Tampilkan postingan dengan label manajemen keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manajemen keluarga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Februari 2011

Meraih Mimpi

Saya begitu berkesan dengan cerita ini, sampai-sampai meneteskan air mata saat membacanya, semoga cerita dari hidayatullah ini dapat menjadi inspirasi kita semua terutama anak2 saya, selamat menikmati inspirasi cerita ini :

Perempuan paru baya itu terbujur kaku. Ia meninggal setelah beberapa minggu mengalami sakit parah. Sekujur tubuhnya ditutupi kain putih berukuran ± 1,5x1 M. Para pelayat, yang kebanyakan ibu-ibu, duduk mengelilinginya. Terlihat mulut mereka berkomat-kamit, melafalkan surat Yasin dan do’a-do’a keselamatan. Buliran-buliran bening pun mulai keluar dari pelupuk mata, mengalir membasahi pipi-pipi, mengiringi bacaan-bacaan mereka.

Isak tangis semakin mengelegar, manakala mereka menyaksikan bayi berjenis kelamin laki-laki, berumuran 3 bulan, menangis histeris, seakan-akan ikut merasakan kepiluan hati, ditinggal mati ibu yang telah melahirkannya.Bayi tersebut, memang tidak lain adalah salah satu putra dari perempuan yang telah tak bernyawa itu.

Tubuhnya yang mungil, terlihat sangat pucat. Nyaris tidak terdapat secuil dagingpun yang membalut tubuhnya. Yang nampak, hanyalah tulang dan kulit semata. Siapa pun yang menyaksikan, tentu akan merasa iba. Terlebih, kalau melihat kenyataan perekonomian keluarganya, yang memang berada dibawah garis kemiskinan. Rumah mereka tidak punya. Gubuk yang mereka tempati, merupakan tumpangan sementara dari salah satu sanak keluarga.Tak ayal, melihat kondisi demikian, tidak sedikit dari para pelayat, memprediksi nasib buruk akan selalu membayangi masa depan si-bayi.

“Apa bisa hidup, yah, bayinya?”, celetuk salah satu pelayat, ’meraba-raba’ nasib si-bayi, yang tentu saja menambah luka hati keluarga yang memang tengah berduka. Tak ubahnya luka tersiram air cuka. Mungkin itulah gambarannya. Perih dan sangat menyakitkan.Tak sedikit pula dari mereka --karena merasa kasihan-- mencoba mengajukan diri untuk mengadopsi anak tersebut.

”Kalau diizinkan, kami ngin mengasuh anak ini, pak. Kami tidak akan menyia-nyiakannya. Akan kami anggap dia sebagai anak kandung kami sendiri,” pinta di antara mereka kepada sang-bapak.Walaupun demikian, pihak keluarga --terutama sang-ayah-- tidak mau ambil pusing. Dia yakin, bahwa di balik musibah yang tengah melanda keluarganya, terdapat banyak hikmah yang memang belum terkuak saat itu. Karenanya, dia menolak keras permintaan orang-orang yang hendak mengadopsi bayi malang itu, sekalipun keadaan ekonomi tengah carut-marut.

Mandiri Sejak Dini
Peristiwa mengharukan itu, terjadi 25 tahun silam. Dan bayi itu, kini telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang kini mengabdikan dirinya di salah satu lembaga pendidikan Islam. Khoirul Huda, itulah namanya. Terlahir di tengah keluarga serba kekurangan, serta ditinggal mati ibu ketika masih dalam buaian, menjadikannya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Dan pola pendidikan itu pula yang diterapkan ayah dan kakak-kakaknya.

Sejak kecil, Huda –begitu ia biasa disapa- sudah terbiasa bekerja keras. Sepulang dari sekolah, misalnya, ia harus membereskan seluruh pekerjaan rumah, mulai dari menyapu halaman, hingga menanak nasi.

Wajar, karena semua anggota keluarganya pergi ke ladang, dan baru pulang, ketika matahari telah di ufuk barat.

Selain itu, ia juga tidak malu-malu untuk menjajakan barang jualannya, yang berupa mainan-mainan anak, semacam balon dan sejenisnya, dari kampung satu ke kampung yang lain. Kiloan meter jarak ia tempuh dengan jalan kaki. Pengatnya sinar matahari. Derasnya guyuran hujan, sama sekali tak meredupkan semangat bungsu dari tujuh bersaudara ini, untuk menapakkan kaki, selangkah demi selangkah, menelusuri gang-gang perkampungan.

Sekalipun melelahkan secara fisik, aktivitas-aktivitas tersebut, dia jalani dengan lapang dada. Status sosial yang dipegang sebagai anak miskin dan tak beribu, sama sekali tidak pernah mengucilkannya untuk terus berjuang, ”Sering sekali saya diejek. Terutama oleh teman sepermainan. Tapi jarang saya hiraukan”, kenangnya.

Mengejar Mimpi
Mimpi, adalah satu hal yang semua orang boleh memilikinya, tanpa harus membedakan status sosial, atau tetek-bengek lainnya. Begitu juga dengan putra dari Ardi dan Suyyah ini. sedari kecil, dia telah memiliki angan-angan untuk terus menuntut ilmu, terutama ilmu agama.

Terlebih ketika melihat jejak ‘raport’ saudara-saudaranya yang ‘berguguran’ sekolah, lantaran terkendala biaya, gejolak itu semakin meninggi. Obsesinya, dia ingin mengangkat status sosial diri dan keluarganya menjadi lebih baik, ”Untuk menggapai itu semua, ilmu adalah satu-satu kuncinya” ulasnya panjang-lebar.

Syukurnya, sang-ayah mendukung penuh. Dengan menjual hasil panen, pada tahun 1998, selesai menamatkan Sekolah Dasar (SD) ia berangkat ke Jawa Timur, guna meneruskan studi di salah satu pondok pesantren di sana.

Pada awalnya, sebagai anak yang masih ingusan, sangat berat bagi Huda berpisah jauh dari sanak keluarga yang berada di kampung halaman, Laung Timur. Apa lajur dikata, seperti kata pepatah, “layar sudah berkembang, pantang surut untuk ke belakang.”Huda pun membulatkan tekad untuk tetap tinggal di daerah asing baginya. ”Mungkin pola pendidikkan keluarga yang tidak pernah meninabobokkanku, menjadi salah satu unsur yang mampu menguatkanku saat itu,” terangnya.
***

Sebagaimana jamak diketahui, bahwa sekolah di pondok pesantren, itu relatif lebih mahal biayanya, dibanding sekolah umum. Sebab, selain harus membayar uang sekolah, para santri pun harus membayar uang asrama dan makan sekaligus.

Di tengah perjalanan, hal inilah yang menjadi pelemik Huda. keluarganya tersiok-seok, sehingga nyaris saja ia ’terpelanting’, dan pulang kampung, karena tidak kuat pendanaan. Untungnya, salah satu familinya yang berprofesi sebagai karyawan bengkel, menolak mentah-mentah ide itu.“Sudah jauh-jauh datang dari Lampung, kenapa harus pulang tanpa hasil. Teruskan belajarmu. Masalah dana, biar saya yang berusaha. Yang penting kamu serius, kejar impian-impianmu,” paparnya menirukan nasehat familinya tersebut.

Sejak peristiwa itu, ‘volume’ belajar Huda tambah tinggi. Pagi, sore, dan malam, ia gunakan untuk mengulang pelajaran yang telah didapat dari sekolah, atau membaca buku-buku yang lainnya. Alhamdulillah, usaha yang dilakukan membuahkan hasil. Meskipun tidak melulu juara satu, tapi, nilai-nilai yang dicapai, sudah cukup baginya untuk memperoleh bea siswa.

Tentu saja hal ini, sangat meringankan bebannya dan keluarga. Tidak cukup itu perjuangan yang dilakukan Huda. Tidak ingin hanya berpangku dua belah tangan dalam menghadapi masalah finansial, dengan skill barunya, mampu berbahasa asing, Arab dan Inggris, yang dia peroleh dari hasil studi, dia mulai mengeles murid-murid di perumahan-perumahan warga sekitar kampusnya. Bahkan tidak jarang juga, tanpa takut dilecehkan rekan-rekannya, dia rela bekerja sebagai buruh bangunan, yang harus mengecet gedung bertingkat, di sela-sela kesibukkannya sebagai pelajar.

Dari proses inilah, akhirnya Huda mampu menyelesaikan studinya, hingga di perguruan tinggi, sehingga berhak menyandang gelar Strata Satu (S 1), dengan hasil nilai komulatif yang cukup memuaskan. Karena –mungkin- dianggap mahasiswa yang berprestasi, selulusnya dari kuliah, dia langsung diamanahi untuk membantu mengajar di almamaternya tersebut.”Mudah-mudahan aku terus ber-istiqomah, dan diberikan kemudahan-kemudahan oleh Allah, dalam menjalankan amanah-amanah yang saat ini kuemban,” do’anya sebelum mengakhiri wawancara. [Robinsah/Dikisahkan langsung oleh Khoirul Huda.

Ya Alloh, semoga cerita ini dapat menjadi inspirasi dan penyemangat anak-anak di seluruh Indonesia. Amin ya Robbal alamin.......

Selasa, 25 September 2007

Putriku Pandai Promosi

Bismilahirohmanirohim.
Putriku masih berumur 5,5 tahun sudah pandai membaca. Menulis, berhitung, dan main piano walaupun yang terakhir ini awalnya agak dipaksa oleh ibunya dan malas untuk berlatih, tetapi dengan perjalanan waktu. Sekarang jika kakaknya sedang berlatih, diapun ikut berlatih, dan kadang-kadang diapun dilatih oleh kakaknya.

Kelakuan putriku ini lucu sekali, mungkin ini memamg naluri seorang wanita, walaupun baju dilemarinya sudah banyak tetapi masih tetap saja bingung memilih baju untuk dikenakannya. Setiap kali putriku ini akan memakai baju selalu mengaduk-aduk pakaian yang sudah tersusun rapi, dipilihnya sepasang dan lainnya berantakan di lantai.

Jika hari libur kedua anakku pasti minta diantar jalan-jalan, dan jika diajak jalan ke Mall untuk belanja bulanan, putriku pasti minta dibelikan baju baru atau asesories, kalau dibelikan dia akan berkata sambil tersenyum : “Alhamdulillah, Saya senang sekali, karena dibelikan baju baru”, tapi jika tidak dibelikan maka sepanjang perjalanan dia akan cemberut bahkan tidak mau digandeng siapapun.

Selama 3 tahun bersekolah di Playgroup/TK Islam, putriku sudah terbiasa untuk menggunakan baju muslim dengan jilbabnya, tahun ini masuk SD, tetapi karena umurnya masih sangat muda maka SDN terdekat tidak menerimanya, sehingga selama beberapa bulan harus belajar di SDN yang agak jauh. Sewaktu ditanya oleh kami orang tuanya : “Adek, masih mau pakai jilbab atau tidak di SD sekarang ?, dan jawabnya :” Aku mau pakai jilbab aja ah, kan malu kalau pakai rok dan lengan pendek ?, lagian Ibukan katanya mau buka Toko Jilbab, masa anaknya tidak pakai jilbab.” Kamipun berucap:” Alhamdulillah ya Alloh, Engkau telah tanamkan rasa malu pada perilaku putri kami, semoga perilaku ini tetap dipertahankan sepanjang usianya.”

“Ada teman-teman Adek yang memakai jilbab di sekolah SDN sekarang ?” tanya kami
“Tidak ada, tetapi tidak apalah yang penting mereka baik dan tidak menggangu Adek.” kata putriku. Kami merasa senang dengan lingkungan sekolah ini, tetapi berhubung cukup jauh sehingga di bulan kedua putri kami dipindahkan ke SDN terdekat (masih di dalam komplek perumahan) setelah mengalami beberapa tes oleh Kepala Sekolah SDN. Banyak teman-teman Tknya yang bersekolah di SDN ini, sehingga banyak teman-temannya yang memakai Jilbab. Kakaknyapun bersekolah di kelas 4 SD ini sehingga kakaknya dapat mengawasi adiknya sewaktu-waktu.

Di bulan Ramadhan ini, Alhamdulillah mereka mencoba untuk berpuasa penuh setiap hari, walau masih diiming-imingi hadiah tambahan uang saku per hari untuk ditabung dan dapat digunakan untuk belanja apa yang diinginkannya di hari lebaran.

Di bulan Ramadhan ini pula, putriku dapat memakai koleksi baju muslimnya di sekolah. Memang selama bulan Ramadhan, murid-murid tidak wajib pakai baju seragam dan dihimbau memakai baju muslim. Berhubung koleksi baju muslimnya cukup banyak baik yang beli di Mall, maupun kiriman dari suplaier. Kini setelah kami membuka Ar-Rahman Distro (http://arrahmandistro.blogspot.com/), setiap kali suplaier mempunyai model pakaian baru, mereka selalu mengirimnya, dan kami wajib menerima dan menjualnya. Setiap datang kiriman dari Excellent64 , Sefa, Keisha atau Annida, putriku selalu berkata:” Kalau ada yang model dan warnanya bagus, saya dapat dong sa……tu…… saja.” Berhubung baju anak muslim itu bagus-bagus, maka setiap datang kiriman pasti minta jatah satu. “Pak, aku pilih yang ini aja deh, mana uangnya nanti saya yang bayarkan ke Ibu ya…?”

Dengan pakaian muslim yang dikenakannya, memang putriku terlihat berpenampilan beda dengan lainnya, banyak temannya berkata:”bajumu bagus sekali beli dimana ?” Dijawabnya :” dikasih ibuku, kalau kamu mau yang kaya ini, kamu lihat-lihat aja deh dulu di toko ibuku Ar-Rahman Distro namanya”. Mendengar cerita ini saya berkata:”Kecil-kecil kok sudah pandai promosi’. Putrikupun malah berkata:”Pak, aku boleh tidak bawa brosur Ar-Rahman Distro ke sekolah, karena banyak teman dan ibunya teman yang minta brosurnya.” Kami jawab :’Boleh, sambil berdoa dan terima kasih kepada Alloh atas kemudahan-kemudahan yang diberikannya selama ini.

Lain Adik, lain kakaknya. Kakaknya ke sekolah memang selalu memakai baju koko, tetapi setiap sholat Tarawih tidak mau menggunakan baju Koko, dan lebih suka memakai kaos berlengan panjang, tetapi sudah booking untuk minta dibelikan beberapa potong baju muslim Excellent64 ukuran 8 untuk lebaran nanti.

Sekali lagi, “terima kasih Ya Alloh atas perilaku anak-anak kami yang tidak memberatkan kami, malah membuat hati kami merasa senang, dan semoga kemudahan-kemudahan ini tetap selalu dilimpahkan kepada kami, sehingga kami mudah pula beribadah di jalanMu Ya Alloh.” Amin.

Ya Alloh Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmatmu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada Ibu Bapakku, serta untuk mengerjakan amal sholeh yang telah Engkau Ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepadaMu, dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (S.Al-Ahqaf 46:15)

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Adi Prayitno http://adi-prayitno.blogspot.com/
Pemilik Ar-Rahman Distro, The Elegance Muslim Fashion.
Distributor Pakaian Muslim Excellent 64 http://excellent64.blogspot.com/ ,Keisha-shasha http://keisha-shasha.blogspot.com/, SefaCollection http://sefacollection.blogspot.com/ .
Madu Mutiara Tugu Ibu, Sabun Madu, Shampo Madu , Cream Madu Mutiara.http://madu-mutiaratuguibu.blogspot.com/
Telp. 08159365700, 021-86604009, 021-91264048, 021-92416

Senin, 03 September 2007

Masa Depan Harus Lebih Baik

Bismilahirahmanirohim
Manusia pasti ingin hidup tenang dan nyaman. Tenang maksudnya tidak ada kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi sehingga mengganggu pikiran, sedang nyaman maksudnya memiliki dan menikmati segala kemudahan dan hal yang menyenangkan. Sebagai Umat Islam hidup tenang dan nyaman dapat kita peroleh dengan melaksanakan seluruh kegiatan ibadah wajib maupun sunnah. Tetapi dalam kehidupan di dunia, salah satu ukuran hidup tenang dan nyaman, disamping memiliki kemudahan untuk beribadah, keluarga yang memiliki cukup uang cenderung lebih tenang dan nyaman, karena kita dapat memenuhi semua kebutuhan keluarga, bahkan menikmati kemudahan yang menyenangkan.

Memang kriteria kecukupan sangatlah relative antara satu keluarga dengan keluarga yang lain. Keluarga sholeh yang berpenghasilan dibawah Rp 5 juta per bulan kemungkinan sudah cukup memenuhi kebutuhannya, sedangkan keluarga yang berpenghasilan lebih dari Rp. 50 juta per bulan masih saja merasa kurang malah berusaha untuk sikut kiri sikut kanan (baca korupsi).

Anthony Robbins membagi kondisi keuangan keluarga dari financial protection (perlindungan keuangan) hingga financial freedom (kebebasan keuangan). Perlindungan keuangan maksudnya kondisi dimana seseorang memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhannya selama dua bulan hingga dua tahun tanpa harus bekerja. Semakin lama dia dapat memenuhi kebutuhan tanpa harus bekerja berarti semakin baiklah kondisi keuangannya. Dengan memiliki banyak investasi yang aman, dan hasinya mencukupi kebutuhan gaya hidupnya tanpa harus bekerja, maka orang tersebut telah mencapai kondisi kebebasan financial.

Kondisi keuangan keluarga tergantung pada pendapatan dan pengeluaran. Semakin tinggi pendapatan jauh melebihi pengeluaran, tentu semakin baik kondisi keuangan keluarga. Sayangnya banyak keluarga yang kondisi keuangannya tidak seperti ini, dimana muncul kebutuhan padahal dananya belum tersedia, sehingga akan muncul 2 pilihan yaitu utang dahulu sejumlah dana yang dibutuhkan dan melunasi kemudian, atau mengumpulkan dana dahulu sampai dana cukup baru membeli barang yang diinginkan.

Sebaiknya cara kedua yang diterapkan oleh kita yaitu dengan menunda kesenangan. Jika kita mau menunda kesenangan, mengumpulkan dana , menginvestasikannya kembali sehingga berlipat ganda, pada akhirnya kesenangan yang diperoleh juga berlipat-lipat ganda.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan agar nilai uang berkembang. Perhatikan tujuan investasi kita apakah jangka pendek atau jangka panjang. Setiap instrumen investasi mengandung resiko, semakin kecil resiko hasilnya juga kecil, makin besar resiko hasilnya juga besar. Investasi yang baik harus memberi hasil yang lebih besar dari inflasi sehingga nilai uang kita akan bertambah.

Disamping melaksanakan bisnis, pembelian property, reksa dana, ada baiknya kita diversifikasi dana dengan membeli ORI 003 .

Kenapa ORI 003 ?……. bersambung

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Adi Prayitno http://adi-prayitno.blogspot.com/
Pemilik Ar-Rahman Distro, The Elegance Muslim Fashion.
Distributor Pakaian Muslim Excellent 64 http://excellent64.blogspot.com/ ,Keisha-shasha http://keisha-shasha.blogspot.com/, SefaCollection http://sefacollection.blogspot.com/ .
Madu Mutiara Tugu Ibu, Sabun Madu, Shampo Madu , Cream Madu Mutiara.http://madu-mutiaratuguibu.blogspot.com/

Telp. 08159365700, 021-86604009, 021-91264048, 021-92416

Senin, 04 Juni 2007

PRIORITASKAN PENDIDIKAN ANAK

Bismillahirrahmanirrahim,
Prioritas dalam pengelolaan keuangan keluarga kita apa ya…….?
Investasi untuk pendidikan anak atau investasi untuk pengembangan kekayaan ?

Dengan semakin mahalnya biaya pendidikan bagi anak-anak kita, terutama bagi pendidikan berkualitas tinggi, investasi bagi pendidikan anak merupakan prioritas yang paling utama bagi keluarga kita.

Pertimbangan paling awal adalah memiliki rumah terlebih dahulu, karena di rumah kita akan dapat memantau perkembangan anak-anak dari hari ke hari, dapat beribadah, dapat menjadi tempat pengelolaan keuangan keluarga kita, atau menjadi kantor pusat seluruh bisnis kita.

Fokus investasi selanjutnya setelah memiliki anak dan rumah adalah pendidikan anak.
Mumpung anak-anak kita masih kecil. Kita harus menghitung berapa biaya yang akan kita keluarkan untuk pendidikan anak-anak untuk 20 tahun ke depan. Apalagi bila kita menginginkan anak-anak minimal memiliki pendidikan S2 (Pasca Sarjana/Master) atau lebih tinggi. Terbayanglah berapa kita harus memback up keuangan kearah cita-cita keluarga kita.

Untuk memenuhi cita-cita keluarga itu, mulai sekarang kita harus menabung (Lihat tulisan “Menabung Yuk……..dan terus Bisnis Yuk……”).
Jumlah uang yang diperlukan untuk pendidikan anak 20 tahun harus memperhitungkan inflasi .

Selain untuk investasi pendidikan anak, kita juga harus mengalokasikan dana untuk persiapan hidup di masa tua. Untuk itu perlu menyisihkan dana untuk financial asset seperti Deposito, reksa dana dan saham, serta non financial dana seperti property.

Untuk mengalokasikan dana, kita harus memiliki strategi. Mula-mula menetapkan target return tertentu, baru kemudian sesuaikan alokasi asset, Bila tidak memungkinkan karena penurunan tingkat bunga atau penurunan bisnis, kita harus menyesuaikan target return kita.

Investasi pada Deposito tidak menghasilkan return yang optimal. Umur kita yang masih muda , masih memiliki peluang untuk mentolerir resiko yang lebih tinggi dan memiliki waktu yang sangat panjang, lebih baik dana untuk deposito diinvestasikan ke lahan yang sedikit lebih beresiko sehingga akan memberikan hasil yang optimal.

Dalam investasi perlu dilakukan diversifikasi, karena akan menebarkan resiko. Bagi kita yang berlatar belakang financial dan agribusiness, diversifikasi tidak jauh dari financial asset dan Agricultur product business.

Untuk pengelolaan Cash flow ini sangat penting, dan kita harus menyisihkan dana dalam jumlah yang cukup, terutama untuk pengeluaran rutin sehari-hari. Cashflow ini tidak harus disimpan di rumah atau tabungan bank, tapi dapat dalam bentuk investasi reksa dana pasar uang yang dapat ditarik sewaktu-waktu (H+1).
Pemenuhan kebutuhan jangka pendek selain kebutuhan sehari-hari sebaiknya menggunakan kartu kredit, tapi harus membayar seluruh tagihan tepat waktu agar tidak menanggung bunga yang terlampau tinggi. Penggunaan kartu kredit diperlukan agar kita dapat mengontrol pengeluaran secara teratur. Usahakan limit kartu kredit jangan terlampau besar agar kita dapat membatasi pengeluaran hanya untuk hal-hal yang penting

Proteksi asuransi sangat diperlukan kita, terutama asuransi untuk pendidikan anak-anak sampai ketingkat sarjana, sebab ketika kita tidak bisa bekerja /berinvestasi/ berbisnis secara produktif atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka asuransi akan mengcover kebutuhan pendidikan anak-anak kita.

Didik anak-anak sejak kecil dengan segala ilmu yang bermanfaat bagi kehidupannya kelak di dunia dan diakhirat. Ingat masa depan mereka ada ditangan kita orang tuanya, dimana pada masanya akan lebih complicated dari masa kini. Pendidikan formal (Sekolah), Pendidikan Agama (Iqro), Pendidikan Olah Raga (Karate, senam), Pendidikan Ketrampilan (Bahasa Inggris/mandarin), Pendidikan seni (Musik, melukis), Insya Alloh menjadi pegangan bagi kehidupan anak kita dikemudian hari.

Jadi sekalilagi prioritaskan pendidikan anak-anak. Semoga perjuangan kita untuk mendapatkan anak-anak yang sholeh dan berkualitas dapat tercapai. Amin

Tulisan ini agar dapat menjadi cermin pribadi.

Salam Super Fuuuntastic.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Adi Prayitno http://adi-prayitno.blogspot.com/
Pemilik Ar-Rahman Distro, The Elegance Muslim Fashion.
Distributor Pakaian Muslim Excellent 64 http://excellent64.blogspot.com/ ,Keisha-shasha http://keisha-shasha.blogspot.com/, SefaCollection http://sefacollection.blogspot.com/ .
Madu Mutiara Tugu Ibu, Sabun Madu, Shampo Madu , Cream Madu Mutiara.http://madu-mutiaratuguibu.blogspot.com/
Telp. 08159365700, 021-86604009, 021-91264048, 021-92416

Please.......FOLLOW YOUR DREAMS (FAMILY' DREAMS)

Bismillahirohmanirohim,
Selesai bermain musik dan bernyanyi “Follow Your Dreams (Impianmu)”, saya bertanya kepada Jenderal Besarku :”Mas (panggilan keluarga untuknya), What’s your Dreams ?”
“Apa ya…? emm…..mau jadi Dokter” Jawabnya.
“Kalau Adik juga mau jadi Dokter, kalau enggak jadi Perawat saja deh” jawab Adiknya (Jenderal kecilku).

“Jadi Dokter boleh, Alhamdulillah. Jadi Perawat juga boleh. Tapi jadi Dokter atau Perawatnya yang mencerahkan ya ?” kata saya

“Apa tuh jadi Dokter atau Perawat yang mencerahkan ?” tanya mereka

“Maksudnya jadilah Dokter dan Perawat yang memiliki nilai tambah dan dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi orang lain?’ kata saya

“ Memiliki nilai tambah, maksudnya apa ? Tanya Mas.

“Selain jadi Dokter atau Perawat, Mas dan Adik harus memiliki keahlian atau ketrampilan lain, sehingga dengan keahlian atau ketrampilan itu dapat membantu lebih banyak orang lain.” kata saya.

“Benar Pak, Ibu bilang nanti Mas kalau sudah besar insya Alloh jadi Dokter juga Ustat, kan bisa menyembuhkan badan orang lain dan jiwa orang lain.” penjelasan Mas.

Itulah sedikit perbincangan saya dengan anak-anakku. Kuucapkan dalam hati “Alhamdulillah ya Alloh atas Dreams mereka, semoga hambaMu ini diberi kekuatan untuk mengantarkan mereka mencapai Dreamsnya.”

Terbayang cerita Ibuku dimasa kecil bahwa Mbah di kampung dulu seorang Guru menginginkan Ibu belajar kedokteran dan menjadi dokter yang baik. Takdir Alloh berkata lain, menjelang ujian Ibu sakit sehingga gagal menjadi seorang dokter, dan merantau ke Jakarta bekerja sebagai PNS. Langkah demi langkah sebagai PNS dilalui dengan ketekunan, kesabaran dan kejujuran sampai suatu tingkat tertentu. Tingkat apa itu, aku saat itu tidak tahu. Yang ku tahu teman kuliah kakakku saat ke rumah sangat tunduk pada Ibuku dan berkata takut kalau konditenya jelek dimata Ibu. Ibu menjelaskan urusan kantor jangan dicampuradukan dengan urusan di rumah, dan saat itu aku baru tahu bahwa teman kuliah kakakku adalah staf Ibu di kantor. Sedang teman-teman sekolahku menyangka Ibuku seorang dokter, karena penampilan, cara berpakaian, cara berjalan, cara bertindak laksana seorang dokter.

Saat SMA, belajar malam kami biasa ditemani Ibu sambil mengerjakan pekerjaan kantornya. Disinilah Ibuku menceritakan Dreams Mbah yang belum tercapai agar dapat menurun kecucu-cucunya. Nampaknya Dreams ini cocok dengan kepribadianku, dan aku belajar sekuat tenaga untuk mencapai dreams tersebut.

Dengan prestasi di sekolah, saat itu saya yakin dapat diterima di Fakultas Kedokteran UI, tetapi menjelang pendaftaran otakku berfikir Bapakku sudah pensiun, Ibu sebentar lagi juga pensiun, sebagian kakak masih kuliah, sedang aku masih mempunyai satu adik di SMA yang memerlukan dana besar bagi masa depannya. Dari pada semuanya gagal ditengah jalan, kuputuskan, saya harus sekolah di perguruan tinggi yang bagus, bayarannya murah dan cepat lulus, sehingga dapat segera membantu kedua orang tuaku.
Apakah saya menelantarkan dan membatalkan Dreams saya ?
Saya rasa tidak, karena Alloh memiliki maksud lain yang lebih mulia.

Alhamdulillah, saya dapat sekolah PTN di Bogor, dengan bayaran kuliah murah dan living costnya juga murah. Setengah tahun di Bogor, Ibu menawarkan kendaraan bila saya butuh. Dengan lembut saya menolaknya karena rumah kost dekat dengan kampus, dan saya merasa malu dengan kawan-kawan kost dari luar daerah yang selalu kekurangan karena terlambatnya kiriman orang tua. Orang tuaku tersenyum bahagia, karena mereka tahu sifat saya (anaknya) yang terkadang uang pegangannya pun dipergunakan untuk membantu kawan yang sedang kesusahan.

Di akhir tahun kedua kuliah, Cobaan datang, Bapakku sakit keras, dilarikan ke RS Islam Cempaka Putih. Dokter memvonis Bapak gagal ginjal dan harus cuci darah 2x seminggu. Kami anak-anaknya secara bergantian mengantar dan menjemput Bapak di RS. Yang mengherankan banyak pengunjung RS yang menyangka saya dokter, setelah bertanya ke suster dan dijelaskan kalau saya anak pasien baru mereka mengerti.
Apakah Dreams masa lalu yang membuat perasaan dan penampilanku mirip seorang dokter ? Saya tidak tahu, saya hanya menjalankan hidup yang ditetapkan Alloh untukku.

Ditahun akhir kuliahku (tahun ke 4), Ibu pensiun, dan Adikku menunjukan prestasi yang memuaskan di SMA sehingga mendapat program bea siswa BPPT (Habibie) ke Perancis, tetapi ditolaknya karena orang tua sedang sakit yang memerlukan perhatian anaknya. Diterima di program Akutansi Perpajakan STAN, sempat kuliah beberapa bulan, tetapi dihentikan karena diterima di Fakultas Kedokteran UI. Alhamdullillah, Dreams keluarga mulai terbuka lebar.

Lambat laun saya tahu posisi terakhir orang tua di kantornya dahulu. Subahanalloh, Alhamdullillah , dengan penuh rasa kejujuran dan kesabaran mereka tidak mengambil kesempatan untuk memperkaya diri sendiri, padahal kesempatan untuk menjadi kaya raya itu terbuka lebar dari kantor. Pantas rekan-rekan kerja dan stafnya hormat, dan merasa heran dengan kesederhanaan kehidupan kami jika dibandingkan dengan posisi orang tua. Alhamdulillah atas tetesan darah penuh syukur, kejujuran , kesabaran, pada diri kami Ya Alloh.

Selesai lulus kuliah, kakak-kakak langsung bekerja, begitu juga dengan saya. Di tahun terakhir bangku kuliah, walau belum lulus Adikku mulai keliling praktek dari Klinik Dokter 24 Jam ke klinik lainnya. Lumayan penghasilannya sudah dapat memenuhi kehidupan sehari-harinya. Di saat itulah Bapakku dipanggil Alloh SWT setelah berjuang dengan penyakitnya selama 7,5 tahun cuci darah. Ya Alloh semoga kesabaran atas penyakitnya dan kesabarannya membimbing kami menuju masa depan, mendapat balasan mulia di sisiMu.
Apakah Dreams keluarga besar kami sudah tercapai ? Walau tidak sempurna, So far so good, Alhamdulillah.

Kini kami masing-masing memiliki keluarga, Saya dan istri punya Dreams, dan anak-anak mempunyai Dreams. Dreams kami orang tua harus mendukung Dreams anak-anak kami. Sekali lagi Ya Alloh dengan rasa penuh syukur beri kekuatan dan kesabaran kepada hambaMu ini, untuk mengantarkan anak-anak kami mencapai Dreams mereka.

Tulisan ini perjalanan hidup pribadi.

Super……Fuuuuntastic…….
Please follow your Dreams.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Adi Prayitno http://adi-prayitno.blogspot.com/
Pemilik Ar-Rahman Distro, The Elegance Muslim Fashion.
Distributor Pakaian Muslim Excellent 64 http://excellent64.blogspot.com/ ,Keisha-shasha http://keisha-shasha.blogspot.com/, SefaCollection http://sefacollection.blogspot.com/ .
Madu Mutiara Tugu Ibu, Sabun Madu, Shampo Madu , Cream Madu Mutiara.http://madu-mutiaratuguibu.blogspot.com/
Telp. 08159365700, 021-86604009, 021-91264048, 021-92416

Kamis, 31 Mei 2007

Follow Your Dream

Bismillahirohmanirohim,
Seperti biasa, pulang dari kantor ke rumah memakan waktu 1,5-2 jam, menyupir mobil sendiri, jalan macet, terbayang sudah kelelahan di badan bagi orang lain, tetapi tidak untuk saya karena yang membukakan pintu jenderal besar, jenderal kecil / permaisuriku. Tetapi semalam yang membukakan pintu garasi jenderal kecilku, kemana gerangan jenderal besarku ?
Ternyata dia sedang semangat berlatih didepan piano/keyboardnya sebuah lagu yang penuh semangat, yang membuat badan dan jiwa saya lebih bersemangat :

English Lyrics
Words and music by Mizuho Nakamura
FOLLOW YOUR DREAMS

follow your dreams and you will fly today on the song of the gentle wind,
as it blows stormy clouds away
Follow your dreams and you will drift and sway on the voices that ebb and flow,
Everywhere you go.
It’s a magical thing to feel that the dreams that you have are real.
You will find no need to hide, let your mind open wide.

(Refrain)
Open your heart, cast away fear, make a start to follow your schemes.
Reach for the skies and sail on the wind.
Open your eyes and follow your dreams.
Open your heart, cast away fear, make a start to follow your schemes
Reach for the skies and sail on the wind.
Open your eyes follow your dreams.

Fly with the birds or catch a ray of sun,
As it follows a path of light to a place full of joy and fun.
Float on a cloud just as the day is done, and your fantasies will come true,
If you follow through.
It’s a wonderful thing to know that the dreams that you have can grow.
Let it be, don’t stop it now, follow me I’ll show you how.

(Refrain)
Open your heart, cast away fear, make a start to follow your schemes.
Reach for the skies and sail on the wind.
Open your eyes and follow your dreams.
Open your heart, cast away fear, make a start to follow your schemes
Reach for the skies and sail on the wind.
Open your eyes follow your dreams



Indonesia Lyrics

IMPIANMU

Dimimpimu, engkau terbang tinggi
Diiringi desir angin
Yang datang meniup kabut

Dimimpimu, gemulai menari
Seiring alunan nada-nada yang merdu.

Rasa senang dan bahagia
Membara di dalam dada.
Bersemi impianmu.
Yang mekar di kalbu

Chorus :
Gantungkanlah impianmu, Setinggi langit yang biru,
Terus maju, jangan kau ragu, Dan raihlah cita-citamu.
Gantungkanlah impianmu, Setinggi langit yang biru,
Terus maju, jangan kau ragu, Dan raihlah cita-citamu.

Terbang tinggi, burung yang menari,
Dalam hangat sinar pagi,
Membawa riang di hati.

Terbang tinggi, menuju mentari.
Wujudkan semua mimpi, jangan berhenti.

Rasa senang dan bahagia,
Membara di dalam dada.
Bersemi impianmu
Yang mekar di Kalbu

Chorus :
Gantungkanlah impianmu, Setinggi langit yang biru,
Terus maju, jangan kau ragu, Dan raihlah cita-citamu.
Gantungkanlah impianmu, Setinggi langit yang biru,
Terus maju, jangan kau ragu, Dan raihlah cita-citamu.

Dahsyat sekali musik dan lirik lagu ini…………………..
Super………………..Fuuuuntastic………………………
Please……….Follow Your Dreams………………….
Semoga mimpi-mimpi kita cepat tercapai.
Amin.Ya robbal alamin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Adi Prayitno http://adi-prayitno.blogspot.com/
Pemilik Ar-Rahman Distro, The Elegance Muslim Fashion.
Distributor Pakaian Muslim Excellent 64 http://excellent64.blogspot.com/ ,Keisha-shasha http://keisha-shasha.blogspot.com/, SefaCollection http://sefacollection.blogspot.com/ .
Madu Mutiara Tugu Ibu, Sabun Madu, Shampo Madu , Cream Madu Mutiara.http://madu-mutiaratuguibu.blogspot.com/
Telp. 08159365700, 021-86604009, 021-91264048, 021-92416

Rabu, 30 Mei 2007

Menabung Yuk.....dan Terus Bisnis Yuk.......

Menabung Yuk……….dan Terus Bisnis Yuk……….

Perkembangan teknologi serta peningkatan daya beli masyarakat telah mengubah cara hidup kita menuju cara hidup masyarakat modern.

Uang dapat memenuhi semua yang kita inginkan, dan dapat memberikan kenyamanan, kualitas dan gaya hidup dari kehidupan kita sehari-hari. Tetapi keinginan ini dapat mendatangkan masalah bagi kehidupan kita mendatang, apabila kita tidak membatasi seluruh keinginan.

Bagaimana cara kita mengatasi keinginan…………?
Bagaimana menjaga pengeluaran kita dalam batas-batas wajar……..?
Bagaimana memiliki tabungan untuk memenuhi impian-impian kita dimasa datang…?

Rahasia dari financial freedom bukan hanya pada disiplin diri sendiri, melainkan juga membuat prioritas dan urutan-urutannya.

Dengan semakin populernya pinjaman pribadi seperti kartu kredit, pinjaman mobil, Pinjaman KPR, dan pinjaman consumer lainnya. Kita dapat memiliki apa saja yang kita inginkan dengan cara mencicil. Kemudahan ini menyebabkan kita semua membelanjakan uang melebihi pendapatan.

Kedengarannya sangat fantastis, akan tetapi kita harus mengetahui bahwa kita membayar harga yang sangat mahal, karena bunga pinjaman konsumen selalu lebih tinggi dari bunga pinjaman lainnya (akibat dari resiko yang tinggi ditambah keuntungan dari pinjaman).

Salah satu cara untuk keluar dari belitan hutang adalah membayar diri kita terlebih dahulu, maksudnya sisihkan sebagian kecil dari penghasilan kita, dan tabung pada investasi jangka panjang yang sulit untuk diambil. Lakukan hal ini lebih awal walaupun jumlahnya kecil. Dengan melakukan hal tersebut, kita mulai mengakumulasi kekayaan dalam jangka panjang, serta uang yang anda miliki di tangan terlihat lebih sedikit, sehingga kita tidak menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu.

Yuk terus kita menabung, jangan menunggu sampai akhir bulan, baru sisanya ditabung. Tabung dana yang kita inginkan di awal bulan. Dana terkumpul terus lakukan untuk merancang, memulai dan pengembangan bisnis kita.

Menabung Yuk …………..dan terus Bisnis Yuk………………

Sewaktu artikel ini saya posting ke kawan-kawan Super…..Fuuuuntastis TDA, banyak yang langsung Japri ke email saya ataupun menjawab ke millis TDA, isinya ada yang dukung dan ada pula yang kontra.

Take it easy, no problem, ini hal biasa suatu wacana pasti ada yang setuju maupun tidak setuju. Bagi yang setuju saya ucapkan terima kasih, pasti mereka sudah mengetahui manfaatnya menabung dan memiliki uang cash yang sewaktu-waktu dapat diambil untuk keperluan yang sangat mendesak, apalagi pengembangan usaha yang sifatnya membutuhkan cash keras.

Bagi yang tidak setuju dengan menabung, karena pendapatan interest tabungan sangat lebih kecil dari bisnis, saya ucapkan terima kasih karena pihak yang tidak setuju pasti sudah mengetahui nikmatnya berbisnis. Untuk itu saya sampaikan dengan huruf besar SAVING VS BISNIS pasti saja lebih menguintungkan bisnis, tetapi SAVING VS KREDIT komersial, astafirullah laksana rentenir dengan suku bunga 42-48%.

Memang berbisnis bisa menggunakan beberapa sumber pendanaan, yang tidak perlu dana kita sendiri. Bisa dari pinjaman Bank ataupun dana teman, tetapi kita harus sadar bahwa dana tersebut berasal dari tabungan masyarakat ataupun teman-teman kita. Seratus Rupiah, Seribu Rupiah, Lima Ribu Rupiah…….mereka tabung sedikit-sedikit demi sedikit, setelah banyak maka dana tersebut dipercayakan kepada kita untuk pengembangan bisnis, pembelian saham perusahaan, pembelian property dll.

Untuk itu Menabung Yuk…………..dan Terus Bisnis Yuk……., supaya masa depan kita menjadi manis.

Salam Super……………Super…………….Fuuuuuntastic.

Tulisan ini agar menjadi cerminan diri pribadi.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Adi Prayitno http://adi-prayitno.blogspot.com/
Pemilik Ar-Rahman Distro, The Elegance Muslim Fashion.
Distributor Pakaian Muslim Excellent 64 http://excellent64.blogspot.com/ ,Keisha-shasha http://keisha-shasha.blogspot.com/, SefaCollection http://sefacollection.blogspot.com/ .
Madu Mutiara Tugu Ibu, Sabun Madu, Shampo Madu , Cream Madu Mutiara.http://madu-mutiaratuguibu.blogspot.com/
Telp. 08159365700, 021-86604009, 021-91264048, 021-92416