Air Mata Kebahagiaan atau Kesedihan di saat Milad (HUT), renungkanlah !
Assalamualaikum Wr. Wb. Adi Prayitno, di bulan Oktober ini sahabat terbaik saya berulang tahun untuk yang kesekian kalinya. Perjalanan panjang sudah dilaluinya dengan penuh suka duka sejak kecil dalam dekapan orang tua, remaja, sampai dewasa. Alhamdulillah so far so good, semoga di sepanjang hidupnya ke depan akan selalu mendapatkan kebahagiaan dan keberkahan. Amin.
Tapi kalau di pikir-pikir sebenarnya apa sih makna dari Hari Ulang Tahun (HUT / MILAD), apakah bahagia dengan bertambahnya umur atau bersedih dengan berkurangnya umur ? Bagi sebagian orang, khususnya anak-anak, HUT bermakna kebahagiaan karena dapat merayakannya bersama kawan-kawan sepermainan, bernyanyi dan berdoa semoga dipanjangkan umurnya, diberikan kebahagiaan dan keberkahan kedepan. Bagi orang dewasa justru HUT seharusnya dijadikan sebagai saat instrospeksi diri terhadap tindakan, amal ibadah kita selama setahun lalu, dan berupaya untuk lebih mendewasakan diri, merenungkan diri, dan merencanakan langkah ke depan yang lebih membahagiakan. Ya, air mata kebahagiaan dan kesedihan kadang muncul disaat HUT ini. Disarankan dalam melewati hari khusus ini sebaiknya berdoa :” Ya Alloh Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anygerahkan kepadaku dan kepada Ibu Bapakku, serta untuk mengerjakan amal sholeh yang telah Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberikan kebaikan kepada anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepadaMu, dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (Al-Ahqaf : 15).
Banyak sahabat-sahabat terbaiknya mengucapkan selamat HUT / MILAD, bahkan beberapa hari sebelumnya ada sahabat terbaiknya yang mengucapkan via sms: “Met milad my big (baca Old) sholeh brother, semoga dipanjangkan umurnya dalam keberkahan dilancarkan rejekinya, dan lebih banyak memberi manfaat untuk ummat”. Amin.
Hmmmm, doa yang membahagiakan sekali. Sahabat terbaik hanya dapat mengucapkan banyak terima kasih, karena yang bersangkutan sedang menyepikan / instrospeksi diri di suatu tempat yang indah dan menentramkan. Insya Alloh hari kamis siang sudah dapat kembali ke Jakarta, karena kamis malam akan ikut silaturahmi dengan rekan-rekan Barisan Orang Sholeh (BOS).
Adi, sebenarnya Air mata kebahagiaan atau kesedihan tidak saja terjadi pada saat HUT, bahkan ini dapat terjadi pada setiap kegiatan muslim. Rasululloh saja sering meneteskan air mata di setiap peristiwa, misalnya saat melihat kemelaratan anaknya Fatimah, saat teringat Ibundanya, saat teringat nasib ummatnya, saat melihat kasih sayang diantara para sahabatnya, atau saat menghayati isi Al Quran.
Duh Rasullulloh saja sampai demikian, kapan terakhir anda meneteskan air mata Adi Prayitno.?
Reach Succes For Our Business.
Selasa, 20 Oktober 2009
AIR MATA KEBAHAGIAAN ATAU KESEDIHAN DI SAAT MILAD (HUT), RENUNGKANLAH !
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
10:43
Link ke posting ini
0
komentar
Senin, 12 Oktober 2009
BUKA TOPENG MU DAN JANGAN JADI PENIPU AGAMA
Ramadhan sudah berlalu Adi Prayitno, Idhul Fitri pada awal Syawal pun hari demi hari akan berlalu. Adi Prayitno, apakah Ramadhan mu akan berlalu dengan sia-sia ?, apakah ibadahmu selama bulan suci itu akan sirna pasca syawal dengan tindakan-tindakan bodoh penuh lumuran dosa yang engkau lakukan hari demi hari ? , Apakah engkau menyukai predikat pemintal yang menguraikan kembali kain istimewa helai demi helai ? Astafirullah, jangan Adi, dan ingatlah masa depan mu penuh gemilang dengan kebahagiaan dan keindahan.
Adi, terus terang di bulan syawal ini saya masih instropeksi diri terhadap apa-apa yang telah dilakukan sebelum Ramadhan, selama Ramadhan, dan pasca Ramadhan di bulan Syawal ini. Apakah selama ini perilaku saya laksana “Manusia Topeng” yang memerankan scenario sesuai tuntutan propesi. Di suatu saat menggunakan Topeng Iman supaya dipuji orang sebagai manusia beriman, dan di suatu saat lain menggunakan Topeng Setan untuk mengeruk keuntungan pribadi ( Astafirullah, Aku berlindung kepada Alloh dari godaan Setan yang terkutuk).
Adi, saya pernah membaca Hikmah Kehidupan yang sangat menarik, semoga ini dapat menjadi renungan mu :
Abu Hurairah ra, sebagaimana diriwayatkan Muslim dan Ahmad, berkata bahwa Nabi Saw bersabda :
1. sesungguhnya orang yang pertama yang akan diputuskan pada hari Kiamat kelak adalah orang yang mati Syahid. Maka dihadapkan kepada Alloh dan diingatkan kepadanya akan nikmat2 yang telah diberikan, dan hal itu dilakukannya. Kemudian ditanya oleh Alloh, “Lalu, apakah amalanmu dalam nikmat itu ?”
Jawabnya:” Aku telah berperang untuk Mu hingga mati syahid.”
Maka Alloh berfirman:”Dusta kamu, tapi kamu berperang untuk dikenal sebagai pahlawan yang gagah berani.” Lalu ia diseret oleh Malaikat dan diperintahkan untuk dilempar ke dalam api neraka.
2. Yang kedua dihadapkan kepada Alloh adalah orang yang belajar ilmu agama dan mengajarkannya, serta pandai membaca Alquran. Maka diberinya tentang nikmat2 yang telah ia peroleh dan ia mengakuinya. Lalu ditanya :”Apakah amalanmu di dalamnya ?”
Jawabnya :” Aku telah belajar ilmu untukMu dan mengajarkannya, serta membaca Alquran untuk Mu.”
Alloh berfirman:” Dusta Engkau, tetapi engkau belajar ilmu agar mendapat gelar alim, membaca Alquran agar mendapat gelar qari, dan engkau sdh menikmatinya di dunia:”, kemudian diperintahkan kepada Malaikat untuk mencampakannya ke dalam api neraka.
3. Orang ketiga dihadapkan kepada Alloh adalah yang diluaskan rejekinya dan diberi oleh Alloh berbagai kekayaan. Maka diberitakan kepadanya tentang nikmat yang telah diberikan oleh Alloh kepadanya, dan ia mengakuinya. Lalu ditanya:” Apakah amalanmu di dalamnya?”
Jawabnya :”Tiada suatu jalan pun yang Engkau perintahkan mendermakan harta di dalamnya, melainkan telah saya dermakan harta di dalamnya untukMu.”
Alloh berfirman:” Dusta Engkau, tetapi engkau mendermakan harta itu agar disebut Dermawan, dan telah dikenal demikian di dunia.”, maka Alloh kemtuudian memerintahkan Malaikat untuk melempar orang itu kedalam neraka.
Seseorang datang bertanya kpd Rasulullah:” Apakah yangmenjadi penyelamat kelak (di hari kiamat) ya Rasululloh.? Jawab Rasululloh:” Jangan menipu atau mempermainkan Alloh.”
Tanyanya lagi:” Apa maksudnya menipu dan mempermainkan Alloh?” Jawab Rasululloh:”Mengerjakan perintah Alloh dan ajaran Rasululloh bukan bertujuan untuk mendapat ridho Alloh, tapi untuk mencapai kepentingan 2 kpd orang lain. Karena itu berhati-hatilah kamu kepada Riya, karena riya berarti Syirik tehadap Alloh. Orang Riya itu pada hari kiamat kelak akan dipanggil di muka umum dengan nama yaitu Hai Kafir, Hai orang yg durhaka, Hai orang merugi, sia2 saja amalanmu selama di dunia dan batal (hilang) sudah pahalamu.”
Adi, takut juga ya membaca Hikmah Kehidupan ini.? Hikmah ini kok makin mengingatkan mimpi seram dulu saat masa-masa SMP. Di saat tidur siang di bulan Ramadhan setelah lelah bermain, sholat dan membaca Alquran, ada orang berkata dalam mimpi:” sok beribadah, beriman, sholat, baca Alquran, kelak kamu akan masuk Neraka.” Terbangun dan takut dengan kata-kata itu, lalu menangis sejadi-jadinya. Untung pada saat itu orang tua (Ibu) datang dari kantornya, yang menenangkan hati agar tetap tenang, sabar dan terus beribadah dengan baik.
Mimpi ini terus terniang di telinga dan kalbu sampai saat ini dan tidak akan pernah hilang dari ingatan. Mimpi ini membuatku pasrah dengan takdir Alloh, berusaha melakukan terbaik untuk mendapatkan nilai terbaik dihadapan Alloh (Ridho Alloh), selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini, berusaha mencari dan merapat ke sahabat – sahabat yang bisa memotivasi kehidupan kini dan nanti.
Demikian sekilas renunganku Adi Prayitno, disarankan segera buka dan buang seluruh Topeng-topeng mu, janganlah menjadi penipu agama Alloh, tetaplah beribadah semata untuk menggapai Ridho Alloh. Tidak lupa ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh sahabat / saudara muslim sejak SMP, SMA, kuliah di IPB, kuliah di UI, dan sahabat / saudara ku kini yang telah dengan ikhlas menemani dan mengantarkan kehidupan penuh keindahan kini dan nanti. Insya Alloh.
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
09:10
Link ke posting ini
0
komentar
Senin, 14 September 2009
Itikaf Ramadhan
Assalamualaikum Wr. Wb. Adi Prayitno
Sabtu malam kemarin merupakan malam ke 23 di bulan Ramadhan, Timing nya bagus banget neh untuk melakukan itikaf di malam-malam terakhir di bulan Ramadhan, itikaf malam ganjil besoknya libur dan bisa istirahat full di rumah. Sejak minggu lalu sudah janjian sama rekan-rekan untuk itikaf bareng di masjid At-Tiin Taman Mini Indonesia Indah.
Ternyata pemikiran saya, sama dengan pemikiran orang beriman lainnya yang ingin memanfaatkan momen-monen terakhir bulan Ramadhan. Selesai sholat Tarawih di Masjid dekat rumah, langsung berangkat ke masjid At-Tiin. Benar dugaan saya masjid At-Tiin penuh dengan manusia yang ingin mendekatkan diri ke Khaliknya, setiap sudut masjid penuh dengan orang-orang sholeh, dewasa, remaja dan anak-anak, sehingga kita (saya dan rekan2) sulit untuk mencari tempat untuk beristirahat. Mungkin karena Niat dan semangat beritikaf, saya pribadi tidak terlampau terganggu dengan banyaknya peserta itikaf, malah kok kagum ya dengan mereka-mereka. Tua, muda dan anak-anak mencoba mendekatkan diri kepada Alloh, tiduran di lantai Masjid yang keras dan dingin, padahal kalau sekedar ingin tidur nyenyak di rumahnya mungkin bisa tidur lebih nyenyak dengan springbed empuk dan bantal guling yang nyaman.
Adi, percaya nggak sih, kok saya malam itu tidak terasa mengantuk ya? Mungkin karena Itikaf ku ditemani 2 rekan yang sholeh dan ikhlas menemani saya. Terimakasih ya atas pertemanan kalian, terimakasih juga sudah mentraktir saya shahur, mudah-mudahan berkah. Sorry nggak bisa temanin di masjid sampai siang, karena janji ke anak-anak mau beliin ikan Koi di jatinegara.
Aktivitas itikaf yang sangat terasa mengharukan dan tidak terlupakan adalah saya diberi kesempatan untuk melakukan Sholat Qiyamulail berjamaah 11 rakaat, terdiri 2 rakaat sebanyak 4 kali dan 3 rakaat witir. Berhubung witir sudah dilakukan saat Sholat tarawih, sehingga hanya melakukan sholat 8 rakaat. Ternyata yang mengharukan justru sholat witirnya yang ditutup dengan doa-doa yang membuat jiwa ini terharu, sehingga hampir semua peserta sholat tidak tahan menahan tangisnya.
Ternyata sholat Qiyamullail ini membuat saya rindu untuk kembali ke masjid At-Tiin. Malam berikutnya selesai buka Puasa bersama di rumah adik di Pinangranti Mansion, dan sholat tarawih 8 rakaat. Sengaja tidak melakukan sholat witir, karena mengharap dapat melakukan witir saat qiyamullail. jam 21 saya sekeluarga (bersama istri dan anak) tiba di masjd At-Tiin, ternyata masjid At-Tiin agak sepi tidak seramai malam lalu, sehingga mudah cari posisi mantap untuk anak istri beristirahat, kalau saya niat menghabiskan waktu dilantai utama Masjid.
Selesai wudhu, saya dan fahry (jendralku) langsung ke lantai utama untuk sholat sunnah dan tadarus Alquran. Menjelang tengah malam lampu majid dimatikan, Fahry saya anjurkan untuk tidur agar besok pagi mudah dibangunkan untuk makan shahur, sedang saya bergeser ke pinggir masjid yang masih nampak terang untuk melanjutkan Tadarus diselingi dengan sholat sunnah. Sambil menunggu pengumuman sholat Qiyamullail, saya berbaring disamping fahry, memejamkan mata, sekali-kali membuka mata melirik jam di HP, dan melihat sekeliling rekan ada yang tertidur nyenyak, ada yang masih sholat, dan ada yang masih membaca quran ditengah kegelapan.
Menjelang jam 3 ada pengumuman dari panitia, tetapi bukan pengumuman pelaksanaan sholat Qiyamullail, tetapi pengumuman pengambilan nasi box bagi yang memiliki kupon. Wah agak kecewa neh hati, kok nggak ada sholat. Saya bangunkan fahry untuk pindah kebawah, sementara saya berwudhu dan sholat beberapa rakaat dengan penutup 3 rakaat witir. Selesai sholat saya turun, beli nasi bungkus dan makan shahur sekeluarga. Tidak menunggu sampai waktu shubuh, selesai bersih-bersih kamipun langsung pulang.
Ini cerita ringkas Itikafku di masjid At-Tiin, kok jadi rindu ya ingin lagi mengisi malam-malam akhir Ramadhan dengan Itikaf disana. Saking Rindunya, malam ke 27 dan 29 walau terasa tidak enak badan, demi full niat mendekatkan diri dan mengharapkan Ridhonya, saya dan Fahry (putra sekaligus sahabat setiaku) tetap hadir di Masjid At-Tiin sampai sholat Qiyamullail.
Bagaimana, dan apa yang telah engkau lakukan untuk mengisi malam-malah akhir Ramadhanmu Adi Prayitno ? Cerita ini semoga bermanfaat dan menginspirasimu.
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
13:10
Link ke posting ini
1 komentar
Jumat, 11 September 2009
Malam Lailatul Qodhar (malam ganjil di sepuluh terakhir Ramadhan)
Assalamualaikum Wr. Wb Adi Prayitno, Hari ini sudah masuk ke malam sepuluh terakhir looo Adi, kalau dikelompokan 10 hari Ramadhan Pertama adalah Rahmah, dimana Alloh berkenan menurunkan karuniaNya kepada para hambanya. Sepuluh hari kedua disebut Maghfiroh, dimana Alloh berkenan memberikan ampunanNya. Sepuluh terakhir inilah disebut Itqum Minannaar, dimana kita akan terbebas dari api neraka.
Pak Ustat di masjid cerita bahwa rahmah dan maghfirah akan menyirami hamba-hamba yang melakukan puasa Ramadhan dengan penuh Iklas dan kesungguhan (imanan Wahtisaban), sedangkan Itqum Minannaar akan dialami kelak di yaumil akhir sebagai pahala orang-orang yang berpuasa Ramadhan dimana api neraka enggan menyentuh orang berpuasa selama hidupnya.
Waduh luar biasa neh Adi manfaat 10 malam terakhir, tambah semangat nyyuuuuuk, jangan cari penyakit, jaga stamina, badan jangan lemes dong...... Semangat.....Semangat...........terus baca Alquran dan tafsirnya. Selamat sampai tujuan akhir yang manis.
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
15:04
Link ke posting ini
0
komentar
Senin, 07 September 2009
Malam Nuzulul Qur'an (malam ke 17 Ramadhan)
Assalamualaikum Wr. Wb Adi Prayitno (http://arrahmandistro.blogspot.com/) , bagaimana Ramadhanmu, apa yang telah kamu isi untuk bulan suci Ramadhan ini ?
Adi, semalam merupakan malam Nuzulul Qur'an, yaitu malam mulai diturunkannya AlQuran, tepat di malam ke 17 Ramadhan. Kita sebagai jamaah masjid ditanya oleh Pak Ustat, sudah sampai mana bacaan AlQuran kita, sudah Qatam ? atau baru 20 Juz ? atau 10 Juz ? atau sibuk terus membuat Juz buah setiap hari jadi tidak sempat baca Alquran ? Hehehe pak Ustatnya bercanda.......kemudian dilanjutkan candanya dengan kata-kata "Hari gene belum Qatam ?"
kami perhatikan Adi, banyak jamaah masjid yang menundukan kepala, mungkin maksudnya memikirkan diri ya, apa yang telah dilakukan untuk Ramadhannya. Itu hanya dugaan saja looo, tapi mungkin ada yang malu kepada Ustatnya karena belum berbuat banyak, atau mungkin ada yang merendahkan diri karena sudah Qatam membaca quran berulang-ulang kali.
Adi, secara pribadi saya niatkan sebelum bulan Ramadhan datang untuk full beribadah dan membaca Alquran minimal 2 x Qatam. Untuk itu mohon maaf seribu maaf, kepada semua rekan yang telah mengundang buka puasa bersama, karena niat ini maka saya tidak bisa hadir dalam kegiatan buka puasa bersama. Padahal memang ini sdh menjadi tradisi, setiap ramadhan tidak pernah ada kegiatan buka puasa bersama. Makan malam/siang bersama dilakukan menjelang Ramadhan sambil silaturahmi dan bermaaf-maafan atau nanti setelah Ramadhan sambil merayakan Idhul Fitri. Sempat terpikir juga sih kenapa saya mengecewakan undangan saudara2 untuk silaturahmi buka puasa bersama?, tapi ya itu tadi Niat penuh yang tidak bisa dihalang-halangi. Tapi janji setelah target terpenuhi kita akan segera silaturahmi.
Karena niat penuh tersebut, dan pastinya pertolongan Alloh, diminggu pertama Alhamdulillah sudah dapat qatam. Kaget juga kok bisa ya, percaya atau tidak sepertinya ini bukan perbuatan saya semata, ini pertolongan Alloh. Sujud syukur ku panjatkan padaMu ya Alloh dengan linangan air mata. Terasa jiwa ini reborn, dan memang ini yang diinginkan oleh setiap muslim untuk terlahir kembali putih bersih setelah bulan Ramadhan kembali ke Fitri. Cita-cita reborn ini memang sudah diniatkan, karena seminggu sebelumnya sdh memesan 2 ekor kambing untuk dimasak sebagai tanda aqiqah diri, satu dikirim ke rumah saudara yang mengundang buka puasa bersama, dan satu dikirim ke rumah pribadi untuk dibagikan ke saudara dan tetangga terdekat.
Pembacaan Ayat-Ayat Alquran terus dilakukan disela-sela ibadah harian untuk mencari nafkah bagi anak istri di rumah, ataupun malam hari di rumah sambil menemani anak istri beribadah. Minggu kedua Alhamdulliah target tercapai untuk mengqatamkan Alquran sebanyak 2x. Subahanalloh, Alhamdullah, walaillaha illalloh, wallohu akbar, butiran air mata tanda haru menetes dari sela-sela pelupuk mata. ya Alloh Engkau sedang menunjukkan rahmatMu kepada hambaMu yang penuh dengan khilaf dan Dosa ini, ampuni semua kesalahanku selama ini ya Alloh.
Langkahku benar-benar diringankan, Niat penuhku benar-benar mendapat rahmat Alloh, mungkin ini benar niat baik sudah dicatat sebagai pahala kebaikan. Subahanalloh, hari-hari diluar bulan Ramadhan sangat sulit sekali untuk bangun malam, ternyata Ramadhan ini memberi semangat baru, mudah sekali untuk bangun malam, sholat Tahajut, membaca Alquran, bantu istri menyiapkan makan shahur, dan membangunkan anak2 yang masih sulit sekali untuk makan shahur. Alhamdulillah putriku Ramadhan ini sdh mencoba untuk berpuasa fullday, dan alhamdulillah so far so good, semoga berhasil sampai Ramadhan berakhir.
Target Qatam sudah tercapai, sekarang kegiatan membaca Alquran dilanjutkan dengan membaca kandungan artinya, sempat terbesik di hati kenapa tidak coba mulai kembali menghafalkan Alquran ? Dulu menangis karena belum bisa mengqatamkan Alquran, Alhamdulillah sekarang sudah bisa. Sudah banyak orang yang hafal Alquran yang sempurna ini, inilah salah satu cara Alloh menjaga kemurnian Alquran, tidakkah ingin seperti mereka yang berusaha menghafalkannya ? Hmmmm bisikan hati ini sangat menggoda perasaan.
Kegiatan Ramadhan mulai diperlonggar untuk bersilaturahmi dengan saudara2, dan sudah janji untuk beritikaf bareng2 di Masjid At-Tiin Taman Mini Indonesia Indah. Semoga terlaksana. Amin.
Adi Prayitno, ini sekelumit curhatku dalam mengisi Ramadhan ini, semoga bermanfaat. Sampai ketemu di tulisan yang lain Insya Alloh.
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
15:25
Link ke posting ini
0
komentar
Rabu, 26 Agustus 2009
Marhaban Ya Ramadhan
Hai Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , MARHABAN YA RAMADHAN, MOHON MAAF LAHIR BATHIN, sudah telat ya, ternyata hari ini adalah hari ke 5 kita menjalankan ibadah di bulan yang penuh berkah ini, apa yang telah anda kerjakan Adi di sebelas bulan lalu dan apa rencanamu mengisi bulan Ramadhan tahun ini ?
Adi, sampai sekarang saya masih terniang ditelinga pesan-pesan Ustat yang ceramah di malam ketiga Ramadhan, bahwa Surga sangat merindukan : Orang-orang yang banyak membaca/ mengkaji Al Quran, Orang yang tidak banyak bicara kecuali yang baik-baik saja keluar dari mulutnya, Orang yang memberi makan orang lapar / puasa, dan orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Sebaiknya lakukan ini semua Adi untuk mengisi ramadhan mu.
Semalam, kuping ini makin memerah Adi, ternyata apa yang kita lakukan bisa sia-sia dalam hidup ini. Ya perbuatan baik kita mulai kecil sampai sekarang dapat sia sia, dan kita mungkin akan sulit untuk masuk surga, jika kita tidak mendapatkan Rahmat dan Ridho Alloh.
Tekhhhhh, hati ini jadi ragu apakah selama ini perbuatan kita sudah mendapat Ridho Alloh, jika tidak, berarti perbuatan baik selama ini yang saya perbuat sia-sia, hanya orang lain yang berkata bahwa saya adalah orang baik. padahal percaya deh Adi, pujian orang lain itu tidak ada gunanya, dan itu hanya membuat kepala menjadi besar, yang aku inginkan justru Rahmat dan Ridho Alloh.
lalu bagaimana ya untuk mendapatkan Rahmat dan Ridho Alloh, ternyata pak Ustat membuka Rahasianya agar perbuatan kita dapat rahmat dan Ridho Alloh adalah :Iman (Pengakuan keesaan Alloh dan nabi Muhammad sebagai utusannya), Islam (Amal sholeh, amal shariah), dan Ihsan (Moral). jika diibaratkan rumah kita Adi, Iman itu adalah pondasi yang kuat, Islam adalah tiang, dinding, dan bangunan rumah, sedang Ihsan adalah interior, asesoris yang memperindah rumah kita.
Adi pencerahan dan curhat ku sedikit dulu ya, lain kali disambung, semoga bermanfaat.
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
14:06
Link ke posting ini
1 komentar
Rabu, 22 Juli 2009
Mampukah Kita Mencintai Suami / Istri Tanpa Syarat ?
Assalamualaikum Wr. Wb. Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ . Mampukah Kita Mencintai Istri atau Suami Kita Tanpa Syarat? Ini cerita nyata, beliau adalah Bapak Suyatno, Direktur Fortis AssetManagement yang sangat terkenal dan sukses di kalangan Pasar Modal dan Investment. Beliau juga sangat sukses dalam memajukan industri reksadana di Indonesia . Apa yang diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.
*Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat? *"Sebuah perenungan buat para suami, istri dan calon istri". Dilihat dari usianya, beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja,Pak Suyatno, 58 tahun, kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yangsakit dan sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia4 orang anak. Di sinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkananak ke-4, tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke 3, seluruh tubuhnya menjadi lemah, bahkan terasa tidak bertulang. Dan lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke atas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dialetakkan istrinya di depan TV, supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara, tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum. Untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya,sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.
Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib diatemani istrinya nonton TV sambil menceritakan apa-apa saja yang dia alamiseharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang, tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan keempat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari, ke-4 anak Suyatno berkumpul di rumah orangtua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan, ibu mereka diayang merawat, yang dia inginkan hanya satu, semua anaknya berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati-hati, anak yang sulung berkata, "Pak, kami ingin sekali merawat Ibu, semenjak kami kecil melihat Bapak merawat Ibutidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. Bahkan Bapak tidak izinkan kami menjaga Ibu". Dengan air mata berlinang, anak itu melanjutkan kata-katanya, "Sudah yg ke-4 kalinya kami mengizinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibu pun akan mengijinkannya, kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti 20 tahun ini, kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat Ibu sebaik-baik secara bergantian.
Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anak mereka."Anak-anakku, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah, tapi ketahuilah dengan adanya Ibu kalian disampingku, itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian". Sejenak kerongkongannya tersekat.. "Kalian yang selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya Ibumu, apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?""Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana denganIbumu yg masih sakit." Sejenak, meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, mereka pun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno.
Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan mereka pun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat sendiri istrinya yangsudah tidak bisa apa-apa.
Di saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio. Kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru. Di situlah Pak Suyatno bercerita. "Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu,tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat dia pun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu. Sekarang dia sakit, karena berkorban untuk cinta kita bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya, apalagi dia sakit".
Bagaimana Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , bila Anda merasa bahan renungan ini sangat bermanfaat bagi Anda dan oranglain, mohon sekiranya dapat sharing kepada teman, keluarga dan kerabat Andalainnya. Semoga bermanfaat.
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
14:28
Link ke posting ini
1 komentar
Senin, 15 Juni 2009
Mari Belajar dari orang kaya yang telah sukses dalam kehidupannya.
Hai Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ ,tulisan menarik ini terinspirasi dari guru / dosen senior sekaligus praktisi keuangan yang kuliah dan tulisannya sangat dikagumi oleh mahasiswa dan masyarakat luas yaitu Elvyn G. Masassya.
Banyak orang kaya yang sukses meniti karier dan bisnisnya. Bahkan banyak yang menyebut seseorang kaya karena assetnya banyak berupa rumah, tanah, dan kendaraan, tapi tidak memperhatikan apakah orang tersebut memiliki hutang banyak atau tidak, ada yang menyebut orang itu kaya karena nilai asset bersihnya (harta – hutang) banyak, tapi ada juga orang merasa kaya karena assetnya dapat memberikan manfaat lebih bagi pemiliknya tidak masalah asset itu besar ataupun kecil.
Dalam kehidupan ini kita banyak melihat orang yang kurang beruntung, ada yang kekayaannya tetap, dan ada pula yang meningkat dengan tajam. Mari kita perhatikan bagaimana sikap, tindakan dan perilaku orang yang berhasil sukses menjadi kaya raya dalam kehidupan ini sebagai pembelajaran bagi kita yang ingin sukses dimasa depan.
1. Cara Berpikir. Pemikiran orang kaya berkeinginan kuat untuk selalu mencari uang dan harta selama masa kehidupan. Mereka selalu beranggapan mencari uang dan kekayaan sesuau yang lazim, tidak jelek, sehingga niat untuk mendapatkan uang dan melipatgandakannya dengan berinvestasi sangatlah kuat.
Bagaimana dengan kita sebagai karyawan, apakah hanya mengharapkan gaji bulanan, dengan tambahan gaji yang sangat kecil di setiap tahun, tanpa memikirkan berinvestasi untuk melipatgandakan penghasilan kita ?
2. Pahami makna kekayaan dan memiliki tujuan. Orang kaya selalu mengetahui jumlah kekayaannya, peruntukannya, dan cara menggunakan kekayaannya. Mereka umumnya menyumbangkan sebagian uangnya untuk fakir miskin dan anak terlantar, dengan tujuan agar hidupnya akan bahagia, bahkan menurut Ustat Mansyur justru dengan menyumbangkan lebih banyak uang, hartanya akan terus bertambah berlipat kali.
Bagaimana dengan kita apakah telah memaknai kekayaan dan memiliki target / tujuan untuk apa kekayaan kita kelak, apakah memiliki nilai mulia untuk membantu rekan yang kekurangan?
3. Memiliki target pencapaian kekayaan. Banyak orang yang sekarang menjadi konglomerat dunia diawali dari kehidupan yang sederhana, hidup seadanya, sebagian besar uangnya dimanfaatkan untuk menambah modal usaha, sebab mereka tahu sukses menjadi kaya raya tidak bisa dalam sekejap mata, tetapi harus dirintis bertahun-tahun dengan penuh kesabaran.
Bagaimana dengan kita apakah penghasilan kita selalu habis setiap bulan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tanpa menyisikan sedikitpun untuk berinvestasi? Padahal sekecil apapun dana yang kita miliki dapat dijadikan modal usaha, dan kita harus ingat tidak ada usaha yang besar yang tidak diawali dari usaha kecil. Coba simak sejarah perusahaan tempat bekerja kita masing-masing pasti diawali dari usaha kecil dengan modal seadanya.
4. Simpan Rahasia Diri Sendiri. Umumnya orang yang telah sukses menjadi kaya selalu berkata bahwa kerja keraslah yang telah menjadikannya sukses, tanpa merinci bentuk kerjakerasnya, dan mereka memiliki strategi rahasia yang tidak bisa diungkapkan kepada orang lain. Seperti Cak Eko walaupun sudah panjang lebar menceritakan perjuangnya merintis usahadari Nol, tapi tetap saja ada sesuatu yang dirahasiakan salah satunya komposisi menu masakannya.
Maknanya bagi kita adalah jika kita memiliki keyakinan strategi untuk menjadi orang sukses, yakinlah dengan pendirian itu, tidak perlu banyak bertanya dan minta masukan dari orang lain,sebab dengan banyaknya pendapat akan menggoyahkan pendirian kita. Jika sukses itu telah menghampiri kita janganlah menyombongkan diri, biarkan keuntungan menghampiri kita terus menerus tetapi tetap bersikap rendah hati, tanpa perlu orang tahu kekayaan kita bertambah. Tetapi tetap motivasi semua orang untuk bekerja keras menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berinvestasi untuk sukses dalam kehidupannya di masa depan, dan berinvestasi dalam bentuk sadaqah, infaq dan zakat untuk sukses dalam kehidupan diakhirat kelak.
Ini sebagian kecil yang harus kita pelajari dari sikap, tindakan dan perilaku orang sukses Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , tentunya masih banyak sikap, tindakan, dan perilaku mereka yang harus kita gali sebagai pelajaran bagi kehidupan kita menggapai sukses Masa depan dunia dan akhirat.
Wassalamualaikum Wr. Wb. Sukses menyertai kita bersama.
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
09:27
Link ke posting ini
0
komentar
Rabu, 10 Juni 2009
Pertemuan Pengusaha dan Calon Pengusaha Sukses se Jakarta Timur di Resto Pandan Hijau
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
13:33
Link ke posting ini
0
komentar
Rabu, 20 Mei 2009
Cerita Silaturahmi Pengusaha Sukses nan Sholeh dengan Tukang Beca di Kota Semarang
Ada seorang pengusaha nan shalih bernama Kajiman (bukan nama sebenarnya), malam itu sedang menginap di sebuah hotel berbintang lima di kawasan Simpang Lima Semarang. Usai melakukan qiyamul-lail ia bergegas ke luar hotel untuk mencari masjid terdekat dan shalat Shubuh berjamaah di sana.
Waktu di jam tangan Kajiman menunjukkan bahwa waktu adzan Shubuh kira-kira setengah jam ke depan.
Begitu keluar dari lobby hotel, Kajiman pun memanggil seorang tukang becak yang sedang mangkal lalu ia naik ke atas becak.
"Mau diantar kemana, Pak?" tanya tukang becak bernama Ibnu. Begitu ditanya, Kajiman menjawab, "Antar saya keliling kota Semarang saja,Pak!" Ia menjawab sedemikian karena ia tahu bahwa waktu Shubuh masih jauh tersisa.
Maka Ibnu sang tukang becak mengantarkan Kajiman berkeliling Simpang Lima sebagai pusat kota Semarang. Kira-kira belasan menit sudah Ibnu mengayuhkan pedal becak mengantarkan Kajiman yang hendak melihat panorama kota Semarang saat pagi menjelang.
Beberapa jalan sudah mereka susuri berdua. Lalu sayup-sayup terdengar suara tarhim dari sebuah corong menara masjid di sana.
"Ya Arhamar Rahimiin, Irhamnaa.... Ya Arhamar Rahimiin, Irhamnaa....!"
Suara tarhim itu mengisyaratkan kepada warga kota Semarang bahwa waktu shubuh sebentar lagi akan menjelang. Sejurus itu Ibnu berkata santun kepada penumpangnya, "Mohon maaf ya pak, boleh tidak bapak saya pindahkan ke becak lain??" Kajiman membalas, "Memangnya bapak mau kemana?" "Mohon maaf pak, saya mau pergi ke masjid!" jawab Ibnu.
Terus terang Kajiman kagum atas jawaban Ibnu sang tukang becak, namun ia ingin mencari alasan mengapa Ibnu sedemikian hebat kemauannya hingga ingin pergi ke masjid. "Kenapa harus pergi ke masjid pak Ibnu?" tanya Kajiman.
Ibnu dengan polos menjawab, "Saya sudah lama bertekad untuk mengumandangkan adzan di masjid agar orang-orang bangun dan melaksanakan shalat Shubuh.
Sayang khan Pak kalau kita tidak shalat Shubuh" jelas Ibnu singkat. Jawaban ini semakin membuat Kajiman bertambah kagum atas ketaatan Ibnu.
Namun Kajiman belum puas sehingga ia melontarkan pertanyaan yang menggoyah keimanan Ibnu. "Pak, bagaimana kalau pak Ibnu tidak usah ke masjid tapi pak Ibnu temani saya keliling kota dan saya akan membayar Rp 500 ribu sebagai imbalannya!"
Dengan santun Ibnu membalas tawaran itu, "Mohon maaf pak, bukannya menolak.... namun guru saya pernah mengajarkan bahwa shalat sunnah Fajar itu lebih mahal daripada dunia beserta isinya!"
Deggg....! dinding hati Kajiman bergemuruh mendapati jawaban hebat dari seorang pengayuh becak seperti Ibnu. Ia begitu takjub atas ketaatan Ibnu kepada Tuhannya. Amat jarang menurut Kajiman manusia sekarang yang memiliki prinsip hidup seperti Ibnu.
Bahkan Kajiman pun memberikan tawaran dua kali lipat dari semula, tetap saja Ibnu menolaknya. Kekaguman pun membawa Kajiman menyadari bahwa ada pelajaran besar yang sedang ia dapati dari seorang guru kehidupan bernama Ibnu pagi itu.
"Dua rakaat Fajar (qabliyah Shubuh) lebih baik daripada dunia beserta isinya." (Muhammad Saw)
Ibnu dan Kajiman pun tiba di salah satu masjid, rumah Allah. Lampu-lampu masjid belum menyala. Mereka berdualah orang-orang pertama yang membuka gerbang dan pintu masjid. Ibnu menyalakan lampu-lampu dan ia pun mengumandangkan adzan saat waktu Shubuh tiba.
Dalam alunan suara merdu Ibnu mengumandangkan adzan, hati Kajiman semakin hebat berguncang. Dia berkata kepada Tuhannya, "Ya Allah, betapa ummat dan bangsa ini amat membutuhkan manusia-manusia hebat seperti Ibnu...
Rezekikan kepada kami para pemimpin bangsa dan hamba-hamba yang senantiasa kuat beriman dan selalu merasa takut kepada-Mu.... sehingga tiada lagi yang kami cari untuk hidup di dunia ini selain keridhaan dan surga-Mu."
Shalat Shubuh pun didirikan di masjid tersebut, termasuk dalam shaf barisan hamba Allah pagi itu adalah Kajiman dan Ibnu.
Kajiman begitu mensyukuri pelajaran berharga yang Allah berikan untuknya di pagi itu. Usai shalat, Kajiman masih melanjutkan ibadahnya dengan dzikir dan bermunajat kepada Tuhannya Yang Maha Pemurah. Namun lagi-lagi terbayang di benaknya sosok hebat Ibnu sang Tukang Becak.
Entah mengapa dirasakan oleh Kajiman bahwa Allah menginginkan dirinya membantu Ibnu untuk hadir ke Baitullah berhaji di tahun ini. Doa di pagi itu sungguh membuat Kajiman terasa amat dekat dengan Tuhannya. Hingga badannya berguncang dan air mata pun mengalir deras di pipinya.
Tak kuasa ia membendung gelombang arus rahmat dari Tuhannya.
Usai puas berdoa, Kajiman pun menurunkan kedua tangannya yang tadi terangkat. Terdengar oleh telinganya sapaan lembut pak Ibnu yang berkata, "Mari pak kita teruskan perjalanan keliling kota Semarang....!"
Kajiman lalu menoleh ke arah sumber suara. Ia berdiri dan menghampiri tubuh Ibnu. Ia gamit tangan Ibnu untuk berjabat lalu memeluk tubuhnya dengan erat. Sementara Ibnu belum mengerti apa maksud perbuatan yang dilakukan Kajiman.
Dalam pelukan itu Kajiman membisikkan kalimat ke telinga Ibnu, "Mohon pak Ibnu tidak menolak tawaran saya kali ini. Dalam doa munajat kepada Allah tadi saya sudah bernazar untuk memberangkatkan pak Ibnu berhaji tahun ini ke Baitullah...., Mohon bapak jangan menolak tawaran saya ini. Mohon jangan ditolak!!!"
Subhanallah.... bagai kilat dan guntur yang menyambar menggoncangbumi.
Betapa hati Ibnu teramat kaget mendengar penuturan Kajiman yang baru saja dikenalnya. Kini Ibnu pun mengeratkan pelukan ke tubuh Kajiman dan ia berkata, "Subhanallah walhamdulillah.... terima kasih ya Allah.... terima kasih pak Kajiman.....!"
Untuk kali ini, Ibnu tiada menolak tawaran Kajiman!
Labbaikallahumma Labbaik..... Labbaika Laa Syarika Laka Labbaik Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah... Aku penuhi panggilan-Mu.
Haji adalah memenuhi panggilan Allah SWT sekali seumur hidup.
Bagaimana mungkin seorang manusia memenuhi panggilan Allah yang agung ini, bila dalam sehari Allah Swt memanggilnya hingga lima kali, namun ia tiada mengindahkan.
Ibnu sungguh pantas mendapat hadiah penghargaan dari Allah Swt.
Ucapan terima kasih khusus untuk ayahanda Kajiman atas kisah yang luar biasa ini!
Cerita yang sangat menyentuh dan layak menjadi pelajaran hidup bagimu Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , semoga sukses menyertai kita semua untuk membantu sesama, bersama menebar rahmat.
Diposkan oleh
Adi Prayitno
di
09:10
Link ke posting ini
2
komentar





