Rabu, 22 April 2009

Bisnis Mobil CBU (Completely Build Up) tetap menggiurkan

Hai Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , senang berjumpa dengan anda dengan artikel menarik ini.

Sepuluh tahun lalu (akhir Juni 1999), pemerintah mengeluarkan deregulasi otomotif yang secara garis besar memberikan kemudahan dalam mengimpor mobil Completely Built Up (CBU). Pembukaan keran impor mobil build up ini membawa perubahan yang cukup signifikan terhadap peta pasar otomotif nasional.

Meski belum mampu mensejajarkan diri dengan pencapaian penjualan yang dilakukan ATPM (agen Tunggal Pemegang Merk), namun sejak tahun itu banyak masyarakat yang mulai membelinya. Bahkan berbagai kendaraan dengan merek dan model yang sebelumnya tidak pernah dipasarkan di negeri ini, kemudian menjadi pemandangan biasa di jalan-jalan.

Seolah terjadi Euphoria, masyarakat kelas atas memburu mobil CBU, bahkan mereka rela indent berbulan-bulan untuk bisa mendapatkannya. Kini setelah 10 tahun berlalu mobil CBU untuk jenis termahal sekalipun tetap punya pasar, karena bagaimanapun, dari jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 230 juta jiwa, setidaknya ada jutaan orang yang mampu membeli mobil jenis tersebut.

Serbuan mobil CBU ini awalnya sempat menimbulkan kekawatiran di kalangan ATPM otomotif yang selama ini menguasai pasar mobil di Indonesia. Namun hal ini kemudian tidak berlanjut, karena disadari bahwa segmen pasar mobil ATPM berbeda dengan mobil CBU. Dilihat dari harganya mobil CBU hanya mengincar segmen kelas atas, sedangkan ATPM lebih kepada masyarakat kebanyakan.

Sejak pemerintah mengeluarkan deregulasi otomotif, sejumlah pelaku usaha terutama kalangan importer melihat bisnis mobil CBU sebagai bisnis yang menggiurkan. Apalagi jika melihat jumlah penduduk Indonesia yang besar dan banyak masyarakat yang ingin tampil beda. Maka kemudian banyak importer umum yang mengkhususkan diri sebagai pengimpor mobil built up.

Kemudian seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman, para pelaku bisnis ini semakin jeli dalam membaca keinginan konsumen, sehingga meskipun dampak krisis belum sepenuhnya reda, penjualan mobil CBU tetap meningkat.

Banyak yang menilai bahwa keinginan orang-orang tertentu untuk memiliki mobil CBU merupakan hal yang wajar mengingat ada sejumlah alasan, diantaranya dalam hal teknologi. Mobil CBU dianggap lebih canggih dalam hal keselamatan, karena rata-rata mobil import ini sudah dilengkapi dengan perangkat keselamatan terbaik seperti kantong udara saat darurat serta rem ABS. Alasan lainnya yang tak kalah penting adalah model mobil CBU yang terlihat lebih bagus dan mewah baik interior maupun eksteriornya, yang cocok bagi orang-orang yang menginginkan tampil beda dan sempurna.

Bagaimana Adi Prayitno http://arrahmandistro.blogspot.com/ , tertarik ingin memilikinya ? kami harap demikian.