Tampilkan postingan dengan label religion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religion. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Februari 2011

Jangan Marah. Tersenyumlah

Tulisan menarik neh Adi, semoga dapat bermanfaat bagi saudara2 sekalian agar membiasakan diri tersenyum di hadapan orang lain.

Sejatinya senyum adalah jendela hati.

Dari senyuman kita bisa mengetahui suasana dan isi hati seseorang. Senyuman yang terkembang berarti juga sebuah sinyal bagi orang lain untuk diterima kehadirannya dan diperbolehkan untuk bersama. Karena itu, mari mencoba mengingat-ingat berapa kali sehari kita tersenyum pada pasangan, Saudara, dan rekan terdekat.

Kasih sayang yang terjalin antara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan para sahabat semakin kokoh dari hari ke hari, tak lain karena senyum yang senantiasa terkembang. Jarir bin Abdillah RA berkata, “Sejak aku masuk Islam, Nabi tidak pernah menghalangiku untuk menemuinya. Dan setiap kali berjumpa denganku, beliau selalu tersenyum padaku.” (Riwayat Al-Bukhari).

Senyum memang sangat besar efeknya bagi kondisi psikologis seseorang. Bisa dibayangkan bila seseorang tengah merasakan kegelisahan yang sangat, tentu senyum yang datang seakan memberi kesempatan baginya untuk menemukan jalan keluar dari masalah, minimal mengurangi beban masalahnya.

Senyum juga membawa dampak positif pada cara kita berpikir. Senyum yang berusaha kita hadirkan dalam kondisi seperti apapun akan membimbing kita dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Pikiran kita akan terdorong untuk memandang kemelut yang terjadi dari sisi yang positif dan menghindarkan kita dari stress.

Otak pun akan mendorong tubuh mengeluarkan energi yang akan membangun imunitas di dalam dan di luar tubuh, memperbaiki kualitas darah, dan memperbaiki kualitas udara yang kita hirup.

Inilah luar biasanya teladan yang diberikan oleh Rasulullah. Inilah kebaikan yang tersimpan dalam sabdanya, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (Riwayat Muslim)

Karena itu, mulai saat ini, berusahalah untuk senantiasa tersenyum. Buatlah tiap ulasnya yang menghiasi wajah kita berarti kasih sayang dan kebaikan, terutama untuk pasangan, saudara dan teman terdekat kita.

Nyyyuuuuuuk Tersenyum..... Tapi jangan tersenyum sendirian ya ? Aneh kelihatannya nanti.

Selasa, 01 Februari 2011

Meraih Mimpi

Saya begitu berkesan dengan cerita ini, sampai-sampai meneteskan air mata saat membacanya, semoga cerita dari hidayatullah ini dapat menjadi inspirasi kita semua terutama anak2 saya, selamat menikmati inspirasi cerita ini :

Perempuan paru baya itu terbujur kaku. Ia meninggal setelah beberapa minggu mengalami sakit parah. Sekujur tubuhnya ditutupi kain putih berukuran ± 1,5x1 M. Para pelayat, yang kebanyakan ibu-ibu, duduk mengelilinginya. Terlihat mulut mereka berkomat-kamit, melafalkan surat Yasin dan do’a-do’a keselamatan. Buliran-buliran bening pun mulai keluar dari pelupuk mata, mengalir membasahi pipi-pipi, mengiringi bacaan-bacaan mereka.

Isak tangis semakin mengelegar, manakala mereka menyaksikan bayi berjenis kelamin laki-laki, berumuran 3 bulan, menangis histeris, seakan-akan ikut merasakan kepiluan hati, ditinggal mati ibu yang telah melahirkannya.Bayi tersebut, memang tidak lain adalah salah satu putra dari perempuan yang telah tak bernyawa itu.

Tubuhnya yang mungil, terlihat sangat pucat. Nyaris tidak terdapat secuil dagingpun yang membalut tubuhnya. Yang nampak, hanyalah tulang dan kulit semata. Siapa pun yang menyaksikan, tentu akan merasa iba. Terlebih, kalau melihat kenyataan perekonomian keluarganya, yang memang berada dibawah garis kemiskinan. Rumah mereka tidak punya. Gubuk yang mereka tempati, merupakan tumpangan sementara dari salah satu sanak keluarga.Tak ayal, melihat kondisi demikian, tidak sedikit dari para pelayat, memprediksi nasib buruk akan selalu membayangi masa depan si-bayi.

“Apa bisa hidup, yah, bayinya?”, celetuk salah satu pelayat, ’meraba-raba’ nasib si-bayi, yang tentu saja menambah luka hati keluarga yang memang tengah berduka. Tak ubahnya luka tersiram air cuka. Mungkin itulah gambarannya. Perih dan sangat menyakitkan.Tak sedikit pula dari mereka --karena merasa kasihan-- mencoba mengajukan diri untuk mengadopsi anak tersebut.

”Kalau diizinkan, kami ngin mengasuh anak ini, pak. Kami tidak akan menyia-nyiakannya. Akan kami anggap dia sebagai anak kandung kami sendiri,” pinta di antara mereka kepada sang-bapak.Walaupun demikian, pihak keluarga --terutama sang-ayah-- tidak mau ambil pusing. Dia yakin, bahwa di balik musibah yang tengah melanda keluarganya, terdapat banyak hikmah yang memang belum terkuak saat itu. Karenanya, dia menolak keras permintaan orang-orang yang hendak mengadopsi bayi malang itu, sekalipun keadaan ekonomi tengah carut-marut.

Mandiri Sejak Dini
Peristiwa mengharukan itu, terjadi 25 tahun silam. Dan bayi itu, kini telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang kini mengabdikan dirinya di salah satu lembaga pendidikan Islam. Khoirul Huda, itulah namanya. Terlahir di tengah keluarga serba kekurangan, serta ditinggal mati ibu ketika masih dalam buaian, menjadikannya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Dan pola pendidikan itu pula yang diterapkan ayah dan kakak-kakaknya.

Sejak kecil, Huda –begitu ia biasa disapa- sudah terbiasa bekerja keras. Sepulang dari sekolah, misalnya, ia harus membereskan seluruh pekerjaan rumah, mulai dari menyapu halaman, hingga menanak nasi.

Wajar, karena semua anggota keluarganya pergi ke ladang, dan baru pulang, ketika matahari telah di ufuk barat.

Selain itu, ia juga tidak malu-malu untuk menjajakan barang jualannya, yang berupa mainan-mainan anak, semacam balon dan sejenisnya, dari kampung satu ke kampung yang lain. Kiloan meter jarak ia tempuh dengan jalan kaki. Pengatnya sinar matahari. Derasnya guyuran hujan, sama sekali tak meredupkan semangat bungsu dari tujuh bersaudara ini, untuk menapakkan kaki, selangkah demi selangkah, menelusuri gang-gang perkampungan.

Sekalipun melelahkan secara fisik, aktivitas-aktivitas tersebut, dia jalani dengan lapang dada. Status sosial yang dipegang sebagai anak miskin dan tak beribu, sama sekali tidak pernah mengucilkannya untuk terus berjuang, ”Sering sekali saya diejek. Terutama oleh teman sepermainan. Tapi jarang saya hiraukan”, kenangnya.

Mengejar Mimpi
Mimpi, adalah satu hal yang semua orang boleh memilikinya, tanpa harus membedakan status sosial, atau tetek-bengek lainnya. Begitu juga dengan putra dari Ardi dan Suyyah ini. sedari kecil, dia telah memiliki angan-angan untuk terus menuntut ilmu, terutama ilmu agama.

Terlebih ketika melihat jejak ‘raport’ saudara-saudaranya yang ‘berguguran’ sekolah, lantaran terkendala biaya, gejolak itu semakin meninggi. Obsesinya, dia ingin mengangkat status sosial diri dan keluarganya menjadi lebih baik, ”Untuk menggapai itu semua, ilmu adalah satu-satu kuncinya” ulasnya panjang-lebar.

Syukurnya, sang-ayah mendukung penuh. Dengan menjual hasil panen, pada tahun 1998, selesai menamatkan Sekolah Dasar (SD) ia berangkat ke Jawa Timur, guna meneruskan studi di salah satu pondok pesantren di sana.

Pada awalnya, sebagai anak yang masih ingusan, sangat berat bagi Huda berpisah jauh dari sanak keluarga yang berada di kampung halaman, Laung Timur. Apa lajur dikata, seperti kata pepatah, “layar sudah berkembang, pantang surut untuk ke belakang.”Huda pun membulatkan tekad untuk tetap tinggal di daerah asing baginya. ”Mungkin pola pendidikkan keluarga yang tidak pernah meninabobokkanku, menjadi salah satu unsur yang mampu menguatkanku saat itu,” terangnya.
***

Sebagaimana jamak diketahui, bahwa sekolah di pondok pesantren, itu relatif lebih mahal biayanya, dibanding sekolah umum. Sebab, selain harus membayar uang sekolah, para santri pun harus membayar uang asrama dan makan sekaligus.

Di tengah perjalanan, hal inilah yang menjadi pelemik Huda. keluarganya tersiok-seok, sehingga nyaris saja ia ’terpelanting’, dan pulang kampung, karena tidak kuat pendanaan. Untungnya, salah satu familinya yang berprofesi sebagai karyawan bengkel, menolak mentah-mentah ide itu.“Sudah jauh-jauh datang dari Lampung, kenapa harus pulang tanpa hasil. Teruskan belajarmu. Masalah dana, biar saya yang berusaha. Yang penting kamu serius, kejar impian-impianmu,” paparnya menirukan nasehat familinya tersebut.

Sejak peristiwa itu, ‘volume’ belajar Huda tambah tinggi. Pagi, sore, dan malam, ia gunakan untuk mengulang pelajaran yang telah didapat dari sekolah, atau membaca buku-buku yang lainnya. Alhamdulillah, usaha yang dilakukan membuahkan hasil. Meskipun tidak melulu juara satu, tapi, nilai-nilai yang dicapai, sudah cukup baginya untuk memperoleh bea siswa.

Tentu saja hal ini, sangat meringankan bebannya dan keluarga. Tidak cukup itu perjuangan yang dilakukan Huda. Tidak ingin hanya berpangku dua belah tangan dalam menghadapi masalah finansial, dengan skill barunya, mampu berbahasa asing, Arab dan Inggris, yang dia peroleh dari hasil studi, dia mulai mengeles murid-murid di perumahan-perumahan warga sekitar kampusnya. Bahkan tidak jarang juga, tanpa takut dilecehkan rekan-rekannya, dia rela bekerja sebagai buruh bangunan, yang harus mengecet gedung bertingkat, di sela-sela kesibukkannya sebagai pelajar.

Dari proses inilah, akhirnya Huda mampu menyelesaikan studinya, hingga di perguruan tinggi, sehingga berhak menyandang gelar Strata Satu (S 1), dengan hasil nilai komulatif yang cukup memuaskan. Karena –mungkin- dianggap mahasiswa yang berprestasi, selulusnya dari kuliah, dia langsung diamanahi untuk membantu mengajar di almamaternya tersebut.”Mudah-mudahan aku terus ber-istiqomah, dan diberikan kemudahan-kemudahan oleh Allah, dalam menjalankan amanah-amanah yang saat ini kuemban,” do’anya sebelum mengakhiri wawancara. [Robinsah/Dikisahkan langsung oleh Khoirul Huda.

Ya Alloh, semoga cerita ini dapat menjadi inspirasi dan penyemangat anak-anak di seluruh Indonesia. Amin ya Robbal alamin.......

Kamis, 09 Desember 2010

7 Desember 2010 The Hijri New Year of 1432.

It is Muharram, The start of the Hijri New Year of 1432.
A Bless, Happy, prosperous and well wished new year to all my brothers and sisters.
May this year be filled with great tidings and joy for our family and may we make it a year to increase our imaan and knowledge and become closer to our Creator. Ameen.
Allahumma Ameen....

Again, Happy new year to everyone.
May Alloh Almighty bless you, whereever you maybe.

Best Regard
Adi Prayitno family

And this is message from our father in Javanese

Assalamualaikum Wr. Wb.
Hangaturaken Sugeng Warso Enggal 1 Muharram 1432H.
Ing Pamuji dumateng Alloh SWT ingkang murbeng dumadi sarta akaryo jagad sak isinipun.
tansaha pinaringan rahmat, ridho, berkah, rahayu, nikmat sehat walafiat, panjang yuswo, asih ing sesami, manggih ing karaharjan, kalis ing sambe kala, linuberan ing rejeki.
Sadaya kalepatan kula sak brayat keparenga dipun paringana sak agunging samodro pangaksami.
Amin
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Selasa, 24 Agustus 2010

Bimbingan Tahsin & Tajwid Alquran Ustmani


Ya......Allah
Sayangi kami dengan AlQuran,
Jadikanlah ia sebagai Iman,
Hidayah dan Rahmat bagi kami,
Ingatkanlah apa yang kami lupa dari Al Quran
dan ajarilah apa yang belum kami ketahui,
berilah kami kemampuan untuk selalu membaca siang dan malam,
dan jadikanlah Al Quran sebagai saksi yang akan membela kami.
Ya Robbal 'Alamin......
Rasululloh bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya (HR. Bukhari)

Rabu, 18 Agustus 2010

Doa Ramadhan

Doa Ramadhan Hari ke-7

اَللّهُمَّ اَعِنّي فيهِ عَلى صِيامِهِ وَ قِيامِهِ ، وَ جَنِّبني فيهِ مِن هَفَواتِهِ وَاثامِهِ ، وَ ارْزُقني فيهِ ذِكْرَكَ بِدَوامِهِ

، بِتَوْفيقِكَ يا هادِيَ المُضِّلينَ . Yaa Allah! Bantulah aku untuk melaksanakan puasanya, dan ibadah malamnya (‘nya’- di sini mengacu pada bulan Ramadhan). Jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosa Nya, dan berikanlah aku dzikir berupa dzikir mengingat-Mu secara terus-menerus, dengan taufiq- Mu, wahai Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang sesat آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ


Doa tidak selalu mampu mengubah. keadaan, tapi mampu mengubah cara pandang kita.

Doa tidak selalu mampu mengembalikan mereka yang kita cintai, tapi mampu memberikan kebahagiaan bagi mereka.

Doa tidak mampu mengulang waktu, tapi mampu membuat kesempatan datang kembali.

Doa tidak selalu mampu memperbaiki hati yang hancur, tp doa mampu mengubahnya menjadi sumber kekuatan dan penghiburan...

Doa tidak selalu mampu mengubah penyesalan masa lalu, tapi mampu mengubahnya menjadi harapan masa depan

Doa tidak selalu mampu mengubah kebutuhan dan keinginan kita, tapi mampu mengubahnya menjadi keinginanNya.

♥Yang pasti doa selalu mampu membawa perubahan dalam hidup kita.

Dan BERDOALAH SEBELUM KITA DI DOA KAN.♥.

Selamat berpuasa, Tetap Semangat dan Berbahagialah.

Rabu, 14 April 2010

JIKA AL-QUR'AN BISA BICARA

Adi Prayitno, ini puisi yang sangat menyentuh dari sahabatku Abu Kaffah, semoga dapat direnungi dan bermanfaat.

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudhu kau sentuh aku dalam keadaan suci
Aku engkau pegang, engkau junjung dan engkau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.

Sekarang engkau telah dewasa
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah?
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sedang engkau simpan aku rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya.

Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu.
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu pagi-pagi sekali surah-surah yang ada padaku kau baca beberapa halaman.
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau
Sekarang, pagi-pagi sambil minum kopi, engkau baca Koran pagi sambil nonton televisi.

Waktu senggang, engkau sempatkan membaca buku karangan manusia.
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Alloh Yang Maha Perkasa,
Engkau campakkan, engkau abaikan, dan engkau lupakan.
Waktu berangkat kerjapun engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)

Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati music duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan stasiun radio yang senantiasa melantunkan ayatku.

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja.
Di komputermu pun kau putar music favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun.
Email temanmu yang ada ayat-ayatku pun kadang kau abaikan,
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.

Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan televise
Menonton pertandingan Liga Italia, music atau film dan sinetron laga
Didepan computer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah.


Waktupun cepat berlalu, aku menjadi semakin kusam dalam lemari.
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lapadz yang tidak semerdu dulu.
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancer lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, televise, radio, computer, dapat memberimu pertolongan ?
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba,
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya.
Hanya dengan ayat-ayat Alloh yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu.
Setiap saat berlalu, kuranglah jatah umurmu.
Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu.
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati.
Dikubur nanti,
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan,
Yang akan membantu engkau membela diri,
Bukan Koran yang kau baca yang akan membantumu dari perjalanan di alam akhirat.
Tapi Akulah Al-Qur’an kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.

Peganglah aku lagi, bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasululloh.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu,
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu,
Letakkan aku selalu didepan meja kerjamu,
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu.

Sentuhlah aku kembali
Baca dan pelajari lagi aku
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu, dulu sekali…….
Waktu engkau masih kecil, lugu dan polos
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri
Dalam bisu dan sepi
Maha besar Alloh, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Senin, 22 Maret 2010

DOA SEBELUM DAN SESUDAH BELAJAR (2)

Tulisan ini lanjutan dari Doa Sebelum dan Sesudah belajar (1), diambil dari Kuliahnya pak Ustat (Prof) , Drs H. Umay M. Dja'far Shiddieq MA di masjid Babussalam rawamangun tanggal 13 mei 2009., semoga bermanfaat khusus bagi mu Adi Prayitno, dan sodaramu pada umumnya.

Ketika Rasululloh mengikuti bacaan yang dibacakan oleh Malaikat Jibril, Nabi tidak sabar sebelum selesai Jibril baca, sudah nyamber dulu, lalu ditegur oleh Alloh : “Latuharrika bihi lisanaka lita’ajala bihi” = “Jangan kamu gerakan lisanmu, nanti juga akan kami bacakan.”
Terus nabi berkata:” Takut keburu lupa.”
Lalu Alloh berfirman :” waqola robbidzidni ilma” = “Tuhanku tambahkanlah ilmu bagiku”

Jadi ini dikumpulkan oleh Pak Umay menjadi 3 permohonan terbuka ilmu.
Untuk menghayati Doa itu adalah :
“ Ya Alloh bukakanlah bagi kami akan hikmahMU, dan tebarkanlah atas kami dari khazanah rahmatMU, wahai Zat Yang Maha Kasih di atas segala yang pengasih.
Ya Alloh sinarilah hatiku dengan Nur hidayahMU, sebagaimana Engkau sinari bumi ini dengan cahaya matahariMU.
Ya Alloh tambahkanlah bagiku ilmu dan kurniailah aku pemahaman dan amal sholeh yang diterima (disisiMU)
Perkenankanlah doa kami, wahai ZAT Yang Mengabulkan doa para pemohon.

Hikmah itu adalah ilmu, baik yang hasil pencarian ataupun pemberian, sedangkan Khazanah itu gedung, Alloh memiliki gedung rahmat.

Sedangkan yang kedua Doa Keluarga Sakinah, ini punya sejarahnya :
Ketika Pak Umay Umrah di Masjidil Haram. Tiba-tiba ada orang Arab. Begitu beliau masuk pada salaman keliling terus duduk berkelilingan. Pak Umay sudah mengira, pasti ini ulama, terus Pak Umay nanya kepada yang duduk berkeliling, dan disebutkan nama Syeknya yaitu Sulaiman Al-Khinsi.
Kalau begitu Kebetulan, pak Umay pakai peci hitam, baju koko, kemudian Pak Umay nyamperin, salaman, lalu ditarik duduk disampingnya, nggak tahunya nanya dia, “Indonesia?”, ahlan jawab pak Umay. Terus ngobrol, dan beliau bertanya apa pekerjaan?, Pak Umay jawab saja:”Guru Ngaji,
Akhirnya ada kesempatan nanya pak Umay, kesulitan mendidik anak, baik anak kandung, maupun anak didik, ternyata kemudian beliau langsung ceramah diantara Magrib dan Isya, yang beliau sampaikan adalah : “Menyampaikan Kebenaran atau Berpindahnya kebenaran dari satu orang kepada orang lain melalui proses meniru, sementara berpindahnya keburukan pada orang lain adalah melalui proses melular.”
Karena kebaikan itu pindahnya melalui proses meniru, makanya harus ada role model itu (Figur) dan pak Umay yakin itu benar sekali.

- Pertama, karena kita kehilangan model. Ketika ngajar kita usahakan menyatukan kata dengan hati , lisan dengan perbuatan. Ini role model. Kalau apa yang diomongkan tidak sesuai dengan hatinya, tidak sesuai dengan faktanya, kita akan kehilangan model.

- Kedua, Rasululloh SAW mengapa berhasil mendidik itu. Dikatakan bahwa Alloh sendiri memujinya dalam Q.S.33 (Al Ahzab):21 “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasululloh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh, dan (kedatangan) hari kiamat, dan Dia banyak menyebut Alloh.

- Ketiga, mengajarkan kebaikan itu harus holistic (Syamil). Jadi harus ada dari hati berupa do’a, lisannya berupa kejujuran, kesholehannya berupa amal perbuatan. Jadi itu yang disebut holistic (Syamil) melingkupi seluruh persoalan.

Nah ketika ceramah, beliau menoleh ke Pak Umay, sudah berapa kali anda mendoakan murid anda ?, Sudah berapa kali mendoakan anak anda ?.
Ketika ditanya begitu, Masya Alloh sedikit sekali. Pernah mendoakan anak pada waktu mau ujian, itupun kalau mereka minta dido’akan. Pada anak-anak sendiri do’a juga penting, do’a pada anak-anak yang sering dibaca apa?

“ROBBANA HABLANA MIN ADZWAJINA WADZURRIIYATINA QURRATA A’AYUNIN WAAJALNA LILMUTTAQIINA IMAMAN.”
“Wahai Tuhan kami, anugerahilah kami pasangan dan keturunan yang menyenangkan hati, dan jadikanlah kami pimpinan orang-orang yang bertaqwa.”

Kalau terjemahan “ ALLOHUMMA BARIK LAMNA FII AULADINA WALAA TADURROHUM WAWAFIQHUM FI THO’ATIKA WARZUQNA BIRROHUM”. Kata WALA TADURROHUM jangan diterjemahkan “ Jangan Engkau Sengsarakan mereka”, itu salah terjemahannya, sebab Alloh tidak pernah menyengsarakan makluknya, kalau ada yang sengsara itu karena ulahnya sendiri.
Nah itu kita akan bacakan dulu wiridnya sebelum ngaji, diatasnya doa setelah belajar.
Doa ini kenang-kenangan manis dari dosen Pak Umay, kebetulan waktu kuliah di PTIQ ada dua Syekh, ada Syekh Said, dan ada Syek Abdul Qodir Abdul Azhim Ahmad.
Syekh Said itu nggak punya anak, ia bawa istrinya kesini, beliau sholeh sekali orangnya, hafalannya ngelotok 30 Juz, suranya bagus, terus ibadahnya kuat. Beliaulah yang membawa do’a ini ke Indonesia dengan lagunya dan sekarang do’a ini paling popular di Indonesia.
Pas Pak Umay naik tingkat dua, beliau dihajikan oleh PTIQ, wafat waktu haji, jadi istrinya nggak balik lagi ke Indonesia.
Terus dikirim lagi Syekh Abdul Qodir Abdul Azhim Ahmad, termasuk yang bawa pak Umay kemana-mana.
Kenang-kenangan dari beliau setiap pak Umay baca do’a ini kebayanglah beliau, orang Mesir Iskandariyah.

ALLOHUMMA ARHAMNI BILQURAN WAJ’ALHU LI IMAMA WANUURO WAHUDAN WAROHMATAN ALLOHUMMADZAKIRNII MINHU MANASIITU WA’ALLAMNII MINHU MAJAHILTU WARZUQNII LILAWATAHU ANAHA LAILI WAATHROFA NAHARI WAJ ALHU LI HUJJATAN YA ROBBAL ALAMIINA.
“Ya Alloh, sayangilah aku dengan Al-Quran, jadikanlah ia bagiku penuntun, cahaya prtunjuk dan rahmat. Ya Alloh , Ingatkanlah aku darinya apa yang aku lupa, ajarkanlah aku darinya apa yang belum aku ketahui, karuniailah aku dapat membacanya ditengah malam dan penghujung siang, dan jadikanlah ia sebagai pembela bagiku, wahai Tuhan Semesta Alam.”

Nah ada sebuah Masjid yang tidak perlu disebutkan namanya, baca dhamirnya diganti dengan NA (kami). Pak Umay tidak setuju dengan itu, karena dhamir NA (kami) itu kalau dibaca sendirian oleh Iman, dan makmumnya meng Amin kan, kalau dibaca masing-masing tetap Aku kan? Yang di teks aslinya pun demikian.
Tapi kalau ada yang baca NA (kami) salah nggak ? Jangan disalahinlah, Cuma karena disini doa masing-masing Allohumarhamnii saja, yang aminkan siapa ? ya sendiri-sendiri saja

Mulai hari ini kita biasakan membacanya di awal tak’lim dan di akhir tak’lim. Kalau di pesantren ada hadist yang mengajarkan guru atau santri kalau mau belajar baca doanya dengan ikhlas.

ALLOHUMMA INNI ASHALUKA BIHAQQOSSAHILIINA ILAIKA WABIHAQQO MIN SYAIHA HADZA ILAIKA WAINNA LAM AKHRUJ SYAQO WALA BATHARON WALA RIYAHAN WALA SUM’ATAN BAL KHAROJTU ISTIQOHA SUKHTHIKA WABTIGHOHA MARDHOTIKA.
“Ya Alloh, aku mohon dengan hal semua orang yang memohon padaMU, dengan benarnya pelajaranku ini ketempat belajar mengajar (bagi guru).
Ya Alloh aku tidak keluar dari rumah ini menuju tempat ini untuk berbuat kejahatan, untuk berbuat riya dan sombong. Aku keluar dari tempat ini semata-mata menghindarkan murkaMU dan mencari ridhoMU

Jadi setiap langkah itu sudah diajarkan, karena ini ajaran Rasul, buat yg mengajar, diteruskan :
ALLAHUMMA TSABBAT JANANII WAADIROLHAQQO ALA LISANII
“Ya Alloh mantapkan hatiku dan alirkan kebenaran lewan lisanku.”

Jadi Nabi benar-benar mengajar karena Alloh, diajarkan kepada kita supaya tidak ada riya. Supaya kita itu nanti dalam mengajar pun semata karana Alloh tidak Riya.

Semoga Bermanfaat

Kamis, 18 Maret 2010

DOA SEBELUM DAN SESUDAH BELAJAR (1)

Assalamualaikum Wr. Wb.

Tulisan ini merupakan materi kuliah Pak Ustat (Prof) Drs.H. Umay M. Dja’far Shieddieq MA
pada hari Rabu, 13 Mei 2009 , sengaja dimasukan ke dalam blog ini agar dapat dinikmati oleh saudara-saudara.

“Syukur kepada MU, ENGKAU telah menggerakkan hati hambaMU Munfiqin-Munfiqot membantu jihad kami dijalanMU. Balaslah kebaikan mereka dengan berlipat ganda, balas pula dosa dan salah mereka dengan ampunan, kemampuan mereka menanggalkan kekikiran, kepelitan dan kecintaan dunia berlebihan Engkau balas dengan keberkahan. Apa yang mereka infaqkan Engkau ganti di dunia dan Engkau lipat gandakan sebagaimana janjiMU 700 kali lipat masa guna dan 700 kali lipat daya guna. Ya Alloh jadikanlah jiwa-jiwa mereka mutma’innah, keluarga mereka sakinah, keturunan mereka sholeh dan sholehah, rizki mereka melimpah halal dan berkah. Sepanjang hidup mereka Engkau bombing dengan taufiq hidayah dan wafat mereka khusnul Khatimah. Jika Iman dan Amal mereka belum memadai, ampunanMU yang mencukupi.”

Pak Ustat berkata:” Saya berpikir bahwa ngaji kita ini harus dimulai dengan do’a. Kenapa Do’a? Mohon diinsafi oleh kita semua, bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu memberikan hidayah kepada orang lain, bahkan Rasululloh Saw, Beliau itu menangis ketika menghadapi pamannya sakaratul maut, di suruh syahadat ternyata pamannya menggelengkan kepala. Ketika itu turun teguran Alloh dalam Q.S.28:56 :

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat member petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh member petunjuk kepada orang yang dikehendaki Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”

Rasululloh saja tidak nbisa membantu, apalagi kita, termasuk pak Umay itu takut kalau ada orang yang bilang: “ Pak Umay Alhamdulillah kelurga kami itu bisa Insyaf gara-gara ngaji dengan Bapak.”
Kenapa takut ? Pak Umay itu tidak lebih dari sekedar apalah ? manusia biasa. Sebab untuk menyampaikan tugas yang memberikan hidayah itu Alloh. Hak prerogative Alloh, tidak ada hak guru untuk berbangga karena muridnya pintar, dan agamanya sholeh.
Karena itu dalam kitab-kitab Salaf itu Kitab Kuning, itu mendahulukan doa sebelum mengaji. Disini pernah diterangkan oleh pak Umay QS 35 (Al-Fathir):32-33

QS.35:32 :”Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan ijin Alloh, yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

QS.35:33 :” bagi mereka syurga ‘And, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.”

Yang dimaksud dengan orang yang menganiaya dirinya sendiri ialah orang yang lebih banyak kesalahannya dari pada kebaikannya. Pertengahan ialah orang-orang yang kebaikannya berbanding dengan kesalahannya, sedang yang dimaksud dengan orang-orang yang lebih dahulu dalam berbuat kebaikan ialah orang-orang yang kebaikannya amat banyak dan amat jarang berbuat kesalahan.

Kita ini dipilih oleh Alloh diantara hamba-hambaNYA, Alloh lahirkan semua manusia berakal, ada yang beriman, dan ada yang kafir. Dari yang beriman, Alloh pilih lagi ada yang mengamalkan imannya ada yang tidak mengamalkan, yang beramal ada yang ikhlas ada yang tidak. Jadi dipilih menjadi hamba-hamba pilihan Alloh, maka atas dasar ini pak Umay tuliskan dioa tersebut di atas.

Ini ada jama’ah yang ikut nyumbang untuk pembanguan dan menyantuni anak asuh pesantren DARUL AMAL. Ini jangan-jangan berinfaqnya karena mendengar Do’a tersebut di atas. Ya memang ada juga yang begitu. Jadi ada rombongan pengajian ke pesantren, ada pertemuan orang tua asuh dipertemukan dengan anak asuhnya.

Anak-anak itu ketika ditanya siapa orang tua asuh kamu ? disebut Ibu Nia Rahmiyati.
Berapa lama kamu sudah disantuni ? 4 tahun saya disantuni.
Coba apa yang pernah kamu lakukan selama ini ? Mendoakan.
Tahu belum orangnya ? Belum tahu.
Ini dia orangnya Ibu Nia.
Coba sekarang baca doa yang kamu doakan untuk orang tua asuh kamu.
Dengan Doa di atas tadi, Ibu Nia itu menangis, terus dia bilang, “Pak Umay nambah lagi ya pak untuk 3 orang.”
Jadi memang benar kata Al-Quran, jadi orang yang berinfaq itu di doakan, sebab doa kamu itu membuat hati mereka tentram.
Dimata pak Umay orang yang berinfaq itu orang yang menang perang, karena setiap manusia itu pada dasarnya pelit dan kikir, begitu mengeluarkan sedekah, hebat sekali dia.

DOA MOHON TERBUKA ILMU SEBELUM BELAJAR

“ Ya Alloh berikanlah bagi kami akan hikmahMU, dan tebarkanlah atas kami dari khazanah rahmatMU, wahai ZAT Yang Maha Kasih di atas segala yang Pengasih. Ya Alloh sinarilah hatiku dengan nur hidayahMU, sebagaimana Engkau sinari bumi ini dengan cahaya matahariMU. Ya Tuhanku tambahkanlah bagiku ilmu dan karuniailah aku pemahaman dan amal sholeh yang diterima disisiMU. Perkenankanlah doa kami wahai ZAT Yang Maha Mengabulkan doa para pemohon.”

Doa tersebut dari Ulama, ad hadistnya tapi tidak seperti ini hadistnya, yang kedua juga dari hadist, dan yang terakhir dari Al-Quran.

DOA KELUARGA SAKINAH

“Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak keturunanku orang-orang yang tetap mendirikan sholat, wahai Tuhan kami, terimalah doa kami.
Wahai Tuhan kami, ampunilah aku dan ibu bapakku dan sekalian orang mukmin di saat perhitungan amal.
Wahai Tuhan kami, anugerahilah kami pasangan dan keturunan yang menyenangkan hati, dan jadikanlah kami pimpinan orang-orang yang bertakwa.
Ya Tuhanku, bimbinglah aku agar dapat mensyukuri nikmatMu untukku dan nikmatMu untuk Ibu Bapakku, dan agar aku dapat beramal sholeh yang Engkau Ridhoi, dan berikan kami kebaikan ditengah-tengah anak keturunanku, sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu, dan aku adalah orang-orang yang berserah diri.
Wahai Tuhan kami!, Berkahilah kami pada anak-anak kami, dan jangan Engkau biarkan mereka sengsara, berikanlah taufiq kepada mereka dalam taat kepadaMu, dan berilah kami kebajikan (bhakti) mereka.”

DOA SELESAI BELAJAR.

“Ya Alloh, sayangilah aku dengan Al-Quran, jadikanlah ia bagiku penuntun, cahaya petunjuk, dan rahmat. Ya Alloh, ingatkanlah aku darinya apa yang aku lupa, ajarkanlah aku darinya apa yang belum aku ketahui, karuniailah aku dapat membacanya di tengah malam dan penghujung siang, dan jadikanlah ia sebagai pembela bagiku wahai Alloh Tuhan Semesta Alam.”

Amin……Amin…..Amin….Ya Robbal alamin.

Senin, 08 Februari 2010

Berniagalah dan Bertransaksilah Sahabat di saat Lapangmu kini

Minggu kemarin sahabat yang bekerja di PNS salah satu Departemen curhat, katanya hidupnya sekarang sudah tentram diperbantukan di LSM dengan gaji yang lebih dari cukup.

Katanya:” Kamu kan tahu, saya orangnya nggak suka makan uang suap seperti yang banyak dilakukan oleh PNS, makanya bersyukur banget bisa kerja di LSM, mudah-mudahan tidak ditarik kembali ke PNS.”
Lanjutnya:” Tapi dengan kelimpahan uang macam sekarang kok, hati masih gelisah ya. Sepertinya perlu konsul ke Psikiater neh jadinya. Apakah mungkin kurang bersyukur ya ?, atau kurang banyak bersedekah dan infaq ya? Cuma sedikit kali. Atau kurang melaksanakan perintah NYA ya?”.

Sebagai sahabat, saya nasehatkan agar disaat lapang ini, jangan lupa kita terus bersyukur atas pemberian rejekiNYA. Mensyukurinya dengan memberikan sebagian rejeki buat fakir miskin, karena diantara rejeki kita ada hak orang miskin. Sebisa mungkin disaat lapang ini, kita mampaatkan rejeki untuk berinvestasi di bidang apapun yang menguntungkan, dan sebaik-baik investasi adalah investasi di jalan Alloh.

Tulisan ini khusus untuk sahabat yang sedang gelisah, yang diperoleh dari kuliahnya Prof. Umay M.Djafar Shiedieq.

Banyak orang yang suka memberikan sedekah dan infaq, tapi diikuti dengan kata-kata “Maaf sedikit”, sebenarnya ini tidak boleh kita ungkapkan, kita tidak boleh mengucapkan kata sedikit dalam kebaikan, seperti firman Alloh QS.99(Al.Zilzalah:7-8).

7. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat Dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasannya)
8. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar Dzarrahpun niscaya Dia akan melihat (blasannya) pula.

Jangankan Rp.1000 or Rp.2.000,-, sebesar atom pun pasti akan dilihat nanti dan akan dibesarkan oleh Alloh. (Jadi jangan mengecilkan yang kecil-kecil).

Alloh melihat kebaikan Sedekah dan Infaq itu dari 9 aspek :

1. Berdasar Kadar Keimanannya. Maksudnya, keimanan seseorang tidak sama dalamnya, dangkalnya, tipisnya. Iman seseorang bisa bertambah dan berkurang . Semakin dalam kadar keimanan seseorang, maka makin besar pahalanya.

2. Berdasar Niat atau kemantapan hati. Infaq yang niat berdasarkan kata hati lillahitaallah pahalanya lebih besar dibandingkan ikut ajakan sahabatnya.

3. Berdasarkan kuantitas. Seperti orang yang sholat tahajut 8 rakaat pahalanya lebih besar dari pada 4 rakaat, maka yang berinfaq besar pahalanya juga lebih besar.

4. Berdasarkan prosentase jumlah pemilikan. Orang yang berinfaq Rp.10ribu dari 100ribu uangnya, pahalanya lebih besar dari berinfaq Rp.10ribu dgn jumlah uang Rp.1juta.

5. Berdasarkan Daya Guna. Berinfaq ke Masjid Rp.1 juta yang dimanfaatkan 500 jamaah, pahalanya lebih besar dari menyumbang Rp.1juta yang dimanfaatkan 50 jamaah.

6. Berdasarkan Masa Guna. Berinfaq lampu bohlam ternyata bermanfaat 6 bulan, pahalanya tetap mengalir 6 bulan lebih besar dari pada menyumbang lampu yang manfaatnya Cuma 6 hari.

7. Kadar Kecintaan. Q.S.3 (Ali Imran):92 Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai, dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Alloh mengetahui.

8. Berdasarkan Kadar Keikhlasan, ini sangat penting, begitu riya hilang semua pahalanya.

9. Berdasarkan kadar Kesulitan. Berinfaq dgn mengunjungi fakir miskin lebih besar pahalanya dari pada menyumbang ke tromol masjid, walau tujuannya sama.

Sahabat terus berkata:”kalau begitu kita lebih baik langsung memberikan infaq kita kepada fakir miskin dong.?”

Menurut Ulama, sebaiknya demikian. Seyogyanya seorang yang berinfaq memperhatikan kadar kesholehan, kesabaran dan ketaatan (khususnya sholat 5 waktu) penerimanya, misalnya ada 2 orang mahrum (cacat permanen), yang satu sholeh dan rajin sholat, sedangkan yang satunya tidak sholat, maka pilihlah berinfaq ke mahrum sholeh dan rajin sholat, karena Alloh menjamin orang yang rajin sholat tidak akan mati kelaparan.

Jadi sahabat, disaat lapang ini bertransaksilah, berniagalah sebelum kesempitan datang.

Sesuai Hadis Qudsi Alloh berkata : Wahai anak cucu Adam, perhatikanlah AKU, berniagalah denganKU, bertransaksilah denganKU, dan ambil untunglah sebanyak-banyaknya. AKU memiliki apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati. KekayaanKU tidak akan pernah habis dan berkurang. Sesungguhnya AKU Maha Pemberi lagi Mulia.

Senin, 18 Januari 2010

Sikapi Sukses-Gagal Kehidupan Anda dengan Pikiran Positif

Assalamualaikum Wr.Wb. Adi prayitno, saya mau cerita neh mengenai gagal bisnis salah satu rekan KU di kota Bogor.

Rekan KU orangnya ulet sekali, dia merintis usahanya dari Nol besar. Dengan bantuan rekan-rekan dan dosen almamaternya usahanya mulai agak meningkat. Mimpi besar agar usahanya dengan cepat lebih membesar dan terkenal telah membuatnya menerima dana besar dari beberapa investor. Dengan gaya kelola bisnisnya yang lincah, kini usahanya telah tumbuh besar.

Namun malang pertumbuhan besar justru mencekik dirinya sendiri, semua sepak terjang kelola bisnisnya dikritik habis-habisan oleh investor besarnya, Investor besarnya kini sdh tidak mempercayainya lagi, bahkan investor besar siap memperkarakran semua sepak terjangnya mengelola bisnis ke pengadilan. Sebagai pemegang saham minoritas, rekan kini sangat menderita karena hampir kehilangan bisnisnya yang dirintis dari kecil, dan kini dia merasa telah gagal berbisnis.

Dengan semangatnya yang luar biasa dan dukungan banyak sahabat, rekan sekarang sedang berjuang mempertahankan merk produknya yang bernilai jual tinggi, agar tetap menjadi merk dagangnya, dan berjanji akan dibangun kembali perlahan-lahan.

Itulah cerita kehidupan, kadang kita diatas dan kadang di bawah.
Memang Kegagalan dapat terjadi dari 2 faktor yaitu factor intern (diri kita sendiri) dan factor ekstern ( luar diri).
Sebagaimana contoh di atas, banyak hal yang dapat menyebabkanya kegagalan karena diri kita sendiri, misalnya : kurang perhitungan disaat awal melangkah, kurang hati-hati dalam melakukan sesuatu, atau menganggap remeh pekerjaan tertentu.
Sedangkan kegagalan dari factor luar bisa terjadi, misalnya : gangguan orang lain, kecurangan dari rekan bisnis, atau kalah dalam persaingan.

Kalau saya pribadi sih yakin kalau sukses dan gagal itu sudah di atur oleh Alloh yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Jika sukses, Alhamdulillah, kita harus terus sujud syukur agar rejeki itu akan terus bertambah dan berlipat ganda. Jika gagal, kita harus dapat mengambil hikmahnya, yaitu :

- Yakin deh bahwa setiap tindakan kita memiliki resiko, dan kita harus tetap yakin bahwa Alloh Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pengasih , dan Maha Penyayang, tidak mungkin Alloh meninggalkan hambanya begitu saja, pasti ada maksud dari setiap hasil yang dicapai.

- Yakinlah bahwa Alloh sedang menguji daya tahan dlm berbisnis. Pelaut saja disebut pelaut handal jika telah sukses menyebrangi lautan luas bergelombang.

- Selalu sabar atas sesuatu yang tidak diinginkan dan bersyukur dengan apa yang telah terjadi.

- Yakin Alloh mempunyai kehendak dan rencana lebih baik dari pada rencana yang telah dibuat manusia. Mungkin di mata Alloh, jika kita sukses menjadi orang kaya raya, kita menjadi takabur, tidak bersyukur bahkan menjadi orang yang gila dunia, keimanan dan ketakwaan berkurang. Justru gagal telah membuat diri kita kembali ke jalan benar yang diridhoi Alloh, dan amal ibadah kita terus meningkat.

- Yakin gagal tidak saja menimpa kepada kita, tapi semua orang pasti pernah mengalami gagal, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Ada yang menyikapinya sebagai kewajaran dalam perjuangan bisa berhasil atau gagal, ada juga yang kecewa berat dan meratapi gagal.

- Yakin deh semua orang yang sekarang sukses, pernah mengalami gagal dalam hidupnya. Orang sukses yakin bahwa tidak ada yang pasti di dunia, yang ada hanya kesempatan. Tidak ada jaminan kita sukses di usaha pertama, yang ada hanya kesempatan berikutnya.

- Hanya orang yang pernah gagal yang dapat menikmati sukses, bukankah kita bisa menikmati rasa sehat, jika kita pernah merasakan sakit. Justru harus disyukuri dengan adanya gagal kita dapat menikmati sukses yang kita alami, dan ini membuat kita rendah hati di dalam sukses.

Jadi bagi rekan yang sedang mengalami gagal, jangan menyerah terus berjuang. Kini kita sendiri jadi penentu, apakah gagal itu mendorong kita terus bekerja keras atau menjadi lemah tidak berdaya. Jangan jadikan gagal sebagai batu sandungan yang menghancurkan, jadikan sebagai batu loncatan untuk terus bekerja keras, dengan rendah hati dan penuh keyakinan bahwa Alloh yang telah mengatur ini semua, serahkan saja kepada Alloh, hanya Alloh yang berhak mengatur kehidupan kita.

Ambil hikmah dari gagal kita, jadikan pelajaran terbaik,. Sadar bahwa semua tindakan kita selalu menimbulkan resiko sukses atau gagal, untuk selanjutnya jadikan pelajaran untuk berhati-hati dalam bertindak. Tidak perlu mencari kambing hitam untuk menyalahkan orang lain,buang-buang waktu dan energy, lebih baik waktu dan energy kita pergunakan untuk memikirkan langkah kedepan meraih kesempatan.

Adi, memang kita bukanlah seorang pebisnis sejati, tapi sukses- gagal itu umum terjadi di semua bidang kehidupan, bukan saja monopoli pebisnis. Mereka mungkin akan berkata:” Walah jangan nulis sukses-gagal dah sebelum mengalami sendiri di bidang usahanya sendiri.” Padahal dengan rasa syukur dan rendah hati, walau selama ini kita mengurusi usaha orang lain yang cukup besar dan jelimet ini, mudah-mudahan pengalaman mengalami sukses-gagal yang bertubi-tubi dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi orang lain. Kadang di beberapa anak perusahaan kita gagal, tapi di beberapa anak perusahaan lain kita sukses besar, sehingga komulatif perusahaan dapat terus berkembang dan maju hingga puluhan tahun.

Sekali lagi, jangan menyerah, terus berjuang menggapai sukses yang kita harapkan………

Ya Alloh, aku memohon kepadaMU keteguhan dalam segala urusan, dan aku memohon kepadaMU sikap lurus dan terpimpin. Dan aku memohon kepadaMu agar aku dapat mensyukuri nikmatMU serta berbakti kepadaMU dengan sebaik-baiknya.
Aku memohon kepadaMU lisan yang benar, hati yang bersih. Dan aku nerlindung kepadaMU dari kejahatan apa-apa yang Engkau ketahui, dan aku memohon kepadaMU dari kebaikan apa-apa yang Engkau ketahui., , dan aku memohon ampunan dari apa-apa yang Engkau ketahui, karena sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. (Hr. Turmudzi).

Selasa, 20 Oktober 2009

AIR MATA KEBAHAGIAAN ATAU KESEDIHAN DI SAAT MILAD (HUT), RENUNGKANLAH !

Air Mata Kebahagiaan atau Kesedihan di saat Milad (HUT), renungkanlah !

Assalamualaikum Wr. Wb. Adi Prayitno, di bulan Oktober ini sahabat terbaik saya berulang tahun untuk yang kesekian kalinya. Perjalanan panjang sudah dilaluinya dengan penuh suka duka sejak kecil dalam dekapan orang tua, remaja, sampai dewasa. Alhamdulillah so far so good, semoga di sepanjang hidupnya ke depan akan selalu mendapatkan kebahagiaan dan keberkahan. Amin.

Tapi kalau di pikir-pikir sebenarnya apa sih makna dari Hari Ulang Tahun (HUT / MILAD), apakah bahagia dengan bertambahnya umur atau bersedih dengan berkurangnya umur ? Bagi sebagian orang, khususnya anak-anak, HUT bermakna kebahagiaan karena dapat merayakannya bersama kawan-kawan sepermainan, bernyanyi dan berdoa semoga dipanjangkan umurnya, diberikan kebahagiaan dan keberkahan kedepan. Bagi orang dewasa justru HUT seharusnya dijadikan sebagai saat instrospeksi diri terhadap tindakan, amal ibadah kita selama setahun lalu, dan berupaya untuk lebih mendewasakan diri, merenungkan diri, dan merencanakan langkah ke depan yang lebih membahagiakan. Ya, air mata kebahagiaan dan kesedihan kadang muncul disaat HUT ini. Disarankan dalam melewati hari khusus ini sebaiknya berdoa :” Ya Alloh Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anygerahkan kepadaku dan kepada Ibu Bapakku, serta untuk mengerjakan amal sholeh yang telah Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberikan kebaikan kepada anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepadaMu, dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (Al-Ahqaf : 15).

Banyak sahabat-sahabat terbaiknya mengucapkan selamat HUT / MILAD, bahkan beberapa hari sebelumnya ada sahabat terbaiknya yang mengucapkan via sms: “Met milad my big (baca Old) sholeh brother, semoga dipanjangkan umurnya dalam keberkahan dilancarkan rejekinya, dan lebih banyak memberi manfaat untuk ummat”. Amin.
Hmmmm, doa yang membahagiakan sekali. Sahabat terbaik hanya dapat mengucapkan banyak terima kasih, karena yang bersangkutan sedang menyepikan / instrospeksi diri di suatu tempat yang indah dan menentramkan. Insya Alloh hari kamis siang sudah dapat kembali ke Jakarta, karena kamis malam akan ikut silaturahmi dengan rekan-rekan Barisan Orang Sholeh (BOS).

Adi, sebenarnya Air mata kebahagiaan atau kesedihan tidak saja terjadi pada saat HUT, bahkan ini dapat terjadi pada setiap kegiatan muslim. Rasululloh saja sering meneteskan air mata di setiap peristiwa, misalnya saat melihat kemelaratan anaknya Fatimah, saat teringat Ibundanya, saat teringat nasib ummatnya, saat melihat kasih sayang diantara para sahabatnya, atau saat menghayati isi Al Quran.

Duh Rasullulloh saja sampai demikian, kapan terakhir anda meneteskan air mata Adi Prayitno.?

Senin, 12 Oktober 2009

BUKA TOPENG MU DAN JANGAN JADI PENIPU AGAMA

Ramadhan sudah berlalu Adi Prayitno, Idhul Fitri pada awal Syawal pun hari demi hari akan berlalu. Adi Prayitno, apakah Ramadhan mu akan berlalu dengan sia-sia ?, apakah ibadahmu selama bulan suci itu akan sirna pasca syawal dengan tindakan-tindakan bodoh penuh lumuran dosa yang engkau lakukan hari demi hari ? , Apakah engkau menyukai predikat pemintal yang menguraikan kembali kain istimewa helai demi helai ? Astafirullah, jangan Adi, dan ingatlah masa depan mu penuh gemilang dengan kebahagiaan dan keindahan.

Adi, terus terang di bulan syawal ini saya masih instropeksi diri terhadap apa-apa yang telah dilakukan sebelum Ramadhan, selama Ramadhan, dan pasca Ramadhan di bulan Syawal ini. Apakah selama ini perilaku saya laksana “Manusia Topeng” yang memerankan scenario sesuai tuntutan propesi. Di suatu saat menggunakan Topeng Iman supaya dipuji orang sebagai manusia beriman, dan di suatu saat lain menggunakan Topeng Setan untuk mengeruk keuntungan pribadi ( Astafirullah, Aku berlindung kepada Alloh dari godaan Setan yang terkutuk).

Adi, saya pernah membaca Hikmah Kehidupan yang sangat menarik, semoga ini dapat menjadi renungan mu :

Abu Hurairah ra, sebagaimana diriwayatkan Muslim dan Ahmad, berkata bahwa Nabi Saw bersabda :

1. sesungguhnya orang yang pertama yang akan diputuskan pada hari Kiamat kelak adalah orang yang mati Syahid. Maka dihadapkan kepada Alloh dan diingatkan kepadanya akan nikmat2 yang telah diberikan, dan hal itu dilakukannya. Kemudian ditanya oleh Alloh, “Lalu, apakah amalanmu dalam nikmat itu ?”

Jawabnya:” Aku telah berperang untuk Mu hingga mati syahid.”
Maka Alloh berfirman:”Dusta kamu, tapi kamu berperang untuk dikenal sebagai pahlawan yang gagah berani.” Lalu ia diseret oleh Malaikat dan diperintahkan untuk dilempar ke dalam api neraka.

2. Yang kedua dihadapkan kepada Alloh adalah orang yang belajar ilmu agama dan mengajarkannya, serta pandai membaca Alquran. Maka diberinya tentang nikmat2 yang telah ia peroleh dan ia mengakuinya. Lalu ditanya :”Apakah amalanmu di dalamnya ?”

Jawabnya :” Aku telah belajar ilmu untukMu dan mengajarkannya, serta membaca Alquran untuk Mu.”

Alloh berfirman:” Dusta Engkau, tetapi engkau belajar ilmu agar mendapat gelar alim, membaca Alquran agar mendapat gelar qari, dan engkau sdh menikmatinya di dunia:”, kemudian diperintahkan kepada Malaikat untuk mencampakannya ke dalam api neraka.

3. Orang ketiga dihadapkan kepada Alloh adalah yang diluaskan rejekinya dan diberi oleh Alloh berbagai kekayaan. Maka diberitakan kepadanya tentang nikmat yang telah diberikan oleh Alloh kepadanya, dan ia mengakuinya. Lalu ditanya:” Apakah amalanmu di dalamnya?”

Jawabnya :”Tiada suatu jalan pun yang Engkau perintahkan mendermakan harta di dalamnya, melainkan telah saya dermakan harta di dalamnya untukMu.”

Alloh berfirman:” Dusta Engkau, tetapi engkau mendermakan harta itu agar disebut Dermawan, dan telah dikenal demikian di dunia.”, maka Alloh kemtuudian memerintahkan Malaikat untuk melempar orang itu kedalam neraka.

Seseorang datang bertanya kpd Rasulullah:” Apakah yangmenjadi penyelamat kelak (di hari kiamat) ya Rasululloh.? Jawab Rasululloh:” Jangan menipu atau mempermainkan Alloh.”

Tanyanya lagi:” Apa maksudnya menipu dan mempermainkan Alloh?” Jawab Rasululloh:”Mengerjakan perintah Alloh dan ajaran Rasululloh bukan bertujuan untuk mendapat ridho Alloh, tapi untuk mencapai kepentingan 2 kpd orang lain. Karena itu berhati-hatilah kamu kepada Riya, karena riya berarti Syirik tehadap Alloh. Orang Riya itu pada hari kiamat kelak akan dipanggil di muka umum dengan nama yaitu Hai Kafir, Hai orang yg durhaka, Hai orang merugi, sia2 saja amalanmu selama di dunia dan batal (hilang) sudah pahalamu.”

Adi, takut juga ya membaca Hikmah Kehidupan ini.? Hikmah ini kok makin mengingatkan mimpi seram dulu saat masa-masa SMP. Di saat tidur siang di bulan Ramadhan setelah lelah bermain, sholat dan membaca Alquran, ada orang berkata dalam mimpi:” sok beribadah, beriman, sholat, baca Alquran, kelak kamu akan masuk Neraka.” Terbangun dan takut dengan kata-kata itu, lalu menangis sejadi-jadinya. Untung pada saat itu orang tua (Ibu) datang dari kantornya, yang menenangkan hati agar tetap tenang, sabar dan terus beribadah dengan baik.

Mimpi ini terus terniang di telinga dan kalbu sampai saat ini dan tidak akan pernah hilang dari ingatan. Mimpi ini membuatku pasrah dengan takdir Alloh, berusaha melakukan terbaik untuk mendapatkan nilai terbaik dihadapan Alloh (Ridho Alloh), selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini, berusaha mencari dan merapat ke sahabat – sahabat yang bisa memotivasi kehidupan kini dan nanti.

Demikian sekilas renunganku Adi Prayitno, disarankan segera buka dan buang seluruh Topeng-topeng mu, janganlah menjadi penipu agama Alloh, tetaplah beribadah semata untuk menggapai Ridho Alloh. Tidak lupa ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh sahabat / saudara muslim sejak SMP, SMA, kuliah di IPB, kuliah di UI, dan sahabat / saudara ku kini yang telah dengan ikhlas menemani dan mengantarkan kehidupan penuh keindahan kini dan nanti. Insya Alloh.

Rabu, 26 Agustus 2009

Marhaban Ya Ramadhan

Hai Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , MARHABAN YA RAMADHAN, MOHON MAAF LAHIR BATHIN, sudah telat ya, ternyata hari ini adalah hari ke 5 kita menjalankan ibadah di bulan yang penuh berkah ini, apa yang telah anda kerjakan Adi di sebelas bulan lalu dan apa rencanamu mengisi bulan Ramadhan tahun ini ?

Adi, sampai sekarang saya masih terniang ditelinga pesan-pesan Ustat yang ceramah di malam ketiga Ramadhan, bahwa Surga sangat merindukan : Orang-orang yang banyak membaca/ mengkaji Al Quran, Orang yang tidak banyak bicara kecuali yang baik-baik saja keluar dari mulutnya, Orang yang memberi makan orang lapar / puasa, dan orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Sebaiknya lakukan ini semua Adi untuk mengisi ramadhan mu.

Semalam, kuping ini makin memerah Adi, ternyata apa yang kita lakukan bisa sia-sia dalam hidup ini. Ya perbuatan baik kita mulai kecil sampai sekarang dapat sia sia, dan kita mungkin akan sulit untuk masuk surga, jika kita tidak mendapatkan Rahmat dan Ridho Alloh.

Tekhhhhh, hati ini jadi ragu apakah selama ini perbuatan kita sudah mendapat Ridho Alloh, jika tidak, berarti perbuatan baik selama ini yang saya perbuat sia-sia, hanya orang lain yang berkata bahwa saya adalah orang baik. padahal percaya deh Adi, pujian orang lain itu tidak ada gunanya, dan itu hanya membuat kepala menjadi besar, yang aku inginkan justru Rahmat dan Ridho Alloh.

lalu bagaimana ya untuk mendapatkan Rahmat dan Ridho Alloh, ternyata pak Ustat membuka Rahasianya agar perbuatan kita dapat rahmat dan Ridho Alloh adalah :Iman (Pengakuan keesaan Alloh dan nabi Muhammad sebagai utusannya), Islam (Amal sholeh, amal shariah), dan Ihsan (Moral). jika diibaratkan rumah kita Adi, Iman itu adalah pondasi yang kuat, Islam adalah tiang, dinding, dan bangunan rumah, sedang Ihsan adalah interior, asesoris yang memperindah rumah kita.

Adi pencerahan dan curhat ku sedikit dulu ya, lain kali disambung, semoga bermanfaat.

Jumat, 15 Mei 2009

Silaturahmi untuk Menggapai Sukses Bersama Dalam Berkarya (Nilai Persahabatan)

Hai Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , mau baca cerita persahabatanku, simaklah:


Dia sahabatku. Itu yang aku rasakan sebagai Umat Manusia di Permukaan Bumi dalam menggapai sukses Bersama Berkarya di bidang kami masing-masing. Mungkin bukan sekedar sahabat biasa, bagiku Dia sudah saya anggap seperti saudara setelah beberapa kali pertemuan.

Terus terang Aku orang yang sulit sekali untuk bersahabat, bagi saya rekan-rekan di bangku kuliah di UI beberapa tahun lalu merupakan teman biasa tempat bertukar pikiran mengenai bidang ilmu yang kami pelajari. Sebagai Teman biasalah kami berkenalan dengan teman disebelah bangku sebelum mata pelajaran di mulai, memperkenalkan nama dan latar belakang. Saya memperkenalkan diri sebagai lulusan IPB dengan istri dan satu putra, sedangkan rekan memperkenalkan diri sebagai lulusan dokter gigi UI dengan istri dan satu putra. Awalnya kami biasa saja seperti rekan lainnya setelah berkenalan cuek, memang itu sikap dasarku yang sangat curiga dengan teman baru yang belum dikenal baik.

Saya pikir sikap dasarku itu baik untuk kehati-hatian jalan hidupku. Setiap kali masuk kelas pelajaran yang sama kita selalu bertemu, karena sudah berteman saya memperhatikan dia setiap adzan magrib walaupun mata pelajaran belum selesai selalu keluar untuk sholat. Kebiasaanya ini yang membuat saya kagum, dan yakin pasti anak muda ini orang sholeh yang perilaku dan imannya baik. Akhirnya kita sering sholat magrib dan Isya bareng , berdiskusi dan saling bertanyajawab sebelum pelajaran dimulai.

Persahabatan kami semakin erat, sehingga saya sudah yakin dengan perilakunya / tutur katanya yang sopan, beribadahnya rajin, sehingga dihati saya merasa sahabat saya yang satu ini bukan sahabat biasa, tetapi saya menganggapnya sebagai saudara, mungkin saya menganggapnya sebagai Adik, kebetulan sudah saya ceritakan kepadanya bahwa saya memiliki Adik yang juga lulusan dokter Umum UI. Itu hanya perasaan saya saja looo yaaa, saya tidak tahu bagaimana perasaan sahabat saya itu kepada saya.

Untuk mempererat persahabatan (silaturahmi), saya sempat mengunjungi rumahnya di Pondok Kopi yang kebetulan hanya berjarak beberapa kilo meter dari rumah saya , begitu pula sebaliknya sahabat dan istri beserta putranyapun bersilaturahmi ke kediaman saya yang sederhana di Duren Sawit. Silaturahmi ini makin mempererat persahabatan kami satu sama lainnya.

Sejak selesai kuliah, kami memang tidak pernah ketemu. Jalinan silaturahmi tetap terjalin dengan menelpon satu sama lainnya, sehingga perkembangan perjalanan hidup kami dapat diketahui . Suatu kali saya menelpon sahabat ini, dia bercerita bahwa putranya yang gagah dan ganteng sedang sakit, yang mengagetkan ternyata mengalami kelumpuhan. Astafirullah berita ini sangat menyakitkan bagiku, pastinya saudaraku menderita dengan keadaan ini. Beberapa bulan kemudian saya mendapat kabar kalau keponakanku itu meninggal dunia karena kangker stadium 4. Innalilahiwainalilahiroziun, ya Alloh begitu cepat Kau panggil anak kecil itu menghadapMu, kami tidak tahu apa rahasiaMu dibalik ini semua, yang pasti kami berharap kelak anak ini akan diketemukan kembali kepada orang tuanya di Surga. Dengan keimanan orang tuanya , saya yakin kami kelak akan ketemu dengannya di Surga. Amin ya Robbal Alamin.

Mendengar berita itu, Saya sempatkan melayat kerumahnya yang baru di bilangan Tebet, tapi tidak lama, karena harus terus berkarya di dunia kerja yang merupakan ladang ibadahku untuk anak istri dan saudara. Peristiwa itu terjadi di tahun 2002.

7(tujuh) tahun telah berlalu sepertinya baru kemarin kita berpisah, tapi perasaan persaudaraan kami sudah semakin erat sehingga seolah tidak ada jarak lagi antara kita.

Selesai mengikuti Workshop sukses Mulia Pak Jamil Azzaini, saya menelponnya, menceritakan isi workshopnya, dan selanjutnya kita janjian bertemu untuk silaturahmi dan makan siang bersama. Sebenarnya ide untuk makan siang bersama ini sudah terkonseps sejak lama, tapi belum sempat diutarakan. Kebetulan sahabat ada waktu di hari kamis (7-5-09) after meeting di Astra, kalau saya sih free lah kapan saja di kontek Insya Allah ada waktu. Ya sudah kita janjian ketemu di Istiqlal. Inilah salah satu tempat Favoritku untuk janjian dengan sahabat-sahabat. Kalau orang lain mungkin mereka langsung janjian di restaurant ini atau itu, kalau saya biasakan janjian di Mesjid Istiqlal ini.

Hari kamis saya telpon dari kantor, jadikah kita ke Istiqlal ? dan dijawabnya meeting sudah selesai , on the way ke Istiqlal. Saya langsung menuju Istiqlal, kebetulan hampir sholat Zhuhur, saya wudhu dan menuju lokasi sholat di lantai 2 Mesjid

Selesai sholat sunnah, sahabat saya datang menyalami, wah sekarang dia sudah gagah, badannya berisi, dan tampaknya sudah lebih sukses meniti karir (Gumamku dalam hati). Qomat terdengar, kita pun sholat berjamaah, dilanjutkan dengan sholat sunnah 2 rakaat.

Laksana dua orang sahabat yang sudah lama tidak bertemu, kamipun bersalaman, berrangkulan, dan menuju kendaraan yang mengantarkan kami ke Rumah Makan Ayam Penyet. Kenapa makan disini, karena nama restaurantnya yang lucu “Ayam penyet”, jadi penasaran ingin mencobanya. Tidak ada kalimat-kalimat penting yang dibicarakan dalam makan siang silaturahmi ini, tidak bicarakan masalah bisnis, kita hanya pure silaturahmi yang membicarakan perkembangan keluarga kita masing-masing.

Alhamdulillah, sahabat tahun ini akan mendapat beasiswa untuk belajar di Malaysia.Saya doakan Insya Allah ini akan benar-benar terjadi, dan saya yakin sahabat dapat menjalaninya dengan cepat karena sahabatku ini memiliki daya pikir yang luar biasa, ini dibuktikan dengan predikat cum laude dari UI, sedangkan saya hanya mendapatkan predikat Sangat Memuaskan.

Selesai makan saya antar sahabat menuju kendaraanya yang diparkir di halaman Mesjid Istiqlal, sebelum berpisah saya salami dan peluk dia, dengan bisikan jaga silaturahmi dan persaudaraan kita dengan baik.

Itulah sekelumit kisah pertemuan dua sahabat, semoga Usaha kita menggapai sukses Bersama dalam berkarya di bidang usaha kita masing-masing dapat segera tercapai. Serahkan saja usaha kita kepada Allah, Dia yang tahu yang terbaik bagi kita. Apapun hasil kelak terserah, yang penting persahabatan kita tetap ada.

Saya ucapkan juga semangat sukses dan tetap jaga silaturahmi kita buat :
- Sahabatku di Jatibening Bekasi yang telah berhasil menjadi Pimpinan Bank Swasta Nasional, posisi itu patut bagi anda atas kesholehan, doa, dan kemampuan manajerial.
- Sahabatku di IPB, semoga gelar Profesornya segera di dapat dan menjadi salah satu pemilik gelar professor termuda di Indonesia.
- Sahabatku di Bandung, saya benar-benar tidak sangka kalau anda itu anak salah satu pejabat terbaik negeri ini. Tetaplah rendah hati.
- Sahabatku di Bekasi, pemilik beberapa Warnet, saya doakan semoga cobaan yang menimpamu saat ini dapat segera teratasi. Amin.

Inilah nilai persahabatanku yang didasarkan nilai-nilai keagamaan, bagaimana nilai persahabatanmu Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , or http://arrahmandistro.com/ ?

Jumat, 27 Maret 2009

Jum'at yang sangat indah kurasakan

Hi Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ dan Pebisnis Muslim lainnya.

Hari ini kurasakan sebagai hari Jum'at yang sangat indah, disamping suana hati senang, suasana kerja menyenangkan, di masjid sebelum khotbah membaca tabloid yang berisi Maha menjamin rejeki, dan isi khotbahnya menyenangkan berisi Indahnya kehidupan akhirat. lengkap sudah kurasakan indahnya jum'at ini. Nantikanlah Cerita lengkapnya......................Tunggu ya................

Sabtu, 21 Februari 2009

PEBISNIS MUSLIM TIDAK PERNAH BERANDAI-ANDAI DALAM HIDUPNYA

Assalamualaikum Wr. Wb
Hai Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ dan rekan-rekan Pebisnis Muslim.

Dalam tulisan terdahulu kembali diingatkan bahwa rekan-rekan Pebisnis Muslim itu harus kuat, atau lebih kuat dari pada hari-hari sebelumnya, tidak malas, harus tetap bersemangat, rajin beramal dan bernyali sangat kuat. Ini pribadi muslim sejati, karena tidak berdaya dan malas adalah ahlak tercela bagi muslim. Rasulallah saja yang sudah sangat sempurna bagi ukuran manusia seringkali berdoa mohon lindungan Alloh SWT dari kedua ahlak tercela ini.

”Ya Alloh, aku berlindung diri kepadaMU dari tidak berdaya, malas, pengecut, pikun, dan pelit”.

Sabda Nabi Muhammad SAW : Bekerjalah terhadap apa saja yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan Alloh SWT dan janganlah lemah. Jika sesuatu terjadi padamu maka jangan katakan: ”seandainya aku melakukan hal ini, pasti akan terjadi ini dan itu.” Namun katakanlah” Alloh telah menetapkan, dan apa yang Dia kehendaki, maka Dia kerjakan”.

Pebisnis muslim, memang untuk mencapai sukses, harus diawali dari suatu mimpi (cita-cita) positip, lalu dilanjutkan dengan DO (action) dengan giigih dan kuat, serahkan sepenuhnya kepada Alloh dengan terus menerus berdoa kepadaNya. Dengan action berarti kita sudah membuka pintu rejeki yang Alloh siapkan untuk kita. Alloh akan memberi rejeki sesuai dengan keinginan dan usaha kita. Jadi bila pebisnis muslim membuka satu action, berarti rejeki dari Alloh akan masuk melalui pintu rejeki ini. Jika berhasil teruslah berdoa, bukalah pintu rejeki lain dengan action 2 misalnya buka cabang atau action dibidang lainnya. Rejeki Alloh akan datang dari pintu rejeki kedua ini, dan begitu seterusnya.

Intinya Pebisnis Muslim harus gigih dan kuat, jangan ada kata Malas dari kamus kehidupan kita. Bentuk-bentuk Ketidakberdayaan dan Malas itu bisa dalam bentuk :

1. Mendengar suara Adzan tidak menjawabnya, tidur-tiduran dan mengobrol sampai waktu sholat habis.

2. Menghabiskan waktunya berjam-jam di warung-warung, dikursi-kursi tempat wisata, padahal memiliki pekerjaan yang harus dituntaskan.

3. Tidak mengerjakan sesuatu yang bermanfaat seperti mencari ilmu, menggarap sawah ladang, mengontrol toko / usahanya, dengan alasan tidak ahli atau usia telah lanjut.

4. Menetap disuatu negeri dengan keadaan hina, namun tidak mencari negeri lain, karena tidak berdaya dan malas

Pebisnis Muslim mulai sekarang kita harus Hijrah / Change kepribadian hidup kita menjadi lebih baik, agar bisa melindungi agama dan kehormatan kita.

ok Pebisnis Muslim, sukses menanti kita.
http://arrahmandistro.blogspot.com/

Jumat, 20 Februari 2009

Motivasi Membangun Diri Menjadi Pebisnis Muslim Sukses

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hi Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , dan rekan-rekan Bisnis Muslim, masih ingatkan pesan Rasulullah Saw, bahwa Orang Mukmin yang kuat lebih baik dan disukai oleh Alloh dari pada orang mukmin yang lemah..

Kekuatan disini terdiri dari kekuatan berpikir yang ditopang ilmu pengetahuan, kekuatan jasmani yang sehat, dan kekuatan batin yang dilandasi iman dan taqwa.

Lama sekali saya merenung, ternyata benar bahwa kekuatan fisik yang dimiliki pebisnis tidaklah dapat dipergunakan secara maksimal apabila tidak didukung oleh pengetahuan yang cukup serta kemampuan berfikir yang cerdas. Sebaliknya bila pebisnis tidak berilmu pengetahuan yang cukup, maka pebisnis hanya dapat menggunakan tenaga dan kekuatannya untuk melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan kepadanya.

Demikian juga kekuatan fisik yang sehat yang didukung oleh ilmu pengetahuan, maka pebisnis akan menjadi pemimpin yang cerdas. Tetapi akan terjadi penyimpangan bila pebisnis tidak didukung oleh ketahanan batin serta pendirian yang kokoh, karena keberhasilan yang diraihnya hanya digunakan untuk bersenang-senang, berfoya-foya, mengikuti hawa nafsunya. Inilah contoh kehidupan yang merugi.

Pebisnis muslim yang arif dan bijaksana harus mampu meniti kehidupan ini dengan cerdas, mengerahkan semua potensi dirinya, berupa ilmu, kekuatan fisik dan keimanan untuk meraih kurnia Alloh SWT yang tersedia di alam yang luas ini, dalam rangka menjalankan dan mempersiapkan diri agar ia menemukan kehidupan dunia dan akhirat yang terjamin.

Pebisnis muslim harus berjuang gigih kalau perlu dengan niat berjihad di jalan Alloh agar terus menjadi pebisnis sukses yang mencintai Alloh SWT dan RasulNya, serta menjalankan semua perintahNya berupa Sholat pada waktunya, berpuasa Ramadhan membayar zakat, bersedekah dan berinfaq, serta menunaikan ibadah haji jika sudah mampu..

Dengan kesibukan berjuang pebisnis kadang tingkat keimanan kita berpeluang turun naik. Ini suatu proses kehidupan yang biasa sering terjadi dan alami, untuk itu kekuatan iman harus terus di asah dengan terus menerus belajar mendalami agama dengan benar, banyak bertanya kepada ahli agama /Ustat dan sering berkumpul dengan orang baik seiman yang memiliki tujuan sama di Mastermind. Dalam Mastermind jangan hanya bicarakan masalah bisnis, keluarga, tapi juga usaha peningkatan kekuatan keimanan Agama.

Ternyata enak sekali mempunyai sahabat seiman yang saling mendukung, saling memotivasi satu sama lain. Kita sering komunikasi setiap harinya hanya sekedar ucapkan salam via telepon, sms atau email, kadang menanyakan apakah sudah sholat zhuhur/ashar saat ini, bagaimana perkembangan bisnisnya. Jika bisnis meningkat selalu diingatkan untuk membayar zakat, meningkatkan infaq/sedekah.

So, para rekan-rekan muslim, bagi yang belum berbisnis ayolah cepat action mulai sekarang berbisnislah, karena kita sebagai muslim sudah diperintahkan Alloh SWT agar terus berusaha, jangan melalaikan nasib dan kebutuhan hidup kita di dunia. Bayangkanlah pasti muslim yang lemah, kelaparan, sakit-sakitan akan sulit untuk beribadah sholat dengan khusu’, sulit pergi ke Majelis taklim/zikir, apalagi untuk bersilaturahmi, berinfag, bersedekah, zakat dan memunaikan ibadah haji. Maka actionlah dengan gigih, seolah-olah kita hidup untuk selama-lamanya. Jika sudah berhasil sukses jangan lupa untuk membantu saudara tersekat dan masyarakat setempat.

Sukses terus yaaaaa.............Pebisnis Muda Muslim.
http://arrahmandistro.blogspot.com/

Tulisan ini terinspirasi dari nasehat Drs.H. Abdul Aman Nasution.

Selasa, 23 September 2008

Renungan Ramadhan 1429H (Baca Alquran diiringi lagu PadaMu kubersujud)

Semalam selesai sholat Isya (sebelum sholat Tarawih), saya mendengarkan ceramah yang sangat memotivasi dari seorang Ustat. Inti ceramahnya menganjurkan agar waktu kita dalam kehidupan ini diisi dengan terus menerus membaca dan belajar, baik itu membaca / belajar ilmu pengetahuan yang menyebabkan kita pandai dan bermanfaat bagi kebahagiaan di dunia, maupun membaca/ mempelajari ilmu agama agar kita pandai dan bermanfaat bagi kebahagiaan kita di kehidupan masa depan di akhirat.

Kata-kata Pak Ustat terus menerus saya renungi sekembalinya dari masjid, ternyata memang benar jika kita mempelajari ilmu dunia, maka dunia itu akan kita raih, tetapi jika kita mempelajari ilmu agama, maka Insya Allah kita akan mendapat dua manfaat yaitu kebahagian dunia dan kebahagiaan akhirat. Kebahagiaan dunia Alhamdulillah bisa kita rasakan saat ini., sedangkan kebahagiaan akhirat itu masih rahasia Ilahi. Tetapi kita harus yakin dengan janji-janji Allah, jika kita telah membagi kebahagiaan yang kita miliki kepada orang-orang disekitar kita yang kurang beruntung dalam bentuk infaq, sedekah, ataupun zakat, maka amal ibadah ini akan menjadi tabungan bagi kebahagian hidup kita di akhirat kelak.


Malam Ramadhan yang tinggal beberapa hari ini, terus saya manfaatkan sebesar-besarnya untuk mendapatkan nilai terbaikNya dengan mengulangi bacaan-bacaan Alquran. Satu per satu halaman terbaca, tidak lupa setiap mengulang satu halaman, diulang pula bacaan tafsirnya, sehingga kita akan mengerti apa yang kita baca. Ingatkan bahwa jika kita membaca Alquran walau tidak mengerti artinya sudah mendapat banyak pahala, apalagi jika kita mengerti dan mengamalkannya, tentu nilainya akan lebih tinggi.


Sambil membaca Alquran, agar tidak mengantuk dengan sayup-sayup saya setel lagunya Afghan – PadaMu kubersujud

Ku menatap dalam kelam. Tiada yang bisa ku lihat. Selain hanya nama-Mu Ya Allah
[*]
Esok ataukah nanti. Ampuni semua salahku. Lindungi aku dari segala fitnah
[**]
Kau tempatku meminta. Kau beriku bahagia. Jadikan aku selamanya.

Hamba-Mu yang slalu bertakwa
[***]
Ampuniku Ya Allah. Yang sering melupakan-Mu.
Saat Kau limpahkan karunia-Mu. Dalam sunyi aku bersujud
Back to [*][**][***]
Back to [**][***]
Pada-MU

Tidak terasa air mata menetes penuh haru, semoga semua ibadah ini diterima dan mendapat RidhoNya. Amin.

Wass
Adi Prayitno
Pemilik Ar-Rahman Distro (http://arrahmandistro.com/ dan http://arrahmandistro.blogspot.com/ )

Jumat, 12 September 2008

Lupakan Jasa & Kebaikan Diri by Abdullah Gymnastiar

Hari Jum'at ini (12-9-2008) saya menerima email dari seorang sahabat. Isinya sangat menarik "Lupakan Jasa & Kebaikan Diri" ditulis oleh Abdullah Gymnastiar. Mungkin selain Nabi Muhammad SAW yang telah menurunkan risalah Islam kepada umatnya, Kedua orang tua yang telah mendidik kami dengan penuh kesabaran, dan juga tentunya para ulama yang telah membimbing kami dalam menegakkan risalah Islam ini, terutama Guru kita yang terhormat Abdulllah Gymnastiar. Inilah tulisan beliau yang sangat bermanfaat :

Semakin kita sering menganggap diri penuh jasa dan penuh kebaikan pada orang lain, apalagi menginginkan orang lain tahu akan jasa dan kebaikan diri kita, lalu berharap agar orang lain menghargai, memuji, dan membalasnya maka semua ini berarti kita sedang membangun penjara untuk diri sendiri dan sedang mempersiapkan diri mengarungi samudera kekecewaan dan sakit hati.

Ketahuilah bahwa semakin banyak kita berharap sesuatu dari selain Allah SWT, maka semakin banyak kita akan mengalami kekecewaan. Karena, tiada sesuatu apapun yang dapat terjadi tanpa ijin Allah. Sesudah mati-matian berharap dihargai makhluk dan Allah tidak menggerakkan orang untuk menghargai, maka hati ini akan terluka dan terkecewakan karena kita terlalu banyak berharap kepada makhluk. Belum lagi kerugian di akhirat karena amal yang dilakukan berarti tidak tulus dan tidak ikhlas, yaitu beramal bukan karena Allah.

Selayaknya kita menyadari bahwa yang namanya jasa atau kebaikan kita terhadap orang lain, sesungguhnya bukanlah kita berjasa melainkan Allah-lah yang berbuat, dan kita dipilih menjadi jalan kebaikan Allah itu berwujud. Sesungguhnya terpilih menjadi jalan saja sudah lebih dari cukup karena andaikata Allah menghendaki kebaikan itu terwujud melalui orang lain maka kita tidak akan mendapat ganjarannya.

Jadi, ketika ada seseorang yang sakit, lalu sembuh berkat usaha seorang dokter. Maka, seberulnya bukan dokter yang menyembuhkan pasien tersebut, melainkan Allah-lah yang menyembuhkan, dan sang dokter dipilih menjadi jalan. Seharusnya dokter sangat berterima kasih kepada sang pasien karena selain telah menjadi ladang pahala untuk mengamalkan ilmunya, juga telah menjadi jalan rizki dari Allah baginya. Namun, andaikata sang dokter menjadi merasa hebat karena jasanya, serta sangat menuntut penghormatan dan balas jasa yang berlebihan maka selain memperlihatkan kebodohan dan kekurangan imannya juga semakin tampak rendah mutu kepribadiannya (seperti yang kita maklumi orang yang tulus dan rendah hati selalu bernilai tinggi dan penuh pesona). Selain itu, di akhirat nanti niscaya akan termasuk orang yang merugi karena tidak beroleh pahala ganjaran.

Juga, tidak selayaknya seorang ibu menceritakan jasanya mulai dari mengandung, melahirkan, mendidik, membiayai, dan lain-lain semata-mata untuk membuat sang anak merasa berhutang budi. Apalagi jika dilakukan secara emosional dan proporsional kepada anak-anaknya, karena hal tersebut tidak menolong mengangkat wibawa sang ibu bahkan bisa jadi yang terjadi adalah sebaliknya. Karena sesungguhnya sang anak sama sekali tidak memesan untuk dilahirkan oleh ibu, juga semua yang ibunya lakukan itu adalah sudah menjadi kewajiban seorang ibu.
Percayalah bahwa kemuliaan dan kehormatan serta kewibawaan seorang ibu/bapak justru akan bersinar-sinar seiring dengan ketulusan ibu menjalani tugas ini dengan baik, Insya Allah. Allah-lah yang akan menghujamkan rasa cinta di hati anak-anak dan menuntunnya untuk sanggup berbalas budi.

Seorang guru juga harus bisa menahan diri dari ujub dan merasa berjasa kepada murid-muridnya. Karena memang kewajiban guru untuk mengajar dengan baik dan tulus. Dan memang itulah rizki bagi seseorang yang ditakdirkan menjadi guru. Karena setiap kebaikan yang dilakukan muridnya berkah dari tuntunan sang guru akan menjadi ganjaran tiada terputus dan dapat menjadi bekal penting untuk akhirat. Kita boleh bercerita tentang suka duka dan keutamaan mengajar dengan niat bersyukur bukan ujub dan takabur.
Perlu lebih hati-hati menjaga lintasan hati dan lebih menahan diri andaikata ada salah seorang murid kita yang sukses, jadi orang besar. Biasanya akan sangat gatal untuk mengumumkan kepada siapapun tentang jasanya sebagai gurunya plus kadang dengan bumbu penyedap cerita yang kalau tidak pada tempatnya akan menggelincirkan diri dalam riya dan dosa.

Andaikata ada sebuah mobil yang mogok lalu kita membantu mendorongnya sehingga mesinnya hidup dan bisa jalan dengan baik. Namun ternyata sang supir sama sekali tidak berterima kasih. Jangankan membalas jasa, bahkan menengok ke arah kita pun tidak sama sekali.. andaikata kita merasa kecewa dan dirugikan lalu dilanjutkan dengan acara menggerutu, menyumpahi, lalu menyesali diri plus memaki sang supir. Maka lengkaplah kerugiannya lahir maupun batin. Dan tentu saja amal pun jadi tidak berpahala dalam pandangan Allah karena tidak ikhlas, yaitu hanya berharap balasan dari makhluk.

Seharusnya yang kita yakini sebagai rizki dan keberuntungan kita adalah takdir diri ini diijinkan
Allah bisa mendorong mobil. Silahkan bayangkan andaikata ada mobil yang mogok dan kita tidak mengetahuinya atau kita sedang sakit tidak berdaya, niscaya kita tidak mendapat kesempatan beramal dengan mendorong mobil. Atau diri ini sedang sehat perkasa tapi mobil tidak ada yang mogok, lalu kita akan mendorong apa?

Takdir mendorong mobil adalah investasi besar, yakni kalau dilaksanakan penuh dengan ketulusan niscaya Allah yang Maha Melihat akan membalasnya dengan balasan yang mengesankan. Bukankah kita tidak tahu kapan kita akan mendapatkan kesulitan di perjalanan, maka takdir beramal adalah investasi.

Mari kita bersungguh-sungguh untuk terus berbuat amal kebajikan sebanyak mungkin dan sesegera mungkin. Setelah itu mari kita lupakan seakan kita tidak pernah melakukannya, cukuplah Allah yang Maha Melihat saja yang mengetahuinya. Allah SWT pasti menyaksikannya dengan sempurna dan membalasnya dengan balasan yang sangat tepat baik waktu, bentuk, ataupun momentumnya. Salah satu ciri orang yang ikhlas menurut Imam Ali adalah senang menyembunyikan amalannya bagai menyembunyikan aib-aibnya.

Selamat berbahagia bagi siapapun yang paling gemar beramal dan paling cepat melupakan jasa dan kebaikan dirinya, percayalah hidup ini akan jauh lebih nikmat, lebih ringan, dan lebih indah. Insya Allah.***

Terimakasih Guru dan Sahabat atas ilmu yang bermanfaat ini.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Adi Prayitno
Owner Ar-Rahman Distro (http://arrahmandistro.com/ or http://arrahmandistro.blogspot.com/)

Jumat, 29 Agustus 2008

MARHABAN YA RAMADHAN

Dengan Penuh Keiklasan, mari kita bersihkan diri, bersihkan hati untuk menyambut datangnya Bulan Ramadhan yang penuh keberkahan. Kami Keluarga Besar Adi Prayitno dan Ar-Rahman Distro mengucapkan Mohon Maaf Lahir Bathin, Selamat menunaikan Ibadah Shaum Ramadhan 1429 H, semoga kita akan mendapat RidhoNya, dimudahkan dalam menjalaninya, dimudahkan dalam semua urusan kita di dunia maupun akhirat, dan menjadi Hamba Alloh yang bertaqwa. Amin.

Wass
Adi Prayitno (http://adi-prayitno.blogspot.com/
pemilik Ar-Rahman Distro (http://arrahmandistro.com/ dan http://arrahmandistro.blogspot.com/