Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2009

Wow.....Our Country Indonesia Still Imports Million Tons of Sugar

Hai Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ . Here we are come again, with an intresting topic. You know that…

In New Socio Political Order, (call Orde Baru), Indonesia have ever felt nicely the self-sufficient of sugar. But lately together with no addition for new sugar mills and the increasing national sugar need, Indonesia unwillingly to import sugar in Million Tons every year.

Last year, Indonesia is definitely still unable to realize self-efficient of sugar like it had ever happened in new socio political order (Orba) . In fact it is shown that from the total domestic needs as many as 3,8 millions tons per year, but domestic production can meet the demand only 2.2 million tons. Thus every year Indonesia should import sugar as much as 1,6 million tons to meet the national needs. Indeed, this year the import volume of sugar will be more than that amount , regarding national production is threatened to decrease significantly.

Government itself seem to realize that national sugar stock should be enlarged, so government through Department of trade issued the license of sugar import. This import is aimed to meet the national need from some provinces. The provinces which got the biggest volume of sugar import are such DKI Jakarta, North Sumatra, West java, and West java.

Government should have a real concept for national sugar trade, so there are not shown at centralization of import which caused distribution lane be longer and finally the price at consumer level be higher. It can be proved although government improved the base price of sugar, but the price at consumer level still be higher than the determined price.

For that reason , government in order not to limit only some registered importers to import sugar, but also it offers to the other importers. The Regional entrepreneur can import and it can keep prices down sugar trade in the regions. The sugar decentralization trade is believed to decline the illegal import sugar.

Ok, are you agree and ready Adi Prayitno http://arahmandistro.blogspot.com/ , and of cause All of you the regional entrepreneur to be importer of sugar ?

Kamis, 16 April 2009

Negeri Kita Tercinta Indonesia Impor Gula Lagi Loooooooooooo

Hai Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , kami datang lagi dengan topic yang menarik. Anda tahukan bahwa……

Dalam masa Orde Baru, Indonesia pernah merasakan manisnya swasembada gula. Namun belakangan ini seiring dengan tidak adanya penambahan pabrik baru, padahal kebutuhan gula nasional terus meningkat. Anda tahu, Indonesia terpaksa terus mengimpor gula sampai jutaan ton tiap tahunnya.

Tahun lalu Indonesia dipastikan masih belum sanggup merealisasikan swasembada gula seperti yang dicapai pada era ORBA. Fakta menunjukan dari total kebutuhan gula nasional sebesar 3,8 juta ton per tahun, produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi sebanyak 2,2 juta ton. Dengan demikian Negara ini terpaksa masih menggantungkan pada impor gula sebesar 1,6 juta ton untuk memenuhi kebutuhan nasional . bahkan bisa jadi volume impor tahun ini bakal lebih besar dari angka tersebut mengingat tingkat produksi gula nasional terancam turun signifikan.

Pemerintah sendiri menyadari bahwa stok gula nasional perlu diperbesar, untuk itu pemerintah melalui Departemen Perdagangan kembali menerbitkan izin impor gula. Impor gula ini rencananya untuk memenuhi kebutuhan nasional dari beberapa propinsi. Propinsi –provinsi yang mendapatkan paling banyak gula impor adalah Jakarta, Sumatra Utara, Jawa Timur dan jawa barat.

Pemerintah sebaiknya memiliknya konsep tata niaga gula nasional, sehingga tidak lagi terlihat adanya sentralisasi impor yang menyebabkan jalur distribusi menjadi panjang, yang hakhirnya harga ditingkat konsumen menjadi lebih tinggi. Ini terbukti walaupun pemerintah telah meningkatkan harga dasar gula, tetapi harga pada tingkat konsumen masih lebih tinggi dari harga yang ditentukan.

Untuk alasan itu, sebaiknya pemerintah jangan membatasi hanya segelintir importer terdaftar untuk mengimpor gula, tapi tawarkanlah ke importer lainnya. Pengusaha daerah juga mampu mengimpor gula dan itu bisa menekan cost perniagaan gula di daerah-daerah. Desentralisasi tataniaga gula dipercaya mampu menekan angka penyelundupan gula dari luar negeri.
Ok, apakah anda setuju dan siap Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , serta tentunya anda semua pengusaha daerah menjadi importer gula ?..............................

Jumat, 03 April 2009

Ekspor Karet dan Produk Karet akan Tetap Menjadi Andalan Ekspor Indonesia di Tahun-Tahun Mendatang

Hai Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , http://arrahmandistro.com/ , kami doakan anda selalu beruntung setiap hari. Ini ada catatan sangat menarik untuk bisnis anda. Silakan baca dan pelajari dengan seksama.

Sepanjang tahun lalu ekspor Indonesia terus meningkat. Badan Pusat statistic mencatat kontribusi terbesar dalam peningkatan ekspor adalah karet dan produk karet. Walaupun ekspor karet dan produk karet meningkat signifikan tahun lalu, namun kenaikan tersebut dianggap belum maksimal. Indonesia masih dapat meningkatkan ekspor lebih tinggi lagi jika Pemerintah mau memperbesar porsi ekspor produk karet jadi., dengan kata lain lebih menguntungkan jika Indonesia memperbesar ekspor produk olahan karet ketimbang ekspor karet mentah.

Menurut data Gabungan Pengusaha karet Indonesia, produksi karet alam saat ini mencapai 2,2 juta ton per tahun. Dari jumlah itu sedikitnya 2 juta ton ditujukan untuk pasar ekspor, dan sisanya diserap industry dalam negeri. Sedangkan harga karet internasional dilaporkan selama beberapa tahun terakhir relative stabil yakni US$1.8 – 2.1 per kilogram.

Sebenarnya Indonesia berpeluang menggusur Thailand sebagai produsen karet alam terbesar dunia, mengingat perkebunan karet Indonesia jauh lebih luas dibandingkan yang ada di Negara itu. Tetapi factor lahan yang lebih luas tidak dapat menjadi jaminan bahwa Indonesia dapat dengan mudah mengalahkan Thailand.

Walaupun Indonesia memiliki perkebunan karet tiga kali lebih besar dari Thailand, tetapi karet yang mereka dapatkan lebih banyak. Kondisi ini disebabkan rendahnya produktifitas karet Indonesia. Untuk meningkatkan produktifitas, para petani karet perlu melakukan berbagai terobosan. Namun lagi-lagi hal tersebut terkait dengan kurangnya dana. Perbankan nasional tampaknya masih sebelah mata untuk menyalurkan pinjaman ke sector ini.

Walaupun karet alam di negeri ini masih berlimpah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi tetap ada kekawatiran bahwa suatu saat pasokannya bisa tersendat. Apalagi jika pasokan petani lebih memilih menjualnya dalam bentuk karet mentah ke pasaran ekspor.

Pemerintah sebaiknya mendorong agar supplai karet alam diprioritaskan bagi industry dalam negeri , agar kita bisa mendapatkan nilai tambah, jadi Indonesia punya potensi menjadi eksportir produk karet seperti ban dan sarung tangan karet terbesar di dunia.

Dengan melihat bahan baku berupa karet alam yang banyak tersedia, pencapaian sebagai Negara pengekspor produk karet terbesar bukan harapan kosong. Apalagi selama ini produk karet seperti ban buatan Indonesia terkenal dengan kualitas yang handal dan harga yang relative murah. Tetapi ini semua perlu support dari pemerintah untuk focus menyiapkan industry hulu, mengingat industry pengolahan karet lemah dibidang itu.

Ok Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ dan anda semua , sampai ketemu pada laporan menarik lainnya..

Kamis, 02 April 2009

Ilegal Electronic and Garmen Product In Indonesia Market, Please Love Products Made in Indonesia


Hai Ar-Rahman Distro http://arrahmandistro.blogspot.com/ , http://arrahmandistro.com/

In smuggling world, electronic and garment product becomes one of the prima donnas from illegal products. It may be caused by illegal product can give multiple profit. If the profit margin of illegal product is high enough, so a part of it can be given as a bribe to the official, isn’t it? Is it nice, isn’t it ? Moreover, it will be pleased if the smuggling continues. Astafirullah, go away corrupt minded from your mind, and go away corruptor from this Country Indonesia.

If you walk around in the biggest of electronic center in Indonesia, Glodok, you will see many electronic products from international brand with competitive price. You also see many unknown electronic product from international brand with competitive price. You also can see unknown electronic products, yet they have good performance and high technology. Moreover, the price is very cheap, you can get 1 DVD player to pay only 200 thousand Rupiahs. However , do you know which one of illegal electronic products ? The famous one ? Or the cheap and unknowns ones ?

The big part of cheap electronic products in Glodok comes from China. Although those products imported from China, yet the selling price in Indonesia still be cheap. This condition is contrary to the branded electronic products which handle with sole agent. They always promote as launching the new products. But, what do you think if the product and its variant is new, famous but it has no advertisement ? This case arouse suspicion.

Electronic industry community report that up to now Indonesia still be paradise for smuggling of electronic products. The smuggling of electronic products is estimated to dominate 40 percent in domestic market. So it caused the distortion in developing national electronic industry.

One of the serious problem in national electronic industry is to face illegal electronic market which dominated 40 percent in domestic market. Consequently, electronic industry losses, because domestic market can not be optimized to develop national electronic industry.

Now Government begin to pay attention to electronic businessmen in domestic, by reducing and to eliminate luxury tax for a certain electronic product, and also checking and controlling for import products is tighten.

However, Electronic Industry community still worries about smuggling which can be increase in the coming year. In this case government should be active to prevent it, especially in eliminating luxury tax for electronic product s made in Indonesia, and should control tightly to import activities. If Government control import activities weakly, the smuggling will raise, and electronic industry will be collapsed. Like garment and shoes industry which are collapsed because of illegal products.
Oh my garment, Weak up…….weak up ………. garment industry in Indonesia.

Please love products made in Indonesia forever……………, especially you Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/

Produk Garmen dan Elektronika Ilegal di Pasar Indonesia. Cintailah Produksi Dalam Negeri.

Hai Ar-Rahman Distro http://arrahmandistro.blogspot.com/ , http://arrahmandistro.com/

Dalam dunia penyelundupan , produk elektronik, dan garmen merupakan salah satu prima donna produk illegal. Mungkin karena selisih harganya cukup tinggi, sehingga memberikan keuntungan yang berlipat ganda. Bukankah kalau selisih margin tinggi, maka sebagian kecil bisa disisihkan sebagai uang pelicin petugas, bukan? Menyenangkan bukan ? Apalagi kegiatan penyelundupannya dilakukan rutin. Astafirullah, jauh-jauh pikiran korup dari otakmu, dan jauh-jauhlah koruptor dari negeri ini Indonesia.

Jika suatu hari anda sempat jalan-jalan ke pusat elektronik terbesar di negeri Indonesia ini, Glodok, lihatlah disekeliling anda produk elektronik yang membanjir dari beberapa merek terkenal, dengan harga bersaing. Namun diantara produk itu, anda dapat melihat dengan mudah berbagai produk elektronik dengan merek yang asing di telinga dan mata. Namun tidak kalah penampilan dan kecanggihannya. Harganya luar biasa murah, contoh 1 buah DVD player saja anda cukup merogoh kantong paling tinggi Rp.200.000,-. Manakah diantara itu produk elektronik illegal ? Yang produk terkenal kah ? atau yang murah dan tidak terkenal ?

Paling besar produk elektronik murah di Glodok berasal dari China. Di China produk elektronik memang dijual sangat murah, walau diimport pun dari China, harga jual di Indonesia jatuhnya masih sangat murah. Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan produk-produk elektronik bermerk. Produk bermerk biasanya berada di bawah kekuasaan agen tunggal, dan selalu dirilis seiring dengan promosi iklan sebagai produk baru. Tapi bagaimana kalau produk dan jenisnya baru, terkenal tapi tidak beriklan ? yang ini patut dicurigai.

Kalangan industry elektronik melaporkan bahwa sampai kini Indonesia masih menjadi surge para penyelundup produk elektronik. Penyelundupan produk elektronik diperkirakan menguasai 40% pasar domestic, sehingga mendistorsi pengembangan industry elektronik nasional.

Saat ini salah satu masalah serius yang dihadapi industry elektronik adalah pasar elektronik illegal yang menguasai 40% pasar domestic. Konsekuensinya industry elektronik dalam negeri dirugikan, sebab pasar domestic tidak dioptimalkan mendukung peningkatan industry elektronik nasional.

Pemerintah tampaknya mulai menyikapi keinginan para pelaku bisnis elektronik di dalam negeri, dengan menurunkan dan menghapuskan PPn BM untuk produk elektronik tertentu, dan juga memperketat pengecekan dan pengawasan barang-banrang impor.

Meski demikian , kalangan industry elektronik masih tetap kuatir aksi penyelundupan di masa mendatang bakal lebih marak. Untuk itu pemerintah harus lebih berperan aktif mencagahnya., khususnya dengan mengurangi PPnBM untuk produk elektronik yang dibuat di Indonesia, dan juga harus melakukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas impor.. Jika pengawasan pemerintah lemah terhadap aktivitas impor yang menyebabkan penyelundupan makin marak, maka nasib industry elektronika bisa saja terpukul seperti industry garmen dan sepatu dalam negeri yang kolaps karena serbuan barang impor illegal. Oh Garmen ku. Ayo bangun….bangun……jayalah industry garmenku di Indonesia.

Ayo Cintailah produksi Dalam Negeri Indonesia tercinta selamanya………, terutama Anda Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/

Kamis, 21 Agustus 2008

Perang Harga Dalam Pemasaran Pakaian Muslim.

Dalam kondisi perekonomian dunia yang melemah ini, perang harga terjadi di berbagai bidang usaha. Sewaktu Adam Air masih beroperasi perang harga terjadi di bidang usaha tiketing pesawat terbang, sehingga harga tiket pesawat terbang sangatlah murah, tentu saja yang diuntungkan dan dimanjakan adalah konsumen. Di bidang telekomunikasi perang harga juga terjadi antara satu merk handphone dengan lainnya, antara satu operator telekomunikasi dengan operator lainnya. Tentu yang diuntungkan konsumen.

Perang harga juga terjadi menjelang Ramadhan dan Idhul Fitri di Pusat Grosir Pakaian Muslim di Tanah Abang. Tidak hanya di Tanah Abang, perang harga terus terjadi di pusat perbelanjaaan di seluruh kota-kota besar di Indonesia dengan memberikan diskon sangat besar mencapai 70% selama masa Jakarta Great Sale (dari tanggal 27 Juni s/d 27 Juli 2008 lalu) . Bahkan kini konsumen dapat membanding-bandingkan harga satu produk dengan produk lain yang sejenis.

Beberapa waktu lalu penulis yang merupakan Distributor pakaian muslim anak Keisha- Shasha (http://keisha-shasha.blogspot.com/ ) mendapat telepon dari seorang ibu yang akan memesan produk ini yang dianggapnya lebih murah dari produk lain yang sejenis. Sewaktu kami sampaikan syarat-syarat pembeliannya yaitu pembelian pertama minimal 1 lusin dengan diskon 25%, 2 lusin diskon 30%, dan 3 lusin 35%. Ini pembelian awal, setiap bulannya bisa membeli setengahnya dengan diskon yang sama. Ibu tersebut menawar,:”Bisa tidak kita mendapatkan diskon 40% seperti produk lain (ibu tersebut menyebutkan mereknya)”.

Kita menjawabnya :” Bila ibu memegang produk-produk kita, dapat dibandingkan antara kualitas model, bahan, dan jahitannya dengan produk lain sejenis. Produk kita harganya sudah dibandrol sangat murah dibandingkan produk lain yang harganya jauh lebih tinggi. Coba diperhatikan dengan kualitas produk dan harga saat kini, jika harganya sama dengan produk lain, mungkin kita bisa memberikan diskon ke Agen/reseller yang besarnya 40% bahkan bisa mencapai 50%. Tetapi itu tidak kita lakukan, karena kita kasihan kepada konsumen akhir harus menanggung biaya yang terlampau besar untuk menikmati pakaian Keisha-Shasha. Kita memiliki tujuan mulia bebisnis pakaian muslim ini, sehingga kita memiliki margin keuntungan yang kecil untuk menutupi biaya operasional. Kami mengharapkan Agen dan reseller juga memiliki tujuan mulia yang sama.”

Mendengar jawaban kami penelpon masih merayu agar bisa mendapatkan diskon 40%, tetapi kita tetap pada keputusan untuk memberikan maksimum diskon sebesar 35% kepada para Agen. Kami sarankan kepada penelpon jika menginginkan diskon hingga 40% maka pilihlah produk kami dengan merek EXCELLENT64 (http://excellent64.blogspot.com/ ) atau merk SEFA (http://sefacollection.blogspot.com/ )

Mungkin ini salah satu contoh perang harga diantara penjual pakaian muslim di Indonesia, dengan memberikan diskon besar kepada konsumennya. Memang sekali lagi konsumen yang diuntungkan. Sekarang berpulang kepada pilihan konsumen. Apakah konsumen akan memilih diskon besar dengan harga jual tinggi, atau memilih produk kami dengan diskon rendah dengan harga terjangkau untuk kualitas, model, bahan dan jahitan berstandar tinggi.

Sekali lagi biarlah konsumen memilih sesuai dengan selera dan kemampuannya sendiri. Masing-masing produk sudah memiliki pangsa pasarnya sendiri-sendiri, sekarang tugas kita tinggal melayani sebaik mungkin semua orderan yang datang agar kebutuhan konsumen akan pakaian muslim anak, remaja, dan dewasa dapat terpenuhi dalam menghadapi bulan Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Adi Prayitno http://adi-prayitno.blogspot.com/
Pemilik Ar-Rahman Distro, The Elegance Muslim Fashion. http://arrahmandistro.com/ dan http://arrahmandistro.blogspot.com/.
Distributor Pakaian Muslim Excellent 64 http://excellent64.blogspot.com/, Keisha-shasha http://keisha-shasha.blogspot.com/, SefaCollection http://sefacollection.blogspot.com/, At-Tifla, The First Islamic Educational T-Shirt for kids.
Madu Mutiara Tugu Ibu, Sabun Madu, Shampo Madu , Cream Madu Mutiara.
http://madu-mutiaratuguibu.blogspot.com/
Telp. 08159365700, 021-86604009, 021-91264048, 021-92416156

Rabu, 20 Agustus 2008

Bagaimana Memberi Nama Distro

Minggu lalu ada email masuk kepada saya yang isinya menceritakan bahwa dalam waktu dekat penanya akan membuat Distro, tetapi bingung bagaimana memberi nama terhadap distronya?

Sebenarnya kami pribadi sangat tidak berhak untuk menjawab pertanyaan ini, karena Distro yang kami kelola masih sangatlah muda mungkin boleh dibilang masih balita, kecil, dan tidak sebanding dengan raksasa-raksasa Distro yang telah jatuh bangun mengenyam pahit, asin, manisnya usaha garmen di Indonesia. Alhamdulillah yang kami tahu sebagai balita adalah kebahagiaan, kemanisan, dan semangat hidup untuk terus berkembang dan belajar dari pengalaman hidup pendahulu kami para raksasa garmen.

Dalam hati kami kagum sekali dengan penanya. Sebagai pemula di bidang usaha garmen umumnya permasalahan yang timbul adalah bagaimana mendapatkan Modal (price), Lokasi Bisnis (Place), Supplier (Product), dan bagaimana Promosinya (Promotion) atau yang sering disebut orang sebagai Marketing Mix. Tetapi nampaknya penanya sudah siap akan semua permasalahan tersebut, sehingga yang dipermasalahkan adalah bagaimana memberi nama Distronya. Memang Brand Distro memegang peranan penting dalam suatu usaha khususnya Distro.

Dengan perasaan takut salah kami menjawabnya sebagai berikut. Dalam memberikan nama terhadap usaha Distro tergantung segmen pasar yang akan dibidik, apakah segmen pasarnya untuk anak muda / ABG, masyarakat umum atau kalangan muslim. Kami menyarankan agar pemberian nama yang sebisa mungkin akan membuat calon konsumen bersemangat untuk datang, melihat, membeli dan mempromosikan produk kita ke para konsumen lainnya. Agar mudah dikenal sebaiknya gunakanlah nama pemilik atau nama orang terdekat yang mudah dikenal oleh para konsumen dan memiliki nilai arti terbaik.

Pendirian dan kepemilikan Distro laksana kita memiliki bayi baru, kita harus perhatikan perkembangannya dari waktu ke waktu. Bila diawal kelahiran masih diam ditempat, perlahan-lahan kita bantu agar bisa merangkak, bila sudah bisa merangkak. Kita bantu lagi agar bisa berjalan dan seterusnya kita bantu lagi agar bisa berlari. Kalau sudah lari kencang tetap harus kita perhatikan terus agar tidak jatuh di jalan. Nama memang mencerminkan tujuan dan misi pemiliknya terhadap bidang usahanya (Distro). Seperti juga dalam pemberian nama terhadap bayi, kita harus memberikan nama terbaik terhadap bayi kita, agar namanya menjadi doa yang kita panjatkan selama hidup, dan nama ini akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya.

Sebagai contoh AR-RAHMAN DISTRO, The Elegance Muslim Fashion. Nama ini terbentuk dari kedua nama anak kami Rahman dan Rahma, yang juga merupakan sebutan manis kami saat berdoa kepada Alloh yaitu Ar-Rahman yang artinya maha pengasih, dengan maksud Alloh akan mengasih / memberikan rejekiNya kepada kami dari sisi yang tidak pernah kami sangka-sangka. Untuk menunjukan bahwa nama ini adalah Distro yang seqmen pasarnya kalangan muslim kami menambahkan kata-kata menarik sebagai motto kami yaitu The Elegance Muslim fashion..

Di awal pendirian seperti telah kami tulis pada tulisan terdahulu dengan judul “Tujuan Mulia berbisnis Pakaian Muslim”, kami ingin memasyarakatkan pakaian muslim di kalangan Anak dan Remaja Muslim. Pertama-tama masih diam ditempat, sebagai pemilik kami membantunya dengan menyebarkan brosur Distro penuh gambar pakaian yang kami koleksi ke berbagai tempat strategis, perlahan-lahan Distro kami sudah mulai merangkak. Kemudian kami bantu lagi dengan promosi di mass media, ternyata perlahan-lahan Distro kami sudah mulai berjalan. Sebagai Distributor Jakarta untuk produk Excellent64 (http://excellent64.blogspot.com/) , Keisha-Shasha (http://keisha-shasha.blogspot.com/) , SEFA, At-Tifla, dan agen produk Annida, Ghian, Permata, Robbany, dan memasarkan berbagai merk produk lainnya, kami masih menikmati perjalanan ini. Sekarang merk produk kami sudah sampai hampir keseluruh Indonesia dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, bahkan walau masih dalam jumlah terbatas permintaan merk ini sudah sampai ke Singapore, Malaysia dan Australia.

Untuk memperlancar perjalanan ini, dan untuk lebih memperkenalkan semua merk produk yang kami jual, mulai bulan lalu (juli 2008) kami meluncurkan web: http://arrahmandistro.com/ . Alhamdulillah sambutan dan pesanan rekan-rekan daerah sudah mulai berdatangan untuk pembelian grosir. Walau margin keuntungannya tipis, semoga kelancaran ini terus berkesinambungan sepanjang tahun. Amin

Demikian penjelasan singkat kami, semoga bermanfaat. Selamat datang di dunia Distro (garmen), tetap sabar dan semangat. Semoga sukses selalu menghampiri semua usaha kita. Amin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Adi Prayitno http://adi-prayitno.blogspot.com/
Pemilik Ar-Rahman Distro, The Elegance Muslim Fashion. http://arrahmandistro.com/ dan http://arrahmandistro.blogspot.com/.
Distributor Pakaian Muslim
Excellent 64 http://excellent64.blogspot.com/,
Keisha-shasha http://keisha-shasha.blogspot.com/,
SefaCollection http://sefacollection.blogspot.com/,
At-Tifla, The First Islamic Educational T-Shirt for kids.
Madu Mutiara Tugu Ibu, Sabun Madu, Shampo Madu , Cream Madu Mutiara.
http://madu-mutiaratuguibu.blogspot.com/
Telp. 08159365700, 021-86604009, 021-91264048, 021-92416156

Senin, 02 Juni 2008

LOYALITAS PELANGGAN


Salah seorang rekanku yang bekerja sebagai Eksekutif Bank Asing, ke kantor selalu fashionable, berkemeja dengan desain menarik dan warnanya mencolok. Mungin bagi orang lain sangat risih memakainya dan terasa tidak pede, norak banget. Namun rekanku ini selalu pede, bangga dengan kemejanya karena harganya super mahal, bermerk terkenal yang hanya dijual di Mall Mewah di pusat Jakarta.

Rekanku ini sangat loyal sekali dengan produk merk terkenal tersebut. Apapun desain maupun warnanya, jika bermerk terkenal tersebut selalu saja dibelinya, walau hanya sekedar memenuhi koleksi di lemari pakaiannya.
Entah kenapa, budaya rekanku ini berbeda sekali dengan rekanku yang lainnya, bahkan dengan diriku pribadi, mungkin karena lingkungan pergaulannya di sekitar para eksekutif yang membuatnya menjadi pelanggan yang sangat loyal (customer loyalty). Mungkin bagi saya dengan lingkungan pergaulan yang biasa, pembelian kemeja bukan didasarkan pada merk, tetapi didasarkan pada keserasian, warna menarik, dan kerapian.

Perbedaan antar rekan bagiku soal biasa karena kita datang dari keluarga dan budaya berbeda, sebagai sahabat kita tidak perlu membesar-besarkan perbedaan, justru kesamaan pandanganlah yang harus kita kedepankan.

Teringat salah satu dosen marketing dulu pernah berkata bahwa zaman akan terus berubah. Kita sebagai marketer seharusnya tidak hanya memiliki pelanngan biasa, customer satisfaction saja juga tidak cukup, kita perlu customer loyalty yang akan memperkenalkan kepada orang lain tentang produk yang dipergunakannya. Pantas saja rekanku ini selalu bercerita mengenai kemeja yang dipergunakan kepada rekan lainnya, sampai-sampai banyak rekan yang membeli kemeja dengan merk yang sama.

Lalu terpikir dibenakku, bagaimana ya menciptakan pelanggan yang loyal ?

Menurut Ahli Pemasaran Mr. Kafi Kurnia, kita harus memiliki customer relationship atau hubungan baik dengan pelanggan, sehingga pelanggan tidak berpindah ke produk lain. Cara membina hubungan baik dengan customer adalah :
1. Buat pelanggan tertarik terhadap produk yang kita hasilkan, karena produk dan sajiannya berbeda.
2. Pelanggan terus diingatkan melalui iklan dan slogan produk.
3. Harus rajin berinteraksi dengan pelanggan, misalnya membentuk komunitas/klub.

Cara tersebut akan efektif jika customer satisfaction terpenuhi. Timothy RV Foster menjabarkan 16 langkah memuaskan konsumen, yaitu:
1. Kita mudah dihubungi.
2. Jangan tutup kantor kita jika seharusnya buka.
3. Angkat telpon sesegera mungkin.
4. Tangani antrean secepatnya
5. Jangan buat mereka menunggu, jelaskan jika ada keterlambatan.
6. Biarkan pelanggan melakukan sesuatu sesuai caranya.
7. Beri kesempatan mengenal produk kita
8. Jangan kehabisan stok
9. Barang dikirim sesuaikan dengan pesanan.
10. harus tetap waspada setelah transaksi di dapat.
11. Mempermudah cara pembayaran.
12. Jangan bebani pelanggan dengan tagihan yang tidak perlu.
13. Mengirim pesanan tepat waktu.
14. Tawarkan garansi bermanfaat.
15. Cepat bayar pengganti kerugian.
16. Berikan hadiah setelah terjadi transaksi.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Adi Prayitno http://adi-prayitno.blogspot.com/
Pemilik Ar-Rahman Distro, The Elegance Muslim Fashion.
Pakaian Muslim Excellent 64 http://excellent64.blogspot.com/ ,Keisha-shasha http://keisha-shasha.blogspot.com/, SefaCollection http://sefacollection.blogspot.com/.
Madu Mutiara Tugu Ibu, Sabun Madu, Shampo Madu , Cream Madu Mutiara.http://madu-mutiaratuguibu.blogspot.com/
Telp. 08159365700, 021-86604009, 021-91264048, 021-92416156