sampai waktu shubuh, selesai bersih-bersih kamipun langsung pulang.
Ini cerita ringkas Itikafku di masjid At-Tiin, kok jadi rindu ya ingin lagi mengisi malam-malam akhir Ramadhan dengan Itikaf disana. Saking Rindunya, malam ke 27 dan 29 walau terasa tidak enak badan, demi full niat mendekatkan diri dan mengharapkan Ridhonya, saya dan Fahry (putra sekaligus sahabat setiaku) tetap hadir di Masjid At-Tiin sampai sholat Qiyamullail.
Bagaimana, dan apa yang telah engkau lakukan untuk mengisi malam-malah akhir Ramadhanmu Adi Prayitno ? Cerita ini semoga bermanfaat dan menginspirasimu.
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
13:10
Link ke posting ini
1 komentar
Jumat, 11 September 2009
Malam Lailatul Qodhar (malam ganjil di sepuluh terakhir Ramadhan)
Assalamualaikum Wr. Wb Adi Prayitno, Hari ini sudah masuk ke malam sepuluh terakhir looo Adi, kalau dikelompokan 10 hari Ramadhan Pertama adalah Rahmah, dimana Alloh berkenan menurunkan karuniaNya kepada para hambanya. Sepuluh hari kedua disebut Maghfiroh, dimana Alloh berkenan memberikan ampunanNya. Sepuluh terakhir inilah disebut Itqum Minannaar, dimana kita akan terbebas dari api neraka.
Pak Ustat di masjid cerita bahwa rahmah dan maghfirah akan menyirami hamba-hamba yang melakukan puasa Ramadhan dengan penuh Iklas dan kesungguhan (imanan Wahtisaban), sedangkan Itqum Minannaar akan dialami kelak di yaumil akhir sebagai pahala orang-orang yang berpuasa Ramadhan dimana api neraka enggan menyentuh orang berpuasa selama hidupnya.
Waduh luar biasa neh Adi manfaat 10 malam terakhir, tambah semangat nyyuuuuuk, jangan cari penyakit, jaga stamina, badan jangan lemes dong...... Semangat.....Semangat...........terus baca Alquran dan tafsirnya. Selamat sampai tujuan akhir yang manis.
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
15:04
Link ke posting ini
0
komentar
Senin, 07 September 2009
Malam Nuzulul Qur'an (malam ke 17 Ramadhan)
Assalamualaikum Wr. Wb Adi Prayitno (http://arrahmandistro.blogspot.com/) , bagaimana Ramadhanmu, apa yang telah kamu isi untuk bulan suci Ramadhan ini ?
Adi, semalam merupakan malam Nuzulul Qur'an, yaitu malam mulai diturunkannya AlQuran, tepat di malam ke 17 Ramadhan. Kita sebagai jamaah masjid ditanya oleh Pak Ustat, sudah sampai mana bacaan AlQuran kita, sudah Qatam ? atau baru 20 Juz ? atau 10 Juz ? atau sibuk terus membuat Juz buah setiap hari jadi tidak sempat baca Alquran ? Hehehe pak Ustatnya bercanda.......kemudian dilanjutkan candanya dengan kata-kata "Hari gene belum Qatam ?"
kami perhatikan Adi, banyak jamaah masjid yang menundukan kepala, mungkin maksudnya memikirkan diri ya, apa yang telah dilakukan untuk Ramadhannya. Itu hanya dugaan saja looo, tapi mungkin ada yang malu kepada Ustatnya karena belum berbuat banyak, atau mungkin ada yang merendahkan diri karena sudah Qatam membaca quran berulang-ulang kali.
Adi, secara pribadi saya niatkan sebelum bulan Ramadhan datang untuk full beribadah dan membaca Alquran minimal 2 x Qatam. Untuk itu mohon maaf seribu maaf, kepada semua rekan yang telah mengundang buka puasa bersama, karena niat ini maka saya tidak bisa hadir dalam kegiatan buka puasa bersama. Padahal memang ini sdh menjadi tradisi, setiap ramadhan tidak pernah ada kegiatan buka puasa bersama. Makan malam/siang bersama dilakukan menjelang Ramadhan sambil silaturahmi dan bermaaf-maafan atau nanti setelah Ramadhan sambil merayakan Idhul Fitri. Sempat terpikir juga sih kenapa saya mengecewakan undangan saudara2 untuk silaturahmi buka puasa bersama?, tapi ya itu tadi Niat penuh yang tidak bisa dihalang-halangi. Tapi janji setelah target terpenuhi kita akan segera silaturahmi.
Karena niat penuh tersebut, dan pastinya pertolongan Alloh, diminggu pertama Alhamdulillah sudah dapat qatam. Kaget juga kok bisa ya, percaya atau tidak sepertinya ini bukan perbuatan saya semata, ini pertolongan Alloh. Sujud syukur ku panjatkan padaMu ya Alloh dengan linangan air mata. Terasa jiwa ini reborn, dan memang ini yang diinginkan oleh setiap muslim untuk terlahir kembali putih bersih setelah bulan Ramadhan kembali ke Fitri. Cita-cita reborn ini memang sudah diniatkan, karena seminggu sebelumnya sdh memesan 2 ekor kambing untuk dimasak sebagai tanda aqiqah diri, satu dikirim ke rumah saudara yang mengundang buka puasa bersama, dan satu dikirim ke rumah pribadi untuk dibagikan ke saudara dan tetangga terdekat.
Pembacaan Ayat-Ayat Alquran terus dilakukan disela-sela ibadah harian untuk mencari nafkah bagi anak istri di rumah, ataupun malam hari di rumah sambil menemani anak istri beribadah. Minggu kedua Alhamdulliah target tercapai untuk mengqatamkan Alquran sebanyak 2x. Subahanalloh, Alhamdullah, walaillaha illalloh, wallohu akbar, butiran air mata tanda haru menetes dari sela-sela pelupuk mata. ya Alloh Engkau sedang menunjukkan rahmatMu kepada hambaMu yang penuh dengan khilaf dan Dosa ini, ampuni semua kesalahanku selama ini ya Alloh.
Langkahku benar-benar diringankan, Niat penuhku benar-benar mendapat rahmat Alloh, mungkin ini benar niat baik sudah dicatat sebagai pahala kebaikan. Subahanalloh, hari-hari diluar bulan Ramadhan sangat sulit sekali untuk bangun malam, ternyata Ramadhan ini memberi semangat baru, mudah sekali untuk bangun malam, sholat Tahajut, membaca Alquran, bantu istri menyiapkan makan shahur, dan membangunkan anak2 yang masih sulit sekali untuk makan shahur. Alhamdulillah putriku Ramadhan ini sdh mencoba untuk berpuasa fullday, dan alhamdulillah so far so good, semoga berhasil sampai Ramadhan berakhir.
Target Qatam sudah tercapai, sekarang kegiatan membaca Alquran dilanjutkan dengan membaca kandungan artinya, sempat terbesik di hati kenapa tidak coba mulai kembali menghafalkan Alquran ? Dulu menangis karena belum bisa mengqatamkan Alquran, Alhamdulillah sekarang sudah bisa. Sudah banyak orang yang hafal Alquran yang sempurna ini, inilah salah satu cara Alloh menjaga kemurnian Alquran, tidakkah ingin seperti mereka yang berusaha menghafalkannya ? Hmmmm bisikan hati ini sangat menggoda perasaan.
Kegiatan Ramadhan mulai diperlonggar untuk bersilaturahmi dengan saudara2, dan sudah janji untuk beritikaf bareng2 di Masjid At-Tiin Taman Mini Indonesia Indah. Semoga terlaksana. Amin.
Adi Prayitno, ini sekelumit curhatku dalam mengisi Ramadhan ini, semoga bermanfaat. Sampai ketemu di tulisan yang lain Insya Alloh.
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
15:25
Link ke posting ini
0
komentar




